Bos Huawei Tidak Butuh Amerika Serikat Untuk Sukses!

in ,
Bos Huawei Soal Amerika Serikat

Beberapa waktu lalu hubungan Huawei dengan Amerika Serikat (AS) dinilai kurang harmonis setelah perusahaan asal China itu masuk ke dalam daftar hitam. Pemerintah Donald Trump juga ikut membatasi Huawei untuk mendapatkan pasokan komponen milik AS.

Namun dari pembatasan itu pula pemerintah AS malah membuat Huawei mendapat banyak simpati. Bahkan dari kebijakan AS itu membuat jiwa nasionalisme masyarakat China hingga vendor teknologi itu menjadi lebih jaya di tanah kelahirannya.

Pada kondisi tersebut, pendiri sekaligus CEO Huawei Technology, Ren Zhengfei menyebutkan mereka tetap optimis. Perusahaan yang didirikan itu akan bertahan sekalipun tidak mengandalkan bantuan dari Amerika Serikat.

Kata Bos Huawei Soal Amerika Serikat

Bos Huawei juga menyebutkan jika perusahaan mereka kemungkinan kecil akan dikeluarkan dari daftar hitam Amerika Serikat. Bahkan bisa dibilang nama Huawei akan berada di dalam daftar tersebut untuk selamanya.

“Kami tentu bisa bertahan dengan baik tanpa bantuan AS. Kami tidak peduli dengan AS menghapus Huawei dari ‘entity list