Gerah dengan kecurangan, Garena Bakal Banned Cheater Call of Duty Mobile Selamanya!

in ,
Call Of Duty M Cheater Banned

Apakah kamu sudah memainkan Call of Duty Mobile? kalau belum berarti kamu ketinggalan trend game saat ini. Game besutan Activision ini memang tengah menjadi primadona di jagat game dunia, termasuk Indonesia. Tapi sayang, popularitas yang tinggi juga mengundang tamu tak di undang bernama cheater.

Karena alasan itulah akhirnya Garena selaku publisher Call of Duty Mobile memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan ekstrim untuk mem-banned selamanya peman COD Mobile yang ketahuan menggunakan cheat.

Garena mengumumkan akan Banned cheater selamanya di Facebook

Garena Banned Cheater Selamanya Min
Fanpage Garena

Melalui Fanpage resmi-nya Garena mengumumkan bakal mem-banned cheater Call of Duty: Mobile selamanya. Menurut mereka, keberadaan cheater tidak bisa di kompromi sama sekali.

Karena yang namanya berbuat curang atau hacking dalam game itu pasti berakhir dengan rusaknya ekosistem dalam game itu sendiri, apalagi dalam ekosistem multiplayer.

Bagaimana mekanisme banned Cheater COD Mobile diberlakukan?

Sayangnya kami belum mengetahui bagaimana mekanisme banned ini diberlakukan. Apakah banned selamanya ini diterapkan dengan sistem anti cheat yang akan membanned pemain secara otomatis? atau Garena akan mengandalkan laporan dari pemain lain? kita nantikan saja laporan berikutnya.

Namun yang jelas, sebagian besar dari 35 juta pemain Call of Duty mobile pasti akan merasa sangat senang dengan keputusan ini.

Karena seperti yang kita ketahui, Akhir-akhir ini banyak beredar Cheat Call of Duty Mobile. Sayangnya lagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna cheat CoD Mobile terbanyak.

Salah satu grup cheater bernama Spuc*ngine mengklaim telah berhasil membobol Call of Duty Mobile dengan Cheat buatan mereka. Mereka juga terang-terangan berani memperjual belikan Cheat buatan mereka.

semoga saja kedepan masalah seperti ini cepat teratasi agar ekosistem game di Indonesia tidak diracuni oleh cheater.

Ayo mulai berdiksusi