5 Tanda Fix Film Horor Akan Super Mengecewakan

in ,
5 Tanda-Tanda Film Horor Akan Buruk
The Nun | Tribunnews

Kita masih seringkali bingung atau salah memprediksikan apakah film horor baru yang akan dirilis sebentar lagi, bakalan keren binti nyeremin atau malah akan gak nyeremin binti mengecewakan.

Padahal, sebenernya gak sesuah itu juga loh guys. Alias ada tanda-tanda spesifik jelasnya kalau filmnya bakalan keren atau jelek. “Ah masa sih?” Nih, langsung aja deh kamu simak pembahasannya berikut ini.

Inget pembahasan ini bersifat SUBYEKTIF / OPINI.

5. Diadaptasi Dari Video Game

600px Aitd Glock17a
Alone in the Dark |Internet Movie Firearms Database

To be fair hampir semua film yang diadaptasi dari video game, rata-rata super mengecewakan semua (emang iya kan?).

Tapi dari semua genre game yang diadaptasi ke layar lebar, gak dipungkiri adalah adaptasi game horor yang bener-bener “kebangetan”. Bisa dibilang semua adaptasi game horor, kagak ada yang “bener” deh.

Yang bisa dibilang sangat mendingan sejauh ini baru 2: Silent Hill (2006) dan Resident Evil milik PAul W.S Anderson. Semoga aja dengan kesuksesan Sonic the Hedgehog (2020), ke depannya, adaptasi-adaptasi game horor juga akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan amin.

4. Remake / Reboot

Omen06 Shot11l
The Omen |Ian Farrington

Oke-oke, emang banyak juga sih remake / reboot film horor keren seperti: Dawn of the Dead (2004), The Hills Have Eyes (2006), Let Me In (2010), dan tentunya The Ring (2002).

Tapi c’mon jelas banget bahwa remake / reboot horor lebih banyak yang buruk daripada yang keren. Contohnya jauh lebih banyak lagi. Namun yang membuat gue greget banget sampai detik ini adalah remake film horor anak setan klasik, The Omen yang dirilis di tahun 2006.

Alasannya ya liat aja tuh Damian Thorn versi remake-nya, mukanya gak ada nyerem-nyeremin nya. Malah yang ada mukanya kayak anak yang lagi kelemesan karena lagi sakit. Yang ada bukannay kita serem, malah jadi kasian mau meluk dia.

3. Terlalu Banyak Jumpscare

Art16609
Paranormal Activity 4 |Salt Lake City Weekly

Sama hal-nya seperti celetukan joke-joke seks yang kerap dilontarkan di film komedi dewasa, bukan horor namanya kalau gak ada Jumpscare.

Akan tetapi seperti kata pepatah, segala sesuatu (apapun) yang dilakukan atau ditampilkan secara berlebihan, malah justru tidak akan menjadi baik pada akhirnya. Nah sama saja dengan kasus jumpscare dan horor.

Satu- tiga kali junpscare masih “asyik” walau terkadang jumpscare-nya adalah yang salah (gak pas). Tapi kalau lebih dari itu? Well, dijamin kita akan langsung “kebal”.

Lagipula film horor yang bagus / keren adalah yang membuat penontonnya takut secara psikologis melalui alur cerita atau style pengucapan dialog-nya atau cuplikan adegan atau foto sekilas yang benar-benar creepy. Salah satu contoh yang bagus ini adalah horor klasik, The Shining (1980)

2. Dirilis di Bulan Januari

Does The Grudge 2020 Have A Final Credits Scene
The Grudge |NewsDio

Well, kalau kamu emang fans horor atau fans film secara general, ya pastinya kamu tahu deh kalau bulan Januari, adalah bulannya film-film jelek. Hollywood, seakan udah tau banget akan hal itu.

Jadi dengan pernyataan tersebut, gue cuma mau ingetin doang sih. HATI-HATI DAN BIJAK-BIJAK dalam memilih film mau horor atau genre lain yang dirilis di awal tahun barunya ini oke?

1. Banyak Banget Sekuelnya

Jason X 1200 1200 675 675 Crop 000000
Jason X |Letterboxd

Ini mungkin udah jelas banget sih. Hampir mirip pendapatnya dengan poin jumpscare, sekali lagi sesuatu yang berlebihan, ya pada akhirnya akan buruk banget.

1-5 bagian (part) masih oke terlebih, jika memang masih nyambung ceritanya satu sama lain. Tapi kalau sudah lebih dari segitu dan udah gitu juga, ceritanya udah gak nyambung bahkan, dipaksain, dijamin akan membuat warisan franchise keren horornya menjadi “ternoda”.

Nah itulah tadi pembahasan 5 ciri spesifik / pasti film horor yang akan dirilis, bakalan mengecewakan / buruk banget. Setujukah kamu dengan pendapat ini?

Bagikan jika kamu suka