Ini adalah Review Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo Episode 03, untuk melihat Review utama bisa menuju Konten berikut ini.  Kim Bok-Joo (Lee Sung-Kyung) adalah atlet angkat besi perempuan dari perguruan tinggi yang menjanjikan. Ayahnya menjalankan sebuah restoran ayam kecil dan pamannya ingin menjadi seorang aktor. Dia memiliki kepribadian yang cerah dan rasa keadilan yang kuat. Kim Bok-Joo dan teman-temannya di tim angkat besi perempuan tidak populer dengan orang-orang dan mereka tidak memiliki pacar

Sementara itu, Jung Joon-Hyung (Nam Joo-Hyuk) adalah perenang dari perguruan tinggi yang diganggu dengan berbagai diskualifikasi start yang salah. Dia berumur 21 tahun dan memiliki semangat bebas. paman dan bibinya membesarkannya bersama dengan sepupunya Jung Jae-Yi (Lee Jae-Yoon). Yuk lanjutkan dengan membaca ke Review Episode tiga dari kami:

Bok-Joo Mulai Gila

Di awal episode kali ini, Bok-Joo tampak baru selesai melakukan konsultasi dengan dokter Jae-Yi, dia mendapat tawaran untuk melakukan mengobatan dan membutuhkan banyak uang. Bok-Joo benar-benar sedang kepayang dan gila cinta. Setiap saat ia berkhayal kalau Jae-Yi sedang memperhatikannya. Untuk mendaftar, Bok-Joo perlu sekitar 590 ribu won. Dia sudah mengecek tabungannya, pulang ke rumah untuk meminta kepada ayahnya namun tidak jadi karena motor yang digunakan ayahnya untuk mengantar makanan sudah usang.

wf-eps3-1-daf

Keesokan harinya Bok-Joo tampak sangat lesu, teman-temannya penasaran tapi Bok-Joo hanya mengatakan kalau dia sedang tidak enak badan. Dia lagi-lagi berhalusinasi dan berlarian kesana kemari seperti orang gila. Hingga malam hari Bok-Joo sedang berjalan dengan teman-temannya, mereka menbicarakan kegiatan daki gunung. Event itu akan memberikan hadiah 300 ribu won untuk orang pertama yang mencapai puncak. Bok-Joo yang mendengarnya terpacu kembali dan mempersiapkan diri untuk event tersebut.

Event Pendakian Gunung

Dengan embel-embel hadiah dari rektor, Bok-Joo mulai mendaki dengan semangat. Sosok halusinasi Jae-Yi yang berada di atas gunung juga memberikan samangat kepadanya, “Fighting!!” Event ini diikuti oleh seluruh tim dari Universitas Haneul, perenang Joon-Hyung juga ikut mendaki. Dia dan temannya terlihat kelelahan, mereka pura-pura sakit ketika berjumpa dengan seniornya. Alih-alih berhenti, seniornya malah membuat akting mereka berantakan, mereka pun harus mendaki gunung tersebut. Joon-Hyung pun naik terlebih dahulu dan melihat Bok-Joo. Entah mengapa tenaganya yang sudah sedikit itu jadi berlipat ganda ketika melihat “si Gendut”.

wf-eps3-3-daf

Mereka pun akhirnya mendaki berdua, Bok-Joo sempat terjatuh karena didorong oleh Joon-Hyung yang berniat membantu. Pendakian mereka dipenuhi dengan muka judes Bok-Joo dan rasa bersalah Joon-Hyung. Joon-Hyung sempat menawarkan untuk menggendong, tapi Bok-Joo menolaknya.Ketika sampai di atas, Bok-Joo melihat kalau sudah banyak mahasiswa lain yang sudah sampai duluan. Dia terlihat kecewa dan menyalahkan Joon-Hyung. Kakinya terkilir namun tidak terlalu parah dan pergi meninggalkan Joon-Hyung sendirian.

Joon-Hyung Memukul Orang karena Menjelekkan Bok-Joo

wf-eps3-6-daf

Di malam hari setelah event mendaki gunung, Bok-Joo dan kedua sahabatnya makan dan minum di sebuah restoran. Nan-Hee yang terlalu mabuk membuat pelanggan laki-laki di belakangnya terganggu. Mereka sempat saling beradu argumen dan akhirnya tim Bok-Joo pergi. Joon-Hyung yang sempat melihat tidak terlalu menghiraukan mereka, dia dan Tae-Kwon juga memang sedang ingin makan. Setelah Bok-Joo pergi, sekelompok lelaki tadi memang menjelek-jelekkan Bok-Joo. Karena terlalu menjengkelkan, Joon-Hyung tidak sabar dan menghampiri kelompok tersebut. Sebuah pukulan mendarat di wajah orang yang mengejek Bok-Joo, Joon-Hyung dan Tae-Kwon berlari keluar dari restoran karena kalah jumlah.

wf-eps3-4-daf

Bok-Joo ternyata masih berada di sekitar tempat itu, mereka terpaksa beristirahat karena Nan-Hee terlalu mabuk untuk sekedar berjalan. Setelah Nan-Hee agak sadar, tiba-tiba Joon-Hyung menyuruh Bok-Joo lari. Sekelompok lelaki yang tadi bertengkar dengan mereka tampak mengejar dengan wajah marah. Mereka pun berlari, di persimpangan Sun-Ok, Nan-Hee, Tae Kwon pergi ke arah kanan, sementara Joon-Hyung dan Bok-Joo ke arah sebaliknya. Lelaki yang mengejar itu pun mengikuti Joon-Hyung, tapi kehilangan jejak. Joon-Hyung dan Bok-Joo bersembunyi di bawah meja dalam supermarket.

wf-eps3-7-daf

Setelah kejadian itu, mereka mengobrol di spot kampus yang menghadap ke kota. Bok-Joo bertanya mengapa Joon-Hyung dikejar para lelaki itu, “Apakah kau berkelahi karena aku?” Sudah jelas Joon-Hyung membantahnya dan membuat alasan kalau motto hidupnya, “Menjauh dari urusan orang lain dan Orang lain juga menjauh dari urusanku. Itulah motto-ku dalam hidup.” Namun tampak beberapa kali Joon-Hyung mencuri pandang, dia juga sempat bertanya, “Bukankah aku sudah lebih menarik dari sebelumnya?” dan Bok-Joo mengancam akan memukulnya lagi.

Flashback dan Kehidupan Shi ho

Di awal, Shi ho tampak sedang berlatih. Memang peformanya sedang benar-benar buruk, pelatih menganjurkannya untuk mengikuti latihan musim dingin di Russia. Shi Ho berkata kalau dia akan membicarakan terlebih dahulu dengan ibunya. Ketika pulang ke rumah, ia mendengar ayah dan ibunya sedang bertengkar. Mereka memang bukan golongan orang kaya, kehidupan mereka sangat sulit. Apalagi untuk membiayai kuliah, latihan dan keperluan lainnya. Ayahnya mengatakan kepada ibunya untuk tidak terlalu memaksakan kehendak. Mendengar itu semua, Shi Ho tidak jadi masuk dan pergi membeli minuman.

wf-eps3-2-daf

Dia sempat menghubungi Joon-Hyung karena ingin curhat, Joon-Hyung pun menemui dan mendengar semua uneg-unegnya. Sekilas juga ditampilan flashback ketika Joon-Hyung dan Shi Ho masih pacaran, mereka pernah pergi kesebuah toko sepatu dan cuma melihat saja. Saat Joon-Hyung kembali ke asrama, temannya mendapati sebuah bungkusan tanpa tanda pengenal untuk Joon-Hyung, padahal dia sedang tidak menerima apapun. Bungkusan itu berisi sepatu dan dia tahu siapa yang mengirimkan kepadanya. Beberapa saati kemudian Joon-Hyung menemui Shi Ho, dia mengembalikan kembali sepatu itu karena merasa tidak pantas menerimanya.

Respon Jae-Yi dan Kebimbangan Bok-Joo

wf-eps3-5-daf

Setelah semua kejadian itu, Bok-Joo mulai bertekad untuk lebih giat berlatih agar bisa menghasilkan uang sendiri. Ternyata ayahnya memberikan uang karena sudah dibelikan skuter baru dari pamannya yang baru mendapat upah bintang film. Dia sudah bertekad untuk tidak menggunakan uang pemberian ayahnya. Saat membersihkan tempat berlatih, sebuah pesan masuk, “Kalau dipikir-pikir. Aku lebih suka Ronaldo daripada Messi. Semoga harimu menyenangkan.” Sanking senangnya, wajah Bok-Joo memerah. Dia kemudian berlari ke tempat praktek si dokter.

Di lampu merah, dia melihat Jae-Yi yang berada di seberang jalan. Bok-Joo hanya mengira kalau itu halusinasinya. Dia dan Jae-Yi berjalan hingga ke tengah, Bok-Joo mencoba menyentuh si dokter dan si dokter berbicara padanya. Bok-Joo masih tidak percaya, lalu dia menyentuh wajah Yae-Ji dan akhrinya sadar kalau itu benar-benar Jung Jae-Yi.

Preview Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo Episode 03

Nah, Segini saja review Dafunda #Movie untuk Weightlifting Fairy Episode 3. Oh iya, ada satu quote yang kami suka dari episode ini.

“Api itu sangat indah sehingga aku rela melemparkan diriku sendiri ke dalamnya. Tidak ada keindahan tanpa rasa sakit” – Ngengat

TINJAUAN IKHTISAR
GRAFIS
7.5
ALUR CERITA
8.3
KARAKTER
7.7
MUSIK
7.5
BAGIKAN
Muhammad Furqan
Penulis di Dafunda #Movies, Suka Main Game dan Nonton Film, Mau Kenal Lebih Dekat? Colek di Sosial Media.