Pro-China, Ip Man 4 Diboikot Pendemo Hong Kong

in , ,
Ip Man 4 Diboikot Hong Kong
IMDB

Film Ip Man 4: The Finale seharusnya sudah mulai tayang di seluruh dunia. Tapi, Hong Kong sepertinya sedikit kesulitan untuk memainkan film yang dibintangi oleh Donnie Yen dan Danny Chan ini.

Para pendemo Hong Kong telah melakukan boikot untuk film keempat IP Man. Sebuah forum yang menjadi pusat gerakan pro-demokrasi Hong Kong mengeluarkan ajakan untuk tidak menonton dengan cara merusak alur cerita film tersebut di media sosial.

Tagar #BoycottIPMan4

Pemboikotan film ini merupakan bentuk peringatan keras atas kecenderungan politik produser dan aktor Ip Man. Produsen Raymond Wong memang dikenal sebagai salah seorang yang mengutarakan sikap pro-China dengan lantang. Dia menjadi pengendali organisasi anti-Occupy Central pada 2014.

JANGAN LEWATKAN •
Begini Fakta Virus Corona Yang Bisa Menular Melalui HP Xiaomi dan Bawang Putih Sebagai Penawar

Chan yang menjadi aktor Bruce Lee dalam film ini juga sangat mendukung kepolisian Hong Kong. Dalam salah satu unggahannya di media sosial, dia menyatakan bahwa “Polisi tidak boleh mudah percaya terhadap pengunjuk rasa atau membiarkan siapa pun dari mereka pergi.”

Hingga kini, banyak sekali pengumuman yang berisikan spoiler utama film Ip Man 4 baik dalam bahasa Inggris maupun China. Postingan tersebut tentu tidak terlepas dari tagar #boycotIPMan4.

Dari segi pendapatan, seri Ip Man kali ini sanggup memecahkan rekor box office di beberapa negara Asia seperti China, Taiwan dan Singapura. Bahkan di Hong Kong sendiri, film ini berhasil mendapatkan $660 ribu dan berada di posisi kedua di belakang The Rise of Skywalker.

Mulan Diboikot di China

Selain Ip Man 4, adaptasi kartun klasik Disney Mulan juga menjadi perbincangan beberapa saat yang lalu. Banyak dari aktivis dan politikus China yang menyerukan untuk memboikot Mulan dari bioskop.

JANGAN LEWATKAN •
Manusia dengan Kekayaan Rp 570 Triliun Tiba di Palembang

Alasannya masih tetap sama, aktris Liu Yifei juga memiliki sikap yang pro polisi Hong Kong sehingga banyak penggemar yang marah akan hal tersebut.

Hingga kita masih belum tahu bagaimana nasib film ini ke depannya. Mengingat China merupakan pasar film terbesar kedua setelah Amerika, tentu hal ini akan berpengaruh buruk untuk box office film live-action Disney tersebut.