Tim Robbins Ungkap Adegan Paling Bahaya The Shawshank Redemption

in , ,
Adegan Paling Bahaya Shawshank Redemption Min

Buat kamu pecinta film, tentu tahu dengan dengan The Shawshank Redemption. Film karya Frank Darabont yang dirilis pada tahun 1994 merupakan film terbaik sepanjang masa. Tak hanya menurut penonton, hal itu juga diungkapkan oleh pemerannya sendiri Tim Robbins.

“Itu merupakan naskah film terbaik yang pernah saya baca,” kata Robbins. Dan kini dia kembali bercerita tentang bagian paling berbahaya dari film tersebut.

Merangkak di dalam Pipa Pembuangan

Adegan Bahaya Shawshank Redemption Pelarian Andy
Andy Menghancurkan Pipa | Empire

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita, The Shawshank Redemption bercerita tentang pemenjaraan Andy Dufresne (Robbins) yang salah. Dirinya kemudian memiliki ikatan yang sangat kuat dengan sesama tahanan termasuk “Red” Redding (Morgan Freeman).

Pelarian akhir itu ternyata memiliki risiko yang sangat berbahaya bagi Robbins. Adegan ikonik di mana ia merangkak melalui pipa selokan dan melarikan diri ke sungai / parit terdekat sangat penuh bahaya bagi sang aktor.

JANGAN LEWATKAN •
20 Rekomendasi Film Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Tonton!

Pipa itu sebenarnya tidak masalah, Tim Robbins kemudian melanjutkan ceritanya kepada PeopleTV. “Seharusnya itu kotoran, kamu tidak akan bisa bertahan hidup karena metana akan membunuhmu,” jelasnya. “Tidak, ini adalah apa yang mereka sebut sebagai Fuller Earth, yang jika kamu membuat film, jika kamu punya kotoran, mereka memiliki kotoran yang bersih. Kotoran yang bukan kotoran kotor. Saya tidak tahu apa bedanya.”

Adegan Paling Bahaya

Tetapi bagian paling berbahaya bukanlah merangkak di rendaman kotoran melalui pipa selokan, tapi ketika Andy melarikan diri ke sungai di tengah badai hujan. “Ini adalah buangan dari pertanian, sehingga air memiliki semua jenis racun di dalamnya,” Robbins menjelaskan air di mana badannya tercemplung.

Namun, dia menganggap bahwa hal itu sepadan. “Saya suka film ini karena ini benar-benar menghasilkan momen ini,” katanya. “Itu sampai di sana melalui perjalanan panjang kesabaran, iman dan harapan. Saya pikir itu sebabnya dia bertahan selama ini.”