Libur Natal dan tahun baru akan segera tiba. Ini berarti tayangan televisi akan dipenuhi film-film spesial liburan Natal. Deretan film-film yang cocok untuk menjadi tontonan keluarga beserta anak-anak. Dari sekian banyak film langgannan libur Natal, Home Alone adalah film yang paling sering diputar dan menjadi idola banyak orang dari anak-anak hingga dewasa.

Film ini sudah membuat tiga film panjang dan dua film televisi. Tetapi yang paling populer dan dikenal secara global adalah tiga film panjangnya, yaitu Home Alone(1990), Home Alone 2: Lost in New York (1992) dan Home Alone 3 (1997). Film yang menceritakan pertualangan anak kecil yang mengangkat pesan-pesan positif pada hari Natal itu sebenarnya terdapat muatan yang menunjukkan film ini penuh kekerasan.

Jika dilihat-lihat, tiga film panjang Home Alone mempunyai formula cerita yang sama, yaitu karakter anak-anak yang tertinggal sendirian di sebuah lingkungan pada musim dingin akibat konflik tertentu dalam keluarganya. Dalam kondisi inilah si anak yang dalam ceritanya, Kevin (Macaulay Culkin), memulai petualangannya.

Karena bertemu dengan penjahat-penjahat amatir membuat Kevin membangun berbagai macam jebakan untuk mencegah penjahat menangkapnya. Jebakan-jebakan inilah yang akan menjadi fokus utama dalam artikel ini.

Cerita Home Alone yang ditulis oleh John Hughes disebut The Atlantic sebagai cerita yang dieksekusi seperti film-film Quentin Tarantino, yaitu kekerasan di dalamnya digarap dengan penuh pertimbangan estetika, sekuat tenaga dan tak termaafkan. Kekerasan tersebut membuat pelakunya merasa senang, dan menggambarkan bagaimana para musuh tak berdaya melawan karakter utama yang sebenarnya hanya sebuah ancaman kecil.

o-HOME-ALONE-facebook

Sebelum masuk membahas lebih dalam mengenai kekerasan dalam film Home Alone, kami telah merangkum beberapa kekerasan yang terjadi kepada dua penjahat amatir, Harry (Joe Pesci) dan Marv (Daniel Stern), melalui poin di bawah ini.

  • Saat Harry tersengat listrik ketika mencoba memasuki rumah Kevin, sengatan itu kemungkinan memberi luka bakar yang parah.
  • Harry dan Marv sama-sama terkena tembakan dari peluru karet dari Kevin.
  • Kepala Harry terkena semburan abi yang menyebabkan rambut dan kulit kepalanya hampir mengelupas.
  • Marv tertampar setrika besi.
  • Tak terhitung Harry dan Marv terpeleset oleh jebakan Kevin yang membuat mereka berkali-kali terjatuh dengan parah.

Dari semua jebakan itu, Kevin melakukannya dengan senang hati, jebakan tersebut juga membuat mereka malu. Selain itu, Kevin menggunakan kemampuan merakit jebakannya tak hanya untuk penjahat. Dalam sebuah adegan di film Home Alone, saat Kevin di rumah sendirian, dia menggunakan rekaman film untuk menakut-nakuti pengantar Pizza. Dalam Home Alone 2: Lost in New York, Kevin sekali lagi juga menggunakan rekaman jebakannya untuk menakuti petugas hotel.

Home-Alone-home-alone-15934154-853-480

Mengenai kepribadian yang digambarkan Kevin dalam Home Alone, kontributor situs Grantland, Jason Concepcion, menyebut  Kevin sebagai wujud kecil dari karakter pembunuh berantai dari film Saw yang mengangkat sebuah permainan hidup dan mati, sebuah versi sederhana dari luka yang disebabkan dari jebakan-jebakan yang dibuat Kevin.

Hal ini cukup memprihatinkan, mengingat Home Alone tumbuh besar menjadi film liburan yang terkenal, tak hanya di Amerika, tetapi juga dunia termasuk Indonesia. Apakah film ini masih pantas di tanyangkan pada liburan Natal dan di tonton anak-anak? Berikan masukanmu di kolom komentar!

BAGIKAN
Muhammad Furqan
Penulis di Dafunda #Movies, Suka Main Game dan Nonton Film, Mau Kenal Lebih Dekat? Colek di Sosial Media.