Baru-baru ini media sosial diramaikan mengenai kontroversi yang berkaitan dengan film Star Wars: The Force Awakens. Kontroversi in menyangkut negara China dan poster resmi untuk film ketujuh dari franchise Star Wars tersebut. Untuk keperluan promosi filmnya di wilayah China, poster ini dibuat dengan pengalihan bahasa ke bahasa Mandarin. Namun, tak hanya dari bahasa yang diubah, poster tersebut ternyata juga melakukan perubahan dari segi visual yang dianggap sebuah bentuk rasisme oleh sebagian kalangan.

Dalam versi AS dan negara lain, poster The Force Awakens menampilkan wajah jajaran pemeran utamanya, mulai dari Kylo Ren (Adam Driver), Rey (Daisy Ridley), dan Finn (John Boyega). Tiga karakter ini mempunyai ukuran paling besar dalam posternya, kemudian disusul karakter lain dengan ukuran yang lebih kecil.

JANGAN LEWATKAN
Para Astronot Siap Tonton The Force Awakens di Luar Angkasa

Namun, sebagaimana dilansir dari Variety, dalam poster versi China, karakter Finn yang memiliki kulit hitam dibuat lebih kecil ukuran sebenarnya, bahkan jika dibandingkan dengan tokoh robot android BB-8, karakter ini kalah besar. Karakter Finn juga diubah penempatannya menjadi di bawah karakter Han Solo (Harrison Ford) dan Princess Leia (Carrie Fisher). Hal ini sontak mendapat protes dari para pengguna media sosial. Karena selama ini Finn merupakan yang digambarkan sebagai salah satu karakter utama.

 

JANGAN LEWATKAN
5 Film Bioskop Terbaru Bulan Desember Yang Wajib Kamu Tonton

Indikasi kasus rasisme ini tak hanya masalah karakter Finn, hal lainnya mencuat dengan hilangnya karakter yang mencerminkan atau diperankan bukan oleh pemeran berkulit putih. Karakter Maz Kanata yang diperankan oleh aktris berdarah Kenya Lupita Nyong’o, karakter pilot Poe Dameron yang diperankan oleh aktor kelahiran Guatemala, Oscar Isaac, dan karakter Chewbacca, ketiganya hilang dalam poster versi China.

Sejauh ini belum ada klarifikasi dari pihak Disney maupun distributor di China. Filmnya sendiri baru akan beredar di bioskop China mulai 9 Januari 2016.

Kasus berbau rasisme memang selama ini selalu mendapat sorotan di Hollywood. Kasus serupa juga pernah muncul untuk film pemenang Oscar di tahun 2014, 12 Years a Slave. Film yang menyorot seorang budak kulit hitam di AS ini sempat dibuatkan poster untuk promosi di Italia, yang cukup mengundang reaksi keras para netizen. Pasalnya, beberapa poster ini terlalu mengedepankan para pemain kulit putih seperti Brad Pitt dan Michael Fassbender ketimbang pemeran utamanya yang seorang berkulit hitam, Chiwetel Elijofor, yang ukurannya dalam poster diperkecil. Isu ini pun kemudian berakhir dengan permintaan maaf dari pihak distributor film ini di Italia, dan poster-poster tersebut ditarik dari peredaran.

JANGAN LEWATKAN
Iko Uwais dan Pemeran The Raid Dipastikan Tampil di Star Wars: The Force Awakens
BAGIKAN
Penulis di Dafunda #Movies, Suka Main Game dan Nonton Film, Mau Kenal Lebih Dekat? Colek di Sosial Media.