Industri anime sering kali menyuguhkan kejutan pada saat rilis perdana sebuah serial. Musim pertama sering kali berfungsi sebagai indikator keberhasilan, menampilkan animasi yang menarik, alur cerita yang kuat, serta pengembangan karakter yang bagus, sehingga menarik minat penggemar untuk terus mengikuti kelanjutan ceritanya. Namun, standar tinggi yang ditetapkan oleh musim pembuka tersebut sering kali menjadi tantangan, karena harapan yang tinggi sulit untuk dipenuhi pada musim-musim selanjutnya. Berikut adalah anime yang kualitasnya menurun setelah season pertama.
Dalam beberapa kasus, serial anime yang sebelumnya mendapat banyak pujian mengalami penurunan kualitas yang signifikan pada sekuelnya. Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap hal ini, termasuk perubahan staf di studio, ketidaksesuaian visi antara adaptasi dengan materi sumbernya (seperti manga), serta pengembangan alur cerita yang kurang menarik.
Anime yang Kualitasnya Menurun
1. Sword Art Online

Anime Sword Art Online memperkenalkan konsep yang unik mengenai pemain yang terjebak dalam dunia permainan video, dengan premis bahwa kematian di dalam permainan mengakibatkan konsekuensi yang permanen, seperti yang dipresentasikan dalam arc Aincrad.
Namun, pada musim-musim berikutnya, terutama setelah arc tersebut, serial ini mengalami kesulitan dalam mempertahankan tingkat ketegangan dan kualitas yang setara, sehingga hanya musim pertamanya yang meraih sejumlah penghargaan.
2. Vinland Saga

Musim pertama Vinland Saga menerima banyak rekomendasi positif berkat kombinasi elemen aksi dan pengembangan emosional yang kuat. Transisi karakter Thorfinn ke pencarian kedamaian di musim ini dianggap sebagai aspek yang direncanakan dengan baik.
Namun, musim kedua menuai kritik karena dianggap berlangsung lambat, bahkan dijuluki “simulator pertanian” oleh beberapa penonton akibat fokus yang berlebihan pada kehidupan di bidang pertanian. Meskipun karakter-karakternya memiliki pengembangan yang solid, bagian tengah dari musim kedua dinilai kurang menarik bagi sebagian penonton.
3. Re:Zero Starting Life in Another World

Anime ini memperoleh perhatian besar berkat konsep “Return by Death” yang diperkenalkan melalui karakter Subaru, yang dianggap unik dan mengesankan. Namun, Season 2 mengalami beberapa masalah terkait ritme cerita dan kualitas produksi yang dinilai lebih rendah dibandingkan Season 1. Masalah ini berimplikasi pada keterlibatan penonton, ditambah dengan kurangnya pengembangan untuk karakter-karakter pendukung.
4. One-Punch Man

Anime One-Punch Man menjadi terkenal karena kualitas animasi yang tinggi dan karakter utamanya yang unik. Namun, Season 2 menerima kritik negatif terkait penurunan kualitas animasi setelah pergantian studio dari Madhouse ke J.C. Staff. Penurunan ini disayangkan oleh penggemar, terutama ketika karakter antagonis yang populer, Garou, diperkenalkan dengan cara yang dianggap kurang memuaskan.
5. The Promised Neverland

Musim pertama dari serial anime The Promised Neverland menerima banyak perhatian positif karena konsep yang kelam dan ketegangan yang muncul durante usaha anak-anak untuk melarikan diri dari panti asuhan. Namun, musim kedua dianggap kurang memuaskan oleh sebagian penonton, karena pengambilan keputusan yang cepat.
Pengalihan dari jalur cerita yang ada dalam manga asli, serta terasa terburu-buru menuju akhir cerita. Akibatnya, beberapa momen penting yang dapat memperkaya dunia cerita dan meningkatkan tingkat risiko yang dihadapi oleh karakter-karakter tersebut terabaikan.





