Berita terbaru datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Ulama Indonesia (MUI). Najamuddin Ramly mengkonfirmasikan pengunduran diri Marwah Daud Ibrahim dari kepengurusan MUI. Pengunduran diri ini terkait dengan kasus Dimas Kanjeng, Marwah lebih memilih untuk membela Padepokan yang dipimpin oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini.

Marwah Daud merupakan politikus dari partai Gerindra, pengurus MUI dan juga pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Dirinya sadar bahwa ia menjadi sorotan banyak pihak, apalagi setelah Marwah Daud membela habis-habisan Dimas Kanjeng.

Untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan yang berkepanjangan, wanita ini resmi menyatakan kemunduran dirinya dari MUI pada hari Selasa, 4 Oktober 2016. Hal ini dilakukannya supaya proses bisa berlangsung secara objektif. Terdapat dua kemungkinan, Marwah Daud hanya berhenti dari MUI untuk sementara waktu atau mungkin selamanya.
Selanjutnya, Marwah Daud Ibrahim meminta kepada semua pihak agar bersabar sambil menunggu bukti-bukti yang dia yakini sebagai kelebihan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

JANGAN LEWATKAN
Ini Dia Cara Mudah Menggandakan Uang Ala Dimas Kanjeng

Apakah benar ada koper berisi uang milyaran rupiah di teras rumah Marwah Daud Ibrahim?

proses intograsi dimas kanjeng

Mantan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Mohamad Abdul Junaidi menceritakan bagaimana proses dari misteri koper uang ini. Junaidi mengungkapkan sebenarnya orang kepercayaan Taat, Ismail Hidayah, pernah menaruh koper berisi uang asli milyaran rupiah di teras rumah mantan pengurus MUI, Marwah Daud Ibrahim.

Menurutnya, dua koper uang tersebut diletakkan secara sembunyi-sembunyi dan membuat koper itu tampak datang sendirinya dengan kemampuan Dimas Kanjeng memindahkan atau memunculkan sesuatu. Tujuannya untuk membuat Marwah percaya bahwa Taat memiliki kemampuan memindahkan barang atas perantaraan jin.

Setelah uang diletakkan di teras rumah Marwah, Taat menelpon Marwah untuk memberitahukan bahwa ada uang yang muncul secara gaib di rumahnya. Padahal hal itu di lakukan oleh Ismail. Ismail kemudian diduga tewas dibunuh komplotan Dimas Kanjeng.

JANGAN LEWATKAN
Ini Dia Cara Mudah Menggandakan Uang Ala Dimas Kanjeng

Setelah kejadian itu, Marwah berpikir dan merenung selama setahun untuk dapat meyakini kemampuan Dimas Kanjeng. Wanita lulusan American University yang sebelumnya ragu dengan kemampuan Dimas Kanjeng akhirnya percaya dan bergabung menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejak 2011.

Namun, Marwah membantah kalau dirinya menerima dua koper dengan isi uang Milyaran yang dikiranya kiriman gaib dari Taat Pribadi. Tapi dia tetap mempercayai kemampuan khusus yang dimiliki Dimas Kanjeng, dia bahkan menyamakan kemampuan Dimas Kanjeng dengan Mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa memerintah jin untuk memindahkan kerajaan.

Marwah Daud seorang intelektual dan politikus. Mengapa masih percaya kemampuan Dimas Kanjeng?

marwah-daud-2-daf-min

Dengan pengunduran diri yang diajukan ini, MUI dan Marwah Daud sudah tidak terikat lagi secara kelembagaan. Tindakan dan keyakinan Marwah yang tetap membela Padepokan Dimas Kanjeng ini murni alasan pribadi.

JANGAN LEWATKAN
Ini Dia Cara Mudah Menggandakan Uang Ala Dimas Kanjeng

Najamuddin, mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan fatwa setelah menerima hasil investigasi dari MUI Jawa Timur. Secara probadi, Najamuddin sendiri masih bingung mengapa Marwah lebih mendukung Padepokan ini dan mengambil tindakan untuk keluar dari MUI. Sebagai orang yang terdidik, organisatoris dan politisi, seharusnya Marwah tahu dengan benar dan tidak mempercayai tindakan yang tidak masuk akal dan menyimpang dari akidah islam.

Ikuti Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi

KLIK DISINI