Film IndonesiaMovieReview Film

Review Film Mencuri Raden Saleh (2022): Salah Satu Film Indonesia Terbaik Tahun Ini

Setelah terakhir kali merilis Keluarga Cemara 2 pada awal Juni lalu. Visinema Pictures pada bulan Agustus ini kembali mengguncang bioskop-bioskop tanah air. Menggandeng Angga Dwimas Sasongko yang sebelumnya terkenal akan waralaba Filosofi Kopi. Mereka merilis film bergenre heist atau perampokan. Yang bisa di katakan merupakan tema langka di ranah perfilman tanah air.

Yang lebih spesial lagi. Film perampokan ini bukan hanya perampokan biasa seperti mencuri bank besar dan semacamnya. Sesuai judul filmnya, kita di suguhkan dengan aksi-aksi keren demi merampok salah satu mahakarya besar milik seniman Indonesia pada
era kolonial dahulu, yakni Raden Saleh.

Film ini hampir seluruhnya menghadirkan jajaran nama-nama yang tengah bersinar di industri film tanah air. Sebut saja Iqbaal Ramadhan, Aghinny Haque, Angga Yunanda. Bahkan mantan aktris cilik Rachel Amanda, yang kini sudah berusia 27 tahun pun hadir melengkapi para bintang-bintang muda lainnya.

Seperti apakah review film Mencuri Raden Saleh versi kami? Apakah tema semenarik dan selangka ini berhasil di eksekusi dengan sempurna? Langsung saja ini dia ulasannya.

NOTE: Ulasan atau review ini sepenuhnya bersifat subyektif. Segala penilaian yang penulis katakan berdasarkan impresi yang penulis dapatkan selama menonton filmnya. Dengan adanya tulisan ini, Penulis berharap jika ulasan berikut bisa membantu pembaca supaya bisa mengambil keputusan secara mandiri. Apakah film ini bisa menambah ketertarikan, atau membuat pembaca sama sekali tidak tertarik menontonnya di bioskop

Sinopsis Film Mencuri Raden Saleh

Untuk membebaskan ayahnya dari penjara, Piko (Iqbaal Ramadhan) yang merupakan pelukis harus mencari uang dengan jumlah besar. Dia selama ini sudah bekerjasama dengan temannya, Ucup (Angga Yunanda). Namun jumlah uang yang diterima keduanya masih jauh
dari kata cukup.

Suatu hari, Piko dan Ucup mendapatkan penawaran yang menggiurkan. Dimana mereka berdua di minta mencuri sebuah lukisan milik Raden Saleh, imbalannya pun bukan main.

Bahkan tawaran itu bisa langsung membuat ia membebaskan ayahnya. Tetapi karena lukisan Raden Saleh begitu di lindungi oleh negara. Tentu saja Piko dan Ucup harus mencari personil tambahan demi mensukseskan rencana pencurian itu.

Pengenalan Cerita Yang Tidak Bertele-tele

pengenalan karakter yang tidak bertele-tele
Karakter dalam film Mencuri Raden Saleh | Visinema Pictures

Sudah seperti kodratnya, film bertema perampokan ini pastilah berisi karakter-karakter problematik dan membutuhkan solusi cepat untuk keluar dari masalah mereka masing-masing.

Mencuri Raden Saleh berhasil membuat pengenalan cerita dan masalah yang di alami antar karakter dengan sangat padat. Dengan durasi singkat, seluruh adegan pengenalan masalahnya penuh dengan daging dan tidak bertele-tele.

Satu yang membuat film ini menarik bagi saya adalah. Masalah yang di alami salah satu karakter sentralnya begitu relate dengan penggambaran remaja yang sedang beranjak dewasa, seperti Tuktuk dan Gofar.

Dimana dua karakter ini membutuhkan uang cepat untuk menutupi hutang mereka akibat kalah dalam balap mobil jalanan. Sehingga mau tidak mau, keduanya harus ikut serta dalam aksi perampokan yang membahayakan masa depan mereka.

Akting dan Chemistry Antar Karakter Begitu Fluid

Sinopsis film Mencuri Raden Saleh | Layar Tancep
Chemistry antar karakter Mencuri Raden Saleh terbangun pelan-pelan dan terjadi secara fluid | Visinema Pictures

Kelompok yang di bentuk oleh Piko dan Ucup bukan seluruhnya merupakan teman dekat mereka. Contohnya seperti Fela (Rachel Amanda). Yang bisa di bilang adalah outsider dan hanya Ucup saja yang mengenalnya.

