Cheryl Boone Isaacs, presiden ajang Academy Awards ke-88, akhirnya angkat bicara soal masalah kurangnya keberagaman dengan tak adanya nominee bintang berkulit hitam dalam ajang perfilman tahun ini.

Seperti disampaikan Ace Showbiz, Selasa (19/1/2016), Isaacs mengaku bahwa hatinya sendiri sangat hancur dan frustasi saat melihat daftar nama-nama dan judul yang masuk dalam nominasi.

“Ini menjadi percakapan yang sulit tetapi penting, dan ini waktunya untuk perubahan besar. Pihak Academy mengambil langkah dramatis untuk mengubah susunan keanggotaan kami,” katanya.

“Dalam beberapa hari dan minggu mendatang kami akan melakukan review dari rekrutmen keanggotaan kami dalam rangka untuk membawa keragaman yang banyak dibutuhkan di kelas kami pada 2016 dan seterusnya,” lanjut Cheryl soal rencananya untuk Academy Awards di masa depan.

JANGAN LEWATKAN
Lagi-lagi Nominasi Oscar 2016 Hanya Didominasi Kulit Putih

“Seperti yang banyak kalian tahu, kami kami telah menerapkan perubahan untuk keberagaman di keanggotaan kami dalam empat tahun terakhir, Tapi perubahan itu tidak datang secepat seperti yang kami inginkan. Kami perlu berbuat lebih banyak, dan lebih baik dan lebih cepat.”

Menurutnya lagi, masalah keberagaman memang telah menjadi hal yang menghantui penyelenggara ajang Academy Awards. Di tahun 1960 dan 1970, ada polemik dalam hal merekrut anggota berusia muda.

Sebelumnya, daftar nominasi Academy Awards ke-88 dikritik keras karena banyak bintang kulit hitam yang menonjol selama 2015 namun tak diberikan peluang untuk meraih Piala Oscar 2016.

Jada Pinkett Smith dan sutradara Chi-Raq, Spike Lee,  menyerukan boikot terhadap Oscar. Sementara Chris Rock dan Will Packer, produser Straight Outta Compton, mengeluarkan pernyataan keras. Snoop Dogg bahkan meluapkan kekesalannya terhadap ajang film paling bergengsi tersebut melalui video Instagram.

Fuck the oscars Rinse off to that 😡✨🌟😖

A video posted by snoopdogg (@snoopdogg) on

BAGIKAN
Penulis di Dafunda #Movies, Suka Main Game dan Nonton Film, Mau Kenal Lebih Dekat? Colek di Sosial Media.