Film dokumenter berjudul The Look of Silence atau Senyap, adalah salah satu kisah tentang Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia. Film garapan Joshua Oppenheimer ini, bercerita tentang pembantaian massal terhadap orang-orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, dan berhasil masuk dalam nominasi Academy Awards 2016 untuk kategori Film Dokumenter Terbaik.

“Saya sangat bangga terhadap semua yang terlibat dalam penggarapan film ini. Ini sangat bagus untuk perfilman Indonesia,” papar Joshua Oppenheimer, seperti dikutip VOA Indonesia.

The Look of Silence sendiri merupakan lanjutan dari The Act of Killing alias Jagal yang juga pernah jadi nomine Oscar pada dua tahun lalu. Kisah film The Look of Silence menyoroti pria bernama Adi Rukun yang mengkonfrontasi orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan kakaknya pada tahun 1965.

JANGAN LEWATKAN
Lagi-lagi Nominasi Oscar 2016 Hanya Didominasi Kulit Putih

Film Joshua Oppenheimer satu ini bekerja sama langsung dengan rumah produksi Indonesia. Jadi, bisa dikatakan ini merupakan film Indonesia pertama yang masuk dalam nominasi Oscars.

“Kami bisa mendapatkan nominasi Oscar yang pertama untuk Indonesia berkat keberanian dari para kru film di Indonesia dan tokoh utama, Adi Rukun yang penuh empati, bijaksana, dan baik hati. Saya sangat bahagia,” lanjut sutradara kelahiran Texas tahun 1974 ini.

Film ini kembali melibatkan sineas Indonesia yang identitasnya sengaja dirahasiakan. Orang ini berperan sebagai ko-produser dan asisten sutradara, sineas anonim ini juga bertanggung jawab akan kelancaran produksi film ini di Indonesia dan keselamatan semua yang terlibat dalam penggarapan film ini, termasuk Adi Rukun beserta keluarganya.

JANGAN LEWATKAN
8 Film Indonesia yang Mendapat Penghargaan di Internasional

“Kami harus selalu menyediakan mobil untuk Adi agar ia bisa segera dilarikan dari sebuah konfrontasi sebelum kami selesai syuting agar ia terhindar dari bahaya atau diserang oleh pelaku kejahatan. Keluarga Adi harus selalu kami siapkan untuk dievakuasi selama konfrontasi berlangsung,” papar Oppenheimer.

Dalam pernyataan kepada VOA, Oppenheimer dan produser Signe Byrge Sorensen berharap nominasi ini dapat “membantu Indonesia menyampaikan kerinduannya akan hadirnya kebenaran, keadilan, dan penyembuhan.”

Film yang dirilis Desember 2014 ini mengikuti perjalanan Adi Rukun, seorang laki-laki yang mencari tahu pembunuh kakak kandungnya, yang menjadi korban pembantaian massal tahun 1965 di Sumatera Utara.

“Senyap” bersaing dengan Amy, Cartel Land, What Happened, Miss Simone? dan Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom untuk memperebutkan gelar film documenter panjang terbaik dalam ajang Oscars. Penghargaan the Academy Awards ke-88 akan diadakan 28 Februari 2016 di Los Angeles.

JANGAN LEWATKAN
Presiden Oscar Angkat Bicara Soal Perbedaan Warna Kulit