Bahkan ketika Ucup mengenalkan Fela sebagai anggota mereka. Terdapat konflik kecil yang terjadi antara Fela dengan Tuktuk-Gofar.
Konflik yang bagaimana? Silakan kalian coba menontonnya.

Dari munculnya Fela, bisa di katakan chemistry antar karakter perlahan mulai terbangun secara pelan-pelan. Bisa di katakan akting para pemeran muda ini mampu menggambarkan dari yang awalnya hanya kenal dekat, sampai berkonflik. Mulai jadi saling mengerti dan memahami yang pada akhirnya membuat mereka saling peduli satu sama lain.

Tempo Cerita Yang Cepat, Namun Tidak Terkesan Diselesaikan Terburu-buru

Yang saya salut dari film Mencuri Raden Saleh ini adalah mereka mampu menayangkan ceritanya hingga 150 menit. Bagi sebagian orang, ini bukanlah durasi yang bisa di buat main-main.

Jika pacing di awal sudah cepat namun memble di akhir. 150 menit tadi pun hanya jadi momen buang-buang waktu saja yang mungkin bakal bikin penonton ingin cepat-cepat keluar dari bioskop.

Tetapi berbeda dengan film ini. Angga Dwimas Sasongko bersama Husein M Atmodjo berhasil membuat sepanjang filmnya menjadi momen-momen yang tidak boleh penonton lewatkan. Karena setiap ceritanya, mereka memainkan emosi penonton mulai dari rasa penasaran, gelisah, sedih, hingga bahagia dalam upaya kelompok ini mencuri lukisan Raden Saleh yang bernilai mahal itu.

Realisme Karakter Mencuri Raden Saleh

poster mencuri raden saleh
Mencuri Raden Saleh | Visinema Pictures

Satu lagi hal menarik adalah. Seluruh pemeran yang ada merupakan nama-nama muda di mana karakternya punya rentang usia yang sama. Bahkan di trailernya, Piko pun menekankan jika mereka bukanlah seorang pencuri profesional. Hal ini tentunya mengundang rasa penasaran bagi kita apakah mereka berhasil melakukan pencurian itu dengan latar belakang tersebut.

Kalo saya jelaskan lebih lanjut. Ya, jatuhnya bakal jadi spoiler sih. Tapi memang kalimat “kita bukan pencuri profesional” dari Piko itu menjadi kalimat kunci untuk keseluruhan film. Berhasil atau tidak. Tuntaskan rasa penasaran kalian dengan menontonnya di bioskop terdekat kota kalian.

Scoring Dan Pengambilan Gambar Yang Mantap

Visinema Pictures Mencuri Raden Saleh 1 1
Mencuri Raden Saleh | Visinema Pictures

Biasanya, film-film bergenre heist ini haruslah memunculkan kesan-kesan mewah dan elegan. Pengambilan gambar pun juga harus di lakukan dengan pendekatan yang berbeda dari film film aksi biasanya. Dan buat saya, Mencuri Raden Saleh berhasil melakukannya. Tapi tidak dengan pengambilan gambarnya karena ada beberapa adegan yang membuat saya begitu pusing kala menyaksikannya di bioskop.

Untuk scoring. Seperti perkataan orang yang sudah menonton, memang harus di acungi jempol. Abel Huray berhasil membuat musik-musik latar yang mampu menguras emosi penonton. Tidak hanya sebagai pelengkap saja. Namun juga membuat beberapa adegan krusial jauh lebih ngena dengan musik-musik yang Abel Huray susun.


Kesimpulan

Dari poin-poin yang sudah penuls utarakan. Penulis berani menyebut melalui review Mencuri Raden Saleh ini sebagai film Indonesia terbaik pada tahun 2022. Tema Heist yang langka di perfilman tanah air berhasil di eksekusi dengan baik oleh Angga Dwimas Sasongko. Akting serta chemistry antar karakter juga terjalin secara cair.

Namun juga perlu di ingat, konflik yang membangun ceritanya tidak sangat realistis. Tetapi juga terdapat twist dari konflik tersebut yang tidak bisa saya jelaskan karena terlalu spoiler. Pengambilan gambar yang mewah, elegan, serta scoring musik yang epik kian menambah keseruan dan keasyikan sewaktu menonton film tersebut.

Demikianlah review Film Mencuri Raden Saleh. Penulis sangat memaklumi apabila ada pembaca yang sudah menonton film ini namun tidak punya pendapat yang sama dengan penulis. Kembali lagi ke pengalaman masing-masing kala menonton filmnya.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment