Sebuah aplikasi unik asal China bernama “Are You Dead?” mendadak viral dan memicu perbincangan luas di media sosial. Aplikasi yang awalnya bernama Sileme dalam bahasa Mandarin ini dirancang khusus sebagai alat keselamatan bagi mereka yang menjalani gaya hidup soliter, seperti mahasiswa, pekerja kantoran, hingga kaum jomblo yang tinggal sendiri.
Tingginya minat masyarakat terhadap aplikasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Global Times, China diperkirakan memiliki hingga 200 juta rumah tangga beranggota satu orang. Hal ini membuat kebutuhan akan sistem keamanan mandiri menjadi sangat krusial.
Cara Kerja Aplikasi Keselamatan “Are You Dead?”

Aplikasi ini menawarkan fungsi yang sangat praktis namun vital bagi orang yang hidup sendiri. Berikut adalah mekanisme utamanya:
- Kontak Darurat
- Pengguna wajib menetapkan satu nomor kontak darurat.
- Sistem Check-In
- Pengguna harus melakukan check-in secara rutin di aplikasi keselamatan ini.
- Notifikasi Otomatis
- Jika pengguna tidak memberikan kabar atau tidak membuka aplikasi selama beberapa hari berturut-turut, sistem akan mengirimkan peringatan otomatis kepada kontak darurat yang telah terdaftar.
Dengan cara ini, teman atau keluarga bisa segera bertindak jika terjadi sesuatu pada pengguna yang tinggal sendirian tanpa pengawasan.
Kontroversi Nama “Are You Dead?” di Media Sosial
Meskipun fungsional, nama “Are You Dead?” memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang merasa nama tersebut terlalu blak-blakan, sementara yang lain justru menyukainya karena terkesan jujur dan efektif.
Beberapa alternatif nama seperti “Are You Alive”, “Are You Online”, atau “Are You There” sempat jadi usul oleh netizen. Namun, bagi banyak pengguna, keberadaan aplikasi keselamatan ini memberikan ketenangan batin. “Ini akan membuat kami yang belum menikah merasa lebih tenang menjalani hidup,” tulis salah seorang pengguna di Weibo.
Menanggapi lonjakan unduhan yang luar biasa, tim pengembang yang terdiri dari anak muda kelahiran setelah tahun 1995 ini memutuskan untuk melakukan rebranding. Dalam unggahan resmi di Weibo (13/1/2026), Sileme mengumumkan akan menggunakan nama merek global Demumu untuk versi terbaru yang akan rilis di pasar internasional.
Saat ini, Demumu sudah nangkring di posisi kedua daftar aplikasi berbayar di Apple App Store. Untuk menutup biaya operasional yang terus meningkat, pengembang kini memberlakukan skema pembayaran sebesar 8 yuan (sekitar Rp24 ribu) untuk sekali unduh.
Baca Juga:





