MovieGameMovie List

10 Film dan Series Netflix yang Cocok Diadaptasi Jadi Game

Pasti seru banget jika beberapa film dan series Netflix ini bisa mendapat adaptasi jadi sebuah video game.

Berikut adalah 10 film dan series Netflix yang sangat cocok untuk diadaptasi menjadi video game!

Netflix menawarkan banyak film dan series, terutama pada “Netflix Originals”. Film-film ini memiliki hak siar atau Netflix produksi secara penuh. Jika kita pikirkan dengan seksama, akan menarik jika film-film ini bisa mendapat adaptasi jadi video game.

Apalagi jika developer yang mengerjakannya, memiliki kreativitas dan eksekusi yang baik, tidak sulit membayangkan betapa fantastisnya produk-produk ini bisa menjadi.

Film dan Series Netflix yang Cocok Jadi Game

10. Midnight Diner: Tokyo Stories

Md-2
Netflix

Mungkin kamu sedikit bingung, terutama karena series Netflix yang kami rekomendasikan dalam daftar ini termasuk dalam genre drama.

Pasti kamu tahu game seperti Valhalla dan Coffee Talk berhasil menghadirkan konsep gameplay visual novel dengan interaktivitas yang terbatas. Nah, game ini bisa meminta kamu berperan sebagai pemilik Izakaya. Kamu akan mendengarkan, terlibat, dan empati dengan cerita menarik para pelanggan di tengah malam.

Kita membutuhkan game visual novel dengan setting dunia nyata, cerita yang bisa kita rasakan, dan drama yang mampu menyentuh hati. Meskipun interaktivitasnya minim, kita bisa menghadirkannya melalui menu Izakaya. Cara meracik minuman, dan memastikan pelayanan selalu tersedia bagi pelanggan yang hidup semangat di malam hari.

9. The Irishman

Netflix yang Cocok Jadi Game
Netflix

Film yang mendapatkan beberapa nominasi di Oscar 2020 ini, sangat layak kita masukan ke daftar ini.

Meskipun film ini adalah drama, tetapi ceritanya tentang Frank “The Irishman” Sheeran, membuka peluang besar untuk menjadi video game yang lebih interaktif.

Di dalam film, waktu berjalan dengan cepat dan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh The Irishman sebagai anggota mafia tidak terlalu banyak dieksplorasi.

Bayangkan saja, sebuah video game dengan gameplay seperti “The Godfather” di era lalu, dengan karakter, suara, dan ekspresi dari Robert de Niro, sembari menikmati keindahan Philadelphia pada tahun 1950-an. Itu pasti akan mengagumkan!

8. Bright

Aaaabffpaipjeht-adz2cpjqsvpx5onrhkoxdygwt2piskgumpjtntgshswnjv84evd 6xut0hcgovdyf2rem8mvcia5dx7rlq1qprqq
Netflix

Film Netflix yang cocok jadi game ketiga ialah Bright. Dalam hal film, Bright mungkin tidak begitu menarik. Meskipun dunia yang sebenarnya menawarkan fondasi yang menarik, kelemahannya adalah ketidakmampuan untuk membangun dunia yang rasional.

Namun, sulit untuk menolak bahwa dunia Bright yang menggabungkan kehidupan perkotaan manusia dengan cerita fantasi yang ditampilkan melalui berbagai ras yang berbeda memiliki potensi untuk menjadi video game.

Game ini bisa menjadi game aksi yang solid yang menggabungkan penggunaan senjata api dan serangan sihir, melawan berbagai ras yang tinggal di dunia modern dengan peran masing-masing. Game ini juga bisa menjadi game cerita interaktif seperti Detroit: Become Human atau Telltale’s The Walking Dead yang melibatkan karakter utama dalam investigasi baru di luar cerita film yang ada.

7. The Night Comes for Us

Film Netflix yang cocok diadaptasi jadi game selanjutnya berasal dari Indonesia, yaitu The Night Comes for US.

The Raid dan The Raid 2 telah berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu pencipta film aksi bela diri langsung, brutal, dan penuh aksi. Hasilnya? Kesuksesan ini telah menjadi kekuatan penggerak untuk lebih banyak film aksi yang mengikuti konsep serupa. Salah satu film yang menonjol dengan karakter-karakter gila dan lore yang menarik adalah The Night Comes for Us.

Di tengah kurangnya permainan aksi yang fokus pada pertarungan tangan kosong seperti Sleeping Dogs, The Night Comes for Us dapat dilihat sebagai oasis yang memuaskan.

Kami sendiri ingin melihat mereka menjelajahi lore dunia dan organisasi kriminal melalui sudut pandang karakter baru, mungkin dengan cameo dari karakter dalam versi film. The Night Comes for Us memiliki dunia yang terlalu luar biasa untuk dilewatkan.

6. Black Mirror

Series Netflix selanjutnya yang cocok mendapat adaptasi jadi video game ialah Black Mirror. Teknologi memang memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, teknologi juga memiliki potensi untuk mengendalikan dan mempengaruhi manusia, meskipun tidak diakui secara terang-terangan. Adaptasi Black Mirror yang hadir dalam bentuk episode akan lebih optimal jika diubah menjadi permainan interaktif seperti yang ditunjukkan oleh “Bandersnatch”. Pilihan dan konsekuensi yang menyeluruh akan menjadi daya tarik utama jika permainan ini berhasil masuk ke dalam lingkup tersebut.

