Dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) global, Tiongkok kembali menunjukkan taringnya. Sebuah model AI baru, Kimi K2 Thinking dari Moonshot AI, dilaporkan berhasil melampaui performa platform AI raksasa Amerika Serikat, yaitu GPT-5 dari OpenAI dan Claude Sonnet 4.5 dari Anthropic.
Keberhasilan ini menandai pencapaian signifikan dan menempatkan Tiongkok pada level yang sangat kompetitif dalam perlombaan AI global.
Keunggulan Kimi K2 Thinking

Moonshot AI merancang Kimi K2 Thinking dengan filosofi “berpikir sebelum berbicara.” Model ini merupakan tipe Mixture of Experts yang memadukan beberapa kemampuan inti untuk mencapai kinerja superior:
- Perencanaan Jangka Panjang dan Penalaran Adaptif
- K2 Thinking mampu menguraikan masalah yang ambigu dan terbuka menjadi sub-tugas yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.
- Siklus Dinamis
- Model ini menjalankan siklus yang terus menerus: berpikir, mencari, menggunakan browser, membuat kode, lalu menghasilkan dan menyempurnakan hipotesis. Proses ini memungkinkan model untuk memverifikasi bukti, bernalar, dan menyusun jawaban yang koheren.
- Kemandirian Tinggi
- K2 Thinking dapat menjalankan hingga 200 hingga 300 panggilan secara berurutan tanpa memerlukan campur tangan manusia. Kemampuan ini memungkinkannya bernalar secara koheren dalam ratusan langkah untuk memecahkan masalah yang sangat kompleks.
Bukti nyata keunggulan Kimi K2 Thinking terlihat dari skornya dalam Humanity’s Last Exam (HLE). Model ini mencapai skor state of the art sebesar 44,9 persen dengan dukungan alat python dan penelusuran web, mencetak rekor baru dalam kinerja penalaran tingkat multi-domain.
Kinerjanya dalam pengodean (kodifikasi) dilaporkan lebih cerdas dibandingkan GPT-5 dan Sonnet 4.5.
Ancaman Harga dan Keamanan bagi Dominasi AS

Sejak kemunculan ChatGPT, banyak perusahaan mendapat bombardir dengan penawaran paket bisnis AI, seperti ChatGPT for Enterprise, dengan promosi sebagai pendorong produktivitas dan asisten virtual.
Namun, kehadiran model-model Tiongkok, mirip seperti DeepSeek R1 sebelumnya, kini mempertanyakan nilai jual platform-platform AS yang mahal.
Faktanya, menurut laporan beberapa perusahaan global besar, seperti Airbnb mulai memilih menggunakan perangkat AI dari perusahaan Tiongkok. Alasannya sederhana: Kinerja yang lebih baik dalam beberapa tugas agensi penting, serta dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Meskipun Kimi K2 Thinking yang lebih murah ini memiliki daya tarik finansial yang besar, muncul kekhawatiran keamanan, terutama bagi model AI yang bersifat open source. Kekhawatiran ini pernah menyebabkan beberapa negara melarang penggunaan model sejenis dari Tiongkok.
Dampak Ekonomi Menggeser Prioritas Investor

Peluncuran Kimi K2 Thinking oleh Moonshot AI ini adalah pencapaian terbesar mereka. Keberhasilannya menggeser performa model Barat yang mahal menimbulkan dilema bagi pasar.
Meskipun mungkin ada perbedaan pandangan ideologis antara AI Barat dan Tiongkok, daya tarik finansial dari model Tiongkok yang menawarkan kinerja setara atau bahkan lebih baik dengan harga lebih murah, berpotensi besar mengungguli model Barat yang mahal.
Situasi ini kemungkinan akan menggeser fokus investor teknologi, yang semula mungkin khawatir dengan isu ideologis, menjadi lebih mempertimbangkan masalah ekonomi dan potensi keuntungan. Investor akan terpaksa untuk mempertimbangkan kembali perusahaan mana yang seharusnya mereka prioritaskan.
Baca Juga:





