MovieReview Film

Review Songbird (2020): Sinetron Hollywood Dengan Embel-Embel COVID

Review Songbird ini tidaklah mengandung spoiler sama sekali.

Walau semenjak pandemi COVID-19 melanda di awal 2020, seluruh kegiatan di dunia ini menjadi terhenti, faktanya hal ini tidaklah menghentikan inspirasi seluruh sineas film. Maksudnya disini seperti kita perhatikan, justru selama pandemi, banyak banget rilisan film-film yang bertemakan atau berdasarkan pandemi COVID-19 nya.

Salah satunya, adalah Songbird ini. Film arahan Adam Mason (Luster, Blood River) dan diproduseri juga oleh Michael Bay (Tranformers) ini mengangkat versi semi fiktif dari pandemi COVID-19.

Spesifiknya lagi, dalam film yang sebenarnya dirilis pada tanggal 11 Desember 2020 ini, pandemi COVID-19, kini sudah bermutasi menjadi COVID-23. Dan tentunya mutasi ini jauh lebih berbahaya yang mana salah satunya, bersifat menular melalui udara (airborne).

Premis tersebut walau bersifat semi-fantasi, namun pada saat yang sama terasa nyata (real) dan menarik banget. Namun sayangnya, film ini justru tidak berfokus sepenuhnya pada premis tersebut.

Sehingga membuat Songbird ini terlihat gak lebih dari film bersifat ‘milking money’ pada masa pandemi ini. Alhasil, Songbird adalah film yang lumayan mengecewakan kita semua. Mengapa gue katakan demikian? Langsung saja simak review Songbird berikut ini.

Fokus Ke Aspek Yang Bukan Seharusnya

Review songbird
Songbird | STXfilms

Seperti yang gue katakan di awal, premis menarik tentang pandemi COVID-19 yang kini di tahun 2024 (wuih 3 tahun lagi dong!) sudah bermutasi menjadi COVID-23 ini, memiliki premis yang sangat gokil lagi menarik.

Tapi sayangnya Bay dan Mason yang juga menjadi penulis naskahnya, malah gak berfokus pada aspek tersebut. Mereka malah lebih berfokus ke aspek drama bak sinetron. Film ini lebih berfokus ke beberapa karakter dalam film ini yang sedang mengalami masalah pribadi di masa pandemi.

Ada Nico Price (KJ Apa) seorang kurir yang ingin bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama ia gak temui selama pandemi, Sara Garcia (Sofia Carson). Lalu ada pasangan suami istri, William Griffin (Bradley Whitford) dan Piper Griffin (Demi Moore).

review songbird
Bradley Whitford sebagai William Griffin | STXfilms

Nah keduanya memiliki putri bernama Emma Griffin (Lia McHugh) penyakit auto-imun. Untuk membiayai pengobatan anaknya dan bisa hidup sehari-harinya, keduanya melakukan bisnis yang sayangnya bersifat ilegal.

Spesifiknya, William dan Piper berjualan gelang (bracelet) imunitas. Sesuai namanya siapapun yang nantinya mengenakan gelang ini, maka ia dianggap aman terlepas mungkin, ia sebenarnya menderita COVID.

Seakan menambah rasa was-was, William diam-diam berselingkuh dengan seorang penyanyi dan YouTuber cantik, May (Alexandra Daddario). Oh ya satu lagi, ada mantan veteran peran Afghanistan yang juga suka mengawasi keadaan sekitar dengan drone-nya, Michael Dozer (Paul Walter Hauser).

Michael dan May nantinya akan saling membantu satu sama lainnya setelah adanya bahaya yang mengancam May. Juga, Michael nantinya akan membantu Nico dan Sara untuk saling bertemu satu sama lainnya. Dan kerennya, ia melakukan semuanya dari kursi roda.

Dan ya semua kisah berbeda ini nantinya akan saling terkait satu sama lainnya di akhir filmnya. Bagaimanakah Bay dan Mason mengaitkannya? Well, silahkan tonton saja filmnya oke.

Semestinya Tidak Usah Pakai Latar Pandemi COVID

review songbird
Demi Moore sebagai Piper Griffin | STXfilms

Kalau kamu ketika membaca plot tersebut agak pusing dan ribet, well jangan. Karena kalau kita tonton langsung gak akan ribet. Malah sekali lagi, seperti nonton sinetron saja.

Namun kalau ketika membacanya kamu merasa aneh dengan fokus arahannya, SELAMAT reaksi kamu adalah reaksi yang tepat banget. Karena seperti yang gue katakan pada poin sebelumnya, masalah dari Songbird ini adalah konsep arahan ceritanya yang salah arahan.

Seharusnya kalau menurut gue, kalau memang arahannya lebih menyorot ke aspek dramatis dan konfliknya, janganlah pakai latar atau embel-embel pandemi COVID. Apalagi seperti yang juga sudah kalian baca, latar dan premis COVID ini sangat menjanjikan.

Kenapa mereka tidak mengusung plot dimana banyak orang yang panik dan menyusun strategi untuk menangkal penularan COVID-23 nya? Atau bisa juga plot bagaimana penyembuhan atas virusnya ini? Ya kurang lebih seperti film Contagion (2011) gitu deh.

Alhasil tak heran jika pada paragraf pembuka gue mengatakan kalau film ini hanya sekedar memanfaatkan momentum saja dari pandemi yang ada. Dan latar pandemi ini hanyalah sekedar semi-“tempelan” saja. Atau sekedar bisa terlihat relevan dengan timeline perilisan filmnya.

Akting Oke Dari Nama-Nama Besar

1118full Screenshot
Alexandra Daddario sebagai May | STXfilms

Walau secara konsep plot-nya sangat mengecewakan, setidaknya melalui review Songbird ini bisa gue katakan kalau film ini masihlah cukup menghibur KALAU kamu gak memikirkan komplain gue tadi.

Kalau kamu memang ketika menyaksikan filmnya memang memiliki mind-set untuk terhibur saja atau sesuai dengan konsep yang mereka usung ini, film ini masih enjoy banget sih. Terlebih lagi, performa dari seluruh aktornya yang rata-rata nama besar ini, oke dan “stabil”.

Moore, Whitford, sebagai 2 nama top senior dalam film ini tentunya gak usah diragukan lagi. Apalagi Moore, yang lumayan bersinar dalam filmnya. Si cantik bermata indah, Daddario juga oke. Walau ya oke-nya, disini gak beda jauh dengan performanya di film-filmnya yang lain.

Yang mengejutkan bagi gue adalah Apa dan Garcia. Jujur sebelum menyaksikan film ini, gue gak tahu sama sekali dengan sosok keduanya. Namun setelah menyaksikan performa keduanya, gue kini tahu siapa keduanya.

Spesifiknya, keduanya adalah sosok aktor yang keren banget. Penampilan sekaligus chemistry keduanya dalam film ini sukses membuat kita baper sendiri. Terutama, bagi kita yang selama pandemi COVID ini selalu dan masih terpisah dari pasangan (gak ketemuan).

Menghibur Tapi Salah Konsep Besar-Besaran

E5ec16d6 8bdf 30bf 9d4b D30ce34002ab
Peter Stormare sebagai Emmett Harland | STXfilms

Alhasil dari semua aspek positif dan negatif yang telah disebutkan di review Songbird ini, secara keseluruhan sih film ini mungkin masih bisa menghibur. ASAL, kita tidak melihatnya atau mempedulikan sisi konsep / premis yang mereka usung.

Namun kalau kamu tipe yang mempedulikan apa yang “dijual”, maka kamu akan kecewa. Karena sekali lagi, Songbird gak berfokus sama sekali dengan premis bahaya, dampak, atau penanganan COVID-23 nya. Film ini lebih berfokus ke aspek drama cinta-cintaan dan konflik lainnya bak sinetron Indonesia.

Premis dan latar COVID-nya gak lebih dari sekedar tempelan saja. Dan memang sih dengan strategi ini, Bay dan studio sudah pasti memerah banyak keuntungannya.

Kalau kamu memang tertarik untuk menyaksikan filmnya, Songbird sudah rilis pada tanggal 24 November, 2021 ini. Semoga review Songbird ini bermanfaat!

Pastikan untuk selalu kunjungi Dafunda atau instal aplikasinya di playstore agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari kami seputar dunia Game, Movie, Anime dan Pop Culture.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment