Bisnis Utama Sudah Tidak Laku Lagi, Go Pro Ingin Jual Diri?

in , ,
CEO GoPro Woodman Min

Akhir – akhir ini GoPro mengalami masa yang sulit. penjualan mereka makin menurun dan peminat mereka juga sudah tidak sebanyak dulu lagi. Bahkan baru-baru ini mereka memecat ratusan karyawan.

Bukannya tanpa perjuangan, Go Pro sudah mencoba pasar Drone agar bisnis Action Cam yang mulai merosot bisa di sokong oleh penjualan Drone. Sayangnya, Drone Karma juga tidak sanggup bertahan secara kompetitif dengan merek lain. Mengingat saat ini pasar Drone di kuasai oleh brand asal china, DJI.

Baca juga: Dianggap produk gagal, GoPro akan berhenti buat drone

Solusi yang Ditawarkan CE GoPro – Nick Woodman: Menjalin Kemitraan atau Menjual Perusahaan

Drone Karma Woodman CEO GoProUntuk mengatasi masalah sulit ini. CEO GoPro saat ini – Nick Woodman mengatakan bahwa mereka berusaha untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan lain atau jika tidak menuai hasil, Perusahaan GoPro akan dijual kepada perusahaan yang meminati mereka.

“Jika ada peluang bagi kami untuk bersatu dengan perusahaan yang lebih besar, maka itu akan menjadi perhatian utama kami dalam meningkatkan skala jangkauan GoPro,” kata Woodman, seperti Dafunda Tekno kutip dari CNBC.

GoPro kabarnya sudah menggaet J.P morgan Chase untuk membantu mereka mencari pembeli potensial. Walaupun begitu, Woodman mengatakan bahwa opsi agar tetap independen masih ada.

JANGAN LEWATKAN •
5 Jenis Drone Mewah dengan Harga Murah Dibawah Sejutaan

Kenyataannya GoPro terus merugi dari Tahun ke tahun

GoProPersaingan yang ketat menjadi alasan utama kenapa GoPro terus merugi. Tahun lalu menjadi yang terpahit bagi perusahaan yang populer lewat kamera aksi itu. Setelah yakin dengan Drone Karma namun berakhir dengan Gagal Produk sampai penjualan tak sampai target membuat mereka harus memecat ratusan karyawan berakhir dengan begitu buruk.

Berdasarkan laporan terbaru pada Kuartal IV 2017, pendapatan mereka diperkirakan mencapai USD 340 Juta (Rp 4,5 Triliun). Jumlah tersebut jauh di bawah target mereka senilai USD 470 Juta (Rp 6,3 triliun).

 

Padahal pada tahun 2016, GoPro berada di atas angin. mereka berhasil meraup USD 540 Juta (RP 7,2 triliun). Pencapaian tahun lalu menjadi yang terburuk sejak tahun 2014 waktu mereka menjadi perusahaan publik untuk pertama kalinya.

 

Saham GoPro juta jatuh hingga 30% setelah mereka mengumumkan diri mundur dari persaingan industri drone. Walaupun begitu, Woodman mengaku tidak menyesal telah membawa perusahaan ke lantai bursa saham.

“Kami berkomitmen untuk membangkitkan kembali bisnis kami pada 2018. Dengan roadmap dan pengeluaran operasional yang diprediksi lebih sedikit, GoPro dapat menunjukkan pertumbuhan pada semester I 2018,” tutur Woodman.

“Tentunya, kami akan menjalankan bisnis dengan sungguh-sungguh sebagaimana niat kami untuk tetap independen,” pungkasnya.