Berita MusikMusik

Kematian Kurt Cobain Dipertanyakan Lagi: Bukan Bunuh Diri?

Selama ini kita tahu, bahwa kematian Kurt Cobain disebabkan oleh bunuh diri, tapi investigasi terbaru berkata ada beberapa kejanggalan.

Sudah lebih dari 30 tahun sejak Kurt Cobain vokalis legendaris band Nirvana, meninggal dunia pada 5 April 1994. Selama puluhan tahun, kematian Kurt Cobain tercatat sebagai tragedi bunuh diri. Tapi kini, isu soal kematian Kurt Cobain bukan bunuh diri kembali viral dan jadi perdebatan hangat di internet serta media internasional. 

Pemicunya adalah laporan baru dari satu tim ahli forensik independen yang dipimpin oleh Brian Burnett pakar forensik berpengalaman. Mereka meninjau ulang dokumen otopsi asli, foto tempat kejadian, dan bukti lain yang selama ini tersimpan dalam arsip. Hasilnya? Banyak hal yang dianggap tidak cocok dengan cerita bunuh diri yang sudah lama dipercaya publik. 

Kejanggalan Kematian Kurt Cobain

Kematian Kurt Cobain
Kurt Cobain/Grammy

Menurut laporan itu, ada beberapa kejanggalan yang cukup bikin orang berpikir dua kali:

Otot dan organ tubuhnya menunjukkan tanda-tanda overdosis heroin berat sebelum tembakan terjadi, bukan akibat dari tembakan. Posisi dan kondisi senjata dinilai tidak sesuai dengan skenario bunuh diri spontan.

Ada yang menyebut senjata ditempatkan pada tubuhnya oleh pihak lain, bukan ia yang menembakkannya sendiri. Bukti di TKP (tempat kejadian perkara) digambarkan terlalu “rapi” untuk sebuah adegan bunuh diri, seperti jarum suntik yang rapi tersusun dan lengan baju yang tergulung rapi.

Burnett bahkan sempat berkata, “Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu tentang ini,” menegaskan bahwa menurutnya kasus ini layak ditinjau ulang oleh pihak berwenang. 

Walaupun banyak orang sekarang makin membahas kematian Kurt Cobain bukan bunuh diri, ada juga fakta bahwa pihak berwajib seperti Seattle Police Department (SPD) dan lembaga pemeriksa medis di King County tetap pada pendirian lama. Mereka mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti baru yang cukup kuat untuk membuka kembali penyelidikan resmi. 

Melansir medcom, SPD menegaskan bahwa pemeriksaan mereka di tahun 1994 sudah dilakukan secara menyeluruh dan menyimpulkan kematian itu sebagai bunuh diri. Sampai sekarang, mereka belum melihat alasan yang cukup untuk mengubah kesimpulan tersebut. 

Di media sosial, netizen makin heboh dengan temuan ini. Banyak yang mulai meng-share ulang teori-teori lama tentang kemungkinan adanya faktor lain dalam kematian Cobain, dan memadukannya dengan hasil baru dari tim forensik independen. Beberapa bahkan merasa klaim itu membuka kembali misteri yang sudah lama terpendam.