Film IndonesiaMovieMovie List

5 Fakta Yang Harus Kalian Tahu Sebelum Menonton Film Remake Miracle in Cell No.7 Indonesia

Perhatikan dulu yuk 5 fakta seputar film remake Miracle in Cell No.7 versi Indonesia. Sebelum kalian menyaksikannya di jaringan bioskop kota-kota tempat kalian tinggal.

Remake merupakan salah satu metode yang umum dan lazim di gunakan dalam sajian karya, khususnya dalam hal ini adalah film. Berbicara soal remake, bulan September ini perfilman Indonesia kembali di suguhkan dengan film yang merupakan hasil remake dari versi aslinya (Korea Selatan). Apa lagi jika bukan Miracle in Cell No.7.

Namun remake yang satu ini bukanlah remake biasa. Sutradara Hanung Bramantyo tentunya memberikan beberapa sentuhan yang menunjukkan jika cerita dan premis dari film versinya tidak sama dengan versi aslinya yang rilis pada tahun 2013 silam.

Merangkum dari laman Suara.com. Setidaknya terdapat 5 hal atau fakta mengenai film remake tersebut yang patut kalian ketahui dahulu. Tentunya, ada hal maupun fakta-fakta tersebut bisa jadi menambah rasa antusias sekaligus pengetahuan kalian sebelum memutuskan untuk menontonnya di bioskop terdekat. Meskipun film ini sudah di tayangkan sejak 8 September silam.

Penasaran dengan apa saja fakta-faktanya? Simak tulisan ini lebih lanjut.


Fakta Film Miracle In Cell No.7 Indonesia

1. Adaptasi Dari Kisah Nyata

Pada versi Korea yang merupakan versi aslinya. Miracle In Cell No.7 menceritakan kisah seorang laki-laki penyandang disabilitas yang meninggal dunia di usia 87 tahun. Laki-laki tersebut bernama Jeong Won Seop yang merupakan nama aslinya. Sementara dalam versi filmnya, nama aslinya di ubah menjadi Lee Yong Gu dan diperankan oleh aktor Ryu Seung Ryong

Pada kejadian aslinya, kakek Jeong Won Seop pada tahun 1972 di tuding melakukan tindak pemerkosaan kepada seorang anak perempuan sekolah dasar. Yang ternyata anak tersebut merupakan putri kepala polisi Chun Cheon. Akibatnya, kakek Jeong Won Seop baru bebas dari penjara pada tahun 2008. 5 tahun sebelum versi Korea dari film ini rilis.

2. Tidak Mirip 100% Dengan Versi Aslinya

Walau film tahun 2022 ini adalah versi remake dari film asal Korea Selatan. Namun Hanung Bramantyo tidak membuat remake garapannya ini mirip 100 persen dengan aslinya. Laman Suara.com menuliskan, perbedaan yang paling mencolok terletak pada konflik utama yang di angkat dalam film arahan Sutradara berusia 46 tahun itu. 

Pada versi Koreanya, sosok yang kakek Jeong Won Seop mendapatkan fitnah dan di tuduh menjadi pembunuh adalah anak seorang perwira kepolisian. Dimana jika di setarakan dengan susunan Kepolisian Republik Indonesia, posisi tersebut setara dengan propam atau bahkan Kapolri.

Konflik tersebut menurut Hanung terlalu riskan jika ia harus melibatkan institusi tersebut. Sehingga dia mengubah premis ceritanya menjadi pertarungan antara sang ayah dengan sosok berpengaruh dalam suatu partai.

3. Vino G. Bastian Lakukan Konsultasi Rutin Ke Psikolog

Falcon Pictures Miracle In Cell No 7 Vino G Bastian
Miracle In Cell No.7 Vino G Bastian | Falcon Pictures

Kepada media, pemeran Dodo Rozak atau ayah (Vino G. Bastian) mengaku sempat lakukan serangkaian konsultasi ke psikolog. Hal tersebut dia lakukan untuk mendalami perannya sebagai sosok yang punya kebutuhan khusus.

Namun bukan berarti tindakan ini di dasari oleh niat Vino saja. Tetapi pihak Falcon mendukung usahanya dengan mendatangkan seorang psikolog demi mendalami perannya di film Miracle In Cell No.7.

Sayangnya, sesi konsultasi tersebut berjalan dengan hasil yang kurang memuaskan bagi aktor yang pernah menjadi wajah perfilman Indonesia itu. Vino pun akhirnya datang ke sekolah sang anak untuk bertemu dengan psikolog dan psikiater di sana.

4. Andmesh Kamaleng Nyanyikan Tembang Fenomenal Koes Plus Untuk Soundtrack Utama

Solois Indonesia Andmesh Kamaleng di dapuk untuk mengisi soundtrack film Miracle in Cell No.7 Indonesia. Untuk film tersebut, dia menyanyikan tembang lawas dan fenomenal Andaikan Kau Datang milik grup Koes Plus.

Kepada Suara.com. Penyanyi berusia 25 tahun itu merasa bangga mendapat kesempatan mengisi soundtrack dalam film itu. “Saya sangat bangga terlibat dalam proyek ini, saya nyanyi dengan hati saya,” ucapnya.

5. Dipuji Sutradara Asli

Kompas Lee Hwan Kyung Miracle In Cell No 7
Lee Hwan Kyung, sutradara versi asli (Korea) dari Miracle In Cell No.7 | Kompas

Meski merupakan film versi remake, hasil kerja keras sutradara Hanung Bramantyo dan timnya mendapat hasil yang manis. Lee Hwan Kyung, sutradara dari film versi aslinya beserta produser Lim Min Sub memberikan apresiasi dan pujian yang amat tinggi kepada remake karya Hanung Bramantyo dan timnya tersebut.

Tidak hanya itu saja, dua sosok ini (Lim Min Sub dan Lee Hwan Kyung) juga mengatakan mereka sudah tak sabar untuk menyaksikan secara langsung di bioskop ketika filmnya sudah benar-benar di rilis.


Itulah tadi lima hal atau fakta menarik yang harus kalian ketahui sebelum menonton film remake Miracle in Cell No.7 versi Indonesia. Bagaimana nih tanggapan kalian dengan informasi di atas?

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment
Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
See this post in...
Dafunda.com
Chrome
Add Dafunda.com to Home Screen
Close

For an optimized experience on mobile, add Dafunda.com shortcut to your mobile device's home screen

1) Press the share button on your browser's menu bar
2) Press 'Add to Home Screen'.