Yang kami harapkan adalah versi video game ini tidak mengikuti format cerita dari serial Netflix, tetapi memiliki cerita asli dengan hanya “meminjam” nama Black Mirror, sambil tetap mempertahankan tema teknologi yang menakutkan.

5. La Casa de Papel (Money Heist)

Walaupun Netflix bukan produsen dari musim pertama La Casa de Papel, sebuah film seri asal Spanyol, perusahaan ini telah berhasil membawa film dengan judul “Money Heist” ini menuju arah yang lebih populer. Kisah perampokan oleh para kriminal untuk merampok bank besar dan mesin cetak uang mereka penuh dengan drama dan aksi.

Dua genre yang bisa Netflix adaptasi dari konsep perampokan ini. Pertama, menciptakan permainan seperti Payday dengan karakter yang memiliki keahlian khusus, sehingga mereka dapat bekerja sama untuk menyelesaikan misi.

Kedua, membayangkan game interaktif ala Until Dawn di mana kamu harus menghadapi konsekuensi kematian karakter yang permanen yang juga akan mengubah jalan cerita. Pastinya akan membawa La Casa de Papel ke tingkat yang lebih tinggi.

4. Kingdom

Mungkin terasa sedikit aneh melihat sebuah drama Korea masuk ke dalam daftar series Netflix yang cocok jadi game ini. Namun jangan khawatir, bagi kami yang tidak begitu mengenal Kingdom dan tidak terlalu suka dengan cerita romantis drama Korea, kamu bisa merasa lega sedikit.

Kingdom menghadirkan cerita kolosal kerajaan Korea yang menakjubkan, dengan berhasil menggabungkan konspirasi politik dengan pertempuran melawan zombie yang sangat menyeramkan, meskipun teknologi untuk melawannya terbatas.

Kami mengharapkan game ini akan hadir dalam format interaktif, namun juga berharap bahwa adaptasinya menjadi game aksi dengan sedikit elemen Souls-like yang menggunakan pedang untuk melawan zombie.

Pada intinya, game ini menawarkan cerita yang kuat dan aksi yang tidak berlebihan, sehingga sensasi bertarung masih terasa realistis. Kami membayangkan sebuah game survival horor ala Resident Evil, dengan setting kerajaan Korea masa lalu, yang menggunakan pedang sebagai mekanik gameplay utamanya.

3. Megalobox

Netflix yang Cocok Jadi Game
Netflix

Ada dua game olahraga “kekerasan” fisik yang tersedia saat ini di pasaran, UFC dari EA dan WWE 2K dari 2K Games. Sayangnya, game tinju seperti Fight Night tidak lagi EA perlihatkan karena minimnya minat terhadap olahraga tinju.

Namun, kami berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk membuat game tinju menjadi relevan lagi adalah dengan mengambil inspirasi dari film-film fiksi dan menggabungkannya dengan mekanik gameplay yang fantastis.

Dengan cara ini, game tinju dapat menghadirkan sensasi yang kita rindukan sambil tetap memberikan dramatisasi ala anime. Lebih fantastis lagi jika game ini juga memiliki cerita yang koheren, sambil tetap menjaga fokus pada sensasi tinju sebagai olahraga. Dalam situasi seperti ini, mengapa tidak mencoba Megalobox?

2. Love, Death, & Robots

Dari semua series Netflix, tidak ada lagi series yang kami sangat ingin melihat jadi adaptasi video game selain “Love, Death, & Robots”.

Untuk kamu yang tidak terlalu familiar, series ini mirip dengan Black Mirror, di mana setiap episodenya memiliki cerita yang berbeda-beda, mulai dari yang sangat dewasa hingga yang terlihat lebih cocok untuk anak-anak.

Seperti yang bisa kita lihat dari judulnya, setiap proyek dalam series ini mengangkat tema teknologi futuristik, cinta, dan pada akhirnya – kematian yang di-implementasikan dengan cara yang menarik.

Kamu dapat memilih sebagian besar episode “Love, Death, & Robots”, dan kami yakin dengan sedikit imajinasi, kamu akan langsung bisa membayangkan jenis game apa yang bisa kamu lihat dari masing-masing episode tersebut.

Series ini telah membangun dasar cerita dan dunia yang sayang untuk tidak diteruskan atau bahkan dihidupkan lagi dalam bentuk media yang lebih interaktif, seperti video game.

1. Kengan Ashura

Pria berotot yang penuh dengan pompa testosteron level maksimal, pertarungan bela diri dari berbagai negara, turnamen yang mendominasi cerita, dan visualisasi 3D yang menarik mungkin membuat banyak penggemar anime atau penonton yang mengabaikan Kengan Ashura di Netflix.

Namun bagi mereka yang menikmatinya, ini adalah seri anime yang luar biasa. Kami sendiri menganggapnya sebagai salah satu anime 3D terbaik yang pernah kami tonton. Dengan fokus pada pertarungan bela diri, karakter pendukung yang menarik, animasi yang halus, dan dramatisasi yang berlebihan pada beberapa titik cerita, Kengan Ashura adalah satu-satunya series Netflix dalam daftar ini yang kami harapkan benar-benar jadi adaptasi video game.

Bukan sekadar game pertarungan 3Di biasa, melainkan game pertarungan serius yang kompetitif. Jumlah karakter dalam cerita ini tampaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan daftar karakter yang dapat kita mainkan.

Baca Juga:

Itulah 10 Film dan Series Netflix yang sangat cocok jika jadi adaptasi ke video game. Menurut kamu, yang mana yang sangat berpotensi untuk segera mendapat adaptasi ke video game?

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks