Candaan Rasis, Film Monster Hunter Tuai Kontroversi di Cina

in ,
Candaan Rasis Monster Hunter
Monster Hunter | Sony Pictures

Film Monster Hunter menerima reaksi yang kurang baik dari penonton Cina karena film tersebut menampilkan candaan yang dinilai bernada rasis. Monster Hunter sudah rilis di Cina pada 3 Desember 2020 dan akan segera tayang di bioskop AS pada Hari Natal atau 25 Desember 2020.

Diadaptasi langsung dari salah satu game fantasi terlaris milik Capcom, film ini mengikuti kisah sekelompok anggota militer Amerika yang dipimpin oleh Letnan Artemis (Milla Jovovich) saat mereka jatuh melalui portal ke dunia sihir yang dihuni oleh makhluk berbahaya.

Setelah meminta bantuan dari pemburu lokal yang diperankan oleh Tony Jaa, para prajurit tersebut harus mengalahkan monster ini sambil mencari jalan pulang.

Monster Hunter Coba Peruntungannya Di Pasar Cina

Dengan ketertarikan Cina terhadap film Hollywood yang bergenre fantasi, dan karena banyaknya bioskop yang sudah buka di kota-kota besar Cina. Negara tersebut tampaknya menjadi lokasi utama yang menjanjikan untuk mempromosikan film Monster Hunter.

JANGAN LEWATKAN •
Aktor Scorpion di Spider-Man: Homecoming Isyaratkan Dirinya Kembali ke MCU

Paul W. S. Anderson selaku sutradara bekerjasama dengan perusahaan teknologi Tiongkok Tencent Pictures untuk mendistribusikan film tersebut. Setelah kurang diterimanya trailer pertama, mereka merilis trailer Monster Hunter yang secara khusus dibuat untuk penonton Tiongkok.

Film adaptasi video game dalam beberapa tahun belakangan sukses besar di Cina. Terlepas dari apakah film tersebut mengecewakan penggemar di Amerika Serikat. Jadi Monster Hunter juga ingin mencoba peruntungannya di pasar Cina.

Monster Hunter Tuai Kontroversi Karena Candaan Rasis

Namun sepertinya jalan Monster Hunter untuk meraup keuntungan di pasar Cina terhambat. Penonton di Cina menilai ada candaan rasis yang tidak pantas dalam film yang disutradarai oleh Paul W.S. Anderson tersebut.

Seorang Analis Daniel Ahmad menyindir penulis Monster Hunter karena memasukkan permainan kata rasis. Percakapan antara dua prajurit ini diyakini penonton Cina merujuk kepada frase candaan lama tentang “Chinese, Japanese, dirty knees”

JANGAN LEWATKAN •
Sony Uncharted Ditunda Setelah Kehilangan Sutradaranya

Candaan Rasis Dalam Percakapan Antar 2 Prajurit

Candaan rasis tersebut terjadi dalam sebuah percakapan antar 2 prajurit. Karakter yang diperankan oleh MC Jin bercanda dengan bertanya ke prajurit yang satunya. “Look at my knees!” dan prajurit tersebut membalas dengan pertanyaan “What kind of knees are these?” dan ia membalas “Chi-knees!”.

Melansir wikipedia, ungkapan “Chinese, Japanese, dirty knees” adalah candaan rasis yang biasa digunakan oleh negara yang berbahasa inggris untuk mengejek anak yang berasal dari negara Asia.

Cina dikenal karena sensor dan pengawasannya terhadap media. Tentu banyak penggemar yang terkejut saat melihat kata-kata tersebut tidak disensor.

Bagaimana pendapat kalian tentang hal ini? Komen di bawah ya.

Pastikan untuk selalu kunjungi Dafunda atau instal aplikasinya di playstore agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari kami seputar dunia Game, Movie dan Pop Culture.

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.