MovieMovie List

7 Film Yang Memiliki Dua Judul Berbeda Ketika Rilis

Seringkali kita melihat judul film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilisnya. Berikut adalah 7 contohnya!

Berikut adalah 7 film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis. Pada umumnya, judul dari sebuah film sudah langsung fix dari awal. Misalkan judul filmnya Doctor Strange, ya judul filmnya Doctor Strange.

Namun pada kenyataannya seringkali kita melihat judul film yang justru malah memiliki dua judul berbeda ketika rilisnya. Dan biasanya judul berbeda ini dipengaruhi oleh keputusan/kebijakan dari pihak negara yang didistribusikannya.

Tapi ya katakanlah misalkan di Amerika Doctor Strange dan di Indonesia judulnya menjadi Dokter Aneh, namun konten film yang audiens Amerika dan Indonesia saksikan ya akan sama saja.

Terkadang alasan pergantian judulnya ini di satu negaranya terlihat dan terasa logis. Tapi terkadang juga aneh dan gak banget. Nah berdasarkan fakta ini, yuk mari kita bahas saja permasalahan ini melalui pembahasan 7 film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis berikut ini.

Sebagai pengingat saja dalam pembahasannya ini, kita akan menyimak alasan dari pergantian judulnya lalu setelahnya kita akan bandingkan judul mana yang terdengar dan terasa lebih baik/pas dengan konten filmnya.

1. 13 Going On 30 Menjadi Suddenly 30 (Australia)

film dua judul berbeda
13 Going On 30 Menjadi Suddenly 30 | Independent.co.uk

Film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis yang pertama adalah film rom-com yang dibintangi oleh Jennifer Garner (Daredevil) ini.

Film ini pada dasarnya mengisahkan karakter Garner, Jenna Rink yang pada tahun 1987 ketika usianya 13 tahun di-bully habis-habisan oleh teman-teman sekelasnya. Lebih mirisnya lagi, ia di-bully ketika sedang merayakan ulang tahunnya.

Alasan utama kenapa teman-temannya mem-bully Jenna karena ia bukan sosok siswi yang populer di sekolah. Kesal karena seri mendapatkan rundungan tersebut, iapun memohon (make a wish) pada hari ulang tahunnya untuk bisa menjadi wanita berusia 30 tahun.

By the way sebagai pengingat saja, Garner memerankan Jenna berusia 30 tahun. Sedangkan yang memerankan versi 13 tahunnya adalah Christa B. Allen (Ghosts of Girlfirend Past). Dan ternyata doanya tersesbut pun terkabulkan.

Nah kalau melihat deskripsi plot-nya, tentunya judul 13 Going on 30 merupakan judul yang sangat logis. Dari gadis 13 tahun menjadi wanita 30 tahun. Tapi untuk audiens Australia, judulnya justru berubah menjadi Suddenly 30.

Alasan perubahan ini seperti yang terlansir dari Independent.co.uk karena pihak distributor filmnya, Sony Pictures Releasing, takut kalau nantinya pihak Australia akan salah paham dengan maknanya.

Tentunya maksudnya disini mereka takut kalau nantinya audiens Australia akan mengira kalau judulnya mengacu pada perubahan ukuran baju, celana, bra, dan tentunya payudara Jenna.

Well, terlepas bagaimanapun alasannya, kedua judulnya masih terlihat masuk akal dan terdengar masih enak saja. Tapi kalau menurut gue Suddenly 30, lebih terdengar lebih praktis dan audiens akan lebih cepat memahaminya.

2. Neighbors Menjadi Bad Neighbours (Australia dan UK)

film dua judul berbeda
Neighbors Menjadi Bad Neighbours | Independent.co.uk

Film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis selanjutnya adalah film komedi konyol yang menampilkan Zac Efron (Baywatch) dan Seth Rogen (Knocked Up) ini.

Mungkin ketika melihat perbedaan keduanya kalian cuma berpikir, “lah cuma nambah huruf U saja kan? Apa iya penambahan huruf U memberikan makna yang beda terhadap katanya?” Well, gak kok guys. Mau Neighbors atau Neighbours 2-2 nya artinya sama aja yaitu, “Tetangga.”

Namun perlu kamu ketahui nih guys. Pada dasarnya, terdapat beberapa kata dalam Bahasa Inggris yang penulisannya memiliki perbedaan. Nah perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh negara pengguna Bahasa Inggrisnya.

Nah untuk kasus kata Neighbors, yang menggunakan penulisan kata ini umumnya adalah orang-orang Amerika Serikat. Namun untuk orang-orang yang berasal dari UK dan Australia, mereka menggunakan penulisan kata Neighbours.

Lalu bagaimana dengan penambahan kata “Bad”-nya? Nah ada 2 alasan disini. Pertama tentunya karena plot kisahnya. Seperti kita tahu, film ini mengisahkan karakter Efron, Teddy Sanders yang bersama kelompok fraternity-nya menyelenggarakan pesta akhir tahun yang heboh dan riuh banget.

Nah mereka menyelenggarakan pestanya ini di sebuah rumah yang letaknya sangat dekat dengan tetangga mereka, pasangan suami istri, Mac Radner (Rogen) dan Kelly Radner (Rose Byrne). Dan pada dasarnya Mac dan Kelly merasa sangat terganggu dengan pestanya.

Namun sayang, Teddy dan kelompok fraternity-nya seakan cuek dan tancap gas saja dengan pestanya. Alhasil ya Teddy cs pun mereka anggap sebagai tetangga yang buruk atau ngeselin atau dalam Bahasa Inggris-nya Bad.

Selain itu alasan lainnya khusus untuk audiens Australia adalah agar gak keliru dengan judul seri opera sabun legendaris mereka, Neighbours (1985-sekarang).

Kalau bagi gue sih sudah pasti yang judul Amerikanya. Mengapa? Karena judulnya yang hanya Neighbors saja akan memberikan kesan penasaran. Spesifiknya, bagi kita yang memang sebelum nonton filmnya, tidak membaca sinopsisnya melalui situ-situs seperti IMDB.

Sedangkan kalau judul ‘Bad Neighbours’ tentunya secara gak langsung sudah men-spoiler kita dengan plot filmnya.

3. Live Free or Die Hard Menjadi Die Hard 4.0 (Beberapa Negera Luar A.S)

10
Live Free or Die Hard Menjadi Die Hard 4.0 | Independent.co.uk

Kalau kamu masih ingat, memasuki pertengahan dan akhir 2000an. Rata-rata rilisan film yang berupa sekuel sudah mulai tidak menggunakan angka lagi sebagai penanda serinya.

Rambo (2008) adalah salah satu contoh lainnya. Film ikonik Sylvester Stallone (Cliffhanger) ini ketika rilis pada tahun tersebut pada dasarnya adalah film keempat. Namun filmnya justru tidak menggunakan angka 4 sama sekali dalam judulnya.

Nah film keempat dari franchise action ikonik milik Bruce Willis (The Fifth Element) ini juga mengikuti tren tersebut. Namun ya tentunya bagi mereka yang gak tinggal di Amerika Serikat akan bingung banget nantinya ketika melihat judul film ini.

Spesifiknya mereka bingung apakah Live Free or Die Hard memang film keempat atau malah jangan-jangan sebuah remake. Nah oleh karenanya bagi beberapa negara luar Amerika Serikat, judul pun berubah menjadi Die Hard 4.0 atau Die Hard 4.

Namun uniknya untuk rilisan Indonesia seperti yang terlansir dari halaman IMDB filmnya. Film ini kala itu tetaplah menggunakan judul rilisan Amerika Serikat atau orisinilnya tersebut.

Walau judul Die Hard 4.0 bisa memberikan kejelasan. Namun judul tanpa adanya penjelasan film ke berapanya ini membuat filmnya terlihat dan terdengar lebih gahar. Dan juga membuat kita menjadi penasaran sekaligus tertarik untuk nonton filmnya.

4. Zootopia Menjadi Zootropolis (UK)

17
Zootopia Menjadi Zootropolis | Independent.co.uk

Sebenarnya kalau kita kaitkan dengan tema serta konsep plot filmnya, kedua judul ini sih masuk-masuk saja. Toh keduanya juga memiliki makna yang sama bukan dengan plot ceritanya?

Atau spesifiknya, baik Zootopia atau Zootrpolis, sama-sama mencerminkan filmnya yang berfokus pada sebuah kota yang seluruh penduduknya adalah hewan-hewan. Nah kalau kurang lebih maknanya sama, lalu kenap gak sama saja juga judulnya?

Jadi menurut salah satu juru bicara Disney, keputusan perubahan judul ini semata untuk memberikan kesan judul unik, sehingga audiens UK bisa langsung tertarik untuk menyaksikan filmnya.

Selain itu juga pergantian judul ini memang hanya untuk penyesuaian lagi saja dengan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat UK-nya. Keduanya sih terdengar keren. Tapi entah mengapa Zootopia masih lebih terdengar enak saja hingga detik ini.

5. Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales Menjadi Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge (Beberapa Negara Luar AS)

131
Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales Menjadi Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge | Independent.co.uk

Entahlah mengapa film kelima Pirates of the Caribbean ini memiliki dua judul berbeda seperti ini. Padahal sih kalau memang ingin memberikan judul berdasarkan plot ceritanya. Semestinya mau rilisan manapun itu, filmnya seharusnya menggunakan judul Salazar’s Revenge saja.

Hal ini karena memang plot cerita filmnya berfokus pada Kapten kapal Silent Mary, Armando Salazar (Javier Bardem) yang memang dendam banget dengan Jack Sparrow (Johnny Depp). Ia dendam karena Sparrow dulunya mengarahkan mereka ke Devil’s Triangle alias Segitiga Bermuda.

Disana, Armando beserta anak buahnya terkena kutukan mengerikan. Walau memang sih Dead Man Tell No Tales jugalah bukan judul yang buruk sama sekali dan masih masuklah.

Dan untuk rilisan Indonesianya, seperti kasus Live Free or Die Hard, filmnya tetap menggunakan judul rilisan Amerika Serikatnya, Dead Men Tell No Tales.

Bagi gue sih jauh lebih baik yang luar AS itu. Karena sekali lagi sesuai dengan plot ceritanya dan juga Dead Me Tell No Tales terasa sangat kepanjangan ketika melihat dan menyebutkannya.

6. Avengers Menjadi Avengers Assemble (UK dan Irlandia)

14
Avengers Menjadi Avengers Assemble | Independent.co.uk

Sebenarnya sih kalau kita lihat memang tidak ada perbedaan signifikan. Karena tambahan kata Assemble sendiri memang menggambarkan apa yang terjadi di dalam filmnya. Dan juga seruan “Avengers! Assemble” memanglah salah satu seruan ikonik dalam sejarah komik superhero.

Walau demikian, ya kita memang pada dasarnya merasa super penasaran mengapa untuk rilisan Irlandia dan UK (terlebih UK), mereka merubah judulnya menjadi Avengers Assemble?

Nah hal ini kasusnya hampir sama dengan film Neighbors. Jadi dari tahun 1961-1969 ada seri UK top nan legendaris yang berjudul The Avengers. Namun serinya bukanlah mengisahkan tim superhero Marvel ini. Melainkan merupakan seri mata-mata Inggris.

Walau sudah berdekade-dekade lewat. Namun hingga sebelum perilisan film MCU-nya, mindset warga UK ketika mendengar kata Avengers, masihlah ke seri tersebut. Nah sedangkan untuk rilisan Indonesia, kala itu filmnya menggunakan judul The Avengers.

Kalau antara kedua ini, maka gue lebih prefer Avengers saja. Alasannya ya karena terdengar lebih praktis. Tapi kalau boleh jujur banget, gue sih lebih suka yang untuk rilisan Indonesia.

Pasalnya hingga detik inipun ketika kita menyebutkan film atau kelompoknya, kita masih sering menyebutnya dengan tambahan kata “The” di depan kata Avengers-nya.

7. Harry Potter and the Philosopher’s Stone Menjadi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (Filipina dan Amerika Serikat)

8
Harry Potter and the Philosopher’s Stone Menjadi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone | Independent.co.uk

Nah inilah mungkin satu-satunya film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis yang sampai saat ini masih banyak dari kita bingung dan bahkan memperdebatkannya.

Spesifiknya lagi, sebagian dari kita kalau judul asli film ini menggunakan Philosopher’s sedangkan sebagian dari kita meyakini kalau yang legit adalah yang menggunakan Sorcere’s. Jadi yang mana nih yang benar?

Well, sebenarnya gak ada yang benar atau salah. Tapi memang kalau dari judul novel aslinya dan juga rilisan filmnya di hampir banyak negara (termasuk Indonesia dan UK), mereka menggunakan Philosopher’s.

Nah hanya Filipina dan Amerika Serikat saja yang menggantinya menjadi Sorcerer’s. Pergantian ini maksudnya agar judulnya bisa kian merefleksikan konten filmnya yang notabene bertemakan dunia sihir (magis).

Walau sekali lagi Philosopher’s adalah judul aslinya. Tapi entah mengapa kalau gue pribadi dari pertama kali tahu film Harry Potter, masih enak saja dengan kata Sorcerer’s-nya. Entahlah seakan jauh lebih melekat dan lebih gampang saja terucapkan dari lidah ini.

Oke deh guys. Itulah tadi pembahasan 7 film yang memiliki dua judul berbeda ketika rilis. Semoga pembahasannya bermanfaat ya guys!

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks