Ada Ribuan Video Telekonferensi Zoom Cloud Meeting Bocor di Internet

in ,
Video Rekaman Zoom Banyak Tersebar Di Internet
Video Rekaman Zoom Banyak Tersebar Di Internet | twitter.com

Siapa sih yang tidak tahu dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting yang cukup populer selama masa pandemi COVID-19 ini. Namun aplikasi telekonferensi populer ini mulai diragukan keamanannya. Menurut laporan banyak dari rekaman video telekonferensi Zoom yang bocor di internet.

Ada sekitar ribuan rekaman video Zoom yang tersimpan di aplikasi pihak ketiga tanpa memiliki perlindungan seperti password sehingga siapa saja bisa melihat dan mengunduhnya.

Salah seorang peneliti keamanan bernama Patrick Jakcson, ia mengungkapkan ada 15.000 rekaman video Zoom yang tidak terlindungi dengan password yang disimpan di cloud.

Ribuan Video Rekaman di Aplikasi Zoom Cloud Meeting Tersebar di Internet

Aplikasi Telekonferensi Populer Zoom
Aplikasi Telekonferensi Populer Zoom

Menurut laporan Washington Post mereka juga menemukan beberapa video yang bocor. Seperti video terapi pribadi video belajar mengajar, video pertemuan bisnis hingga video asusila.

Di dalam video training kesehatan yang bocor, di dalamnya juga terdapat nomor ponsel serta nama peserta. Selain itu ada juga dokumen laporan keuangan dari perusahaan saat melakukan telekonferensi bisnis ikut bocor.

Kalau untuk kegiatan belajar mengajar, dalam rekaman itu terlihat semua wajah anak-anak serta informasi diri mereka.

Artinya setiap rekaman video yang disimpan oleh penggunanya, maka rekaman video Zoom itu bisa dengan mudah diakses oleh orang lain yang bukan pemiliknya.

Celah sistem pada penyimpanan

Disayangkan video rekaman Zoom yang telah beredar di internet diketahui juga tidak sengaja diunduh oleh platform lain.

Zoom memang memiliki fitur yang mengizinkan pengguna yang berbayar bisa menyimpan rekaman cloud seperti di server Zoom.

Namun pengguna bisa juga menyimpan di perangkat lain seperti di PC atau laptop dan server pribadinya.

Tetapi sudah terjadi miskonfigurasi di saat melakukan penyimpanan, sehingga membuat rekaman video Zoom rentan dan dapat diakses oleh orang lain. Orang lain juga bisa saja meretas server setelah itu baru mereka mengunduh semua rekaman video Zoom yang telah disimpan penggunanya.

Aplikasi Zoom terdapat fitur di mana host (penyelenggara pertemuan) bisa merekam video telekonferensi tanpa ada persetujuan semua peserta. Mereka hanya mendapatkan notifikasi jika telekonferensi lagi direkam dan dapat juga memilih opsi untuk meninggalkan pertemuan (leave meeting).

Jika kamu merasa tidak ingin direkam karena soal keamanan, kamu bisa memberitahukan host atau meninggalkan sesi pertemuan.

Aplikasi Zoom ini mendadak populer setelah banyak digunakan oleh pengguna seluruh dunia yang sedang melakukan karantina atau isolasi untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

Banyak dari mereka yang menggunakan aplikasi Zoom cloud meeting untuk melakukan pertemua online, mengadakan diskusi soal pekerjaan, serta kegiatan belajar mengajar di rumah.

Namun kini soal kerentanan Zoom sudah mulai ramai dibicarakan belakangan ini. CEO Zoom, Eric S Yuan telah mengakui jika aplikasi nya tidak sepenuhnya aman.

Ia juga telah berjanji bakal menyelesaikan masalah terkait privasi serta keamanan dalam 90 hari ke depan.

Bagikan jika kamu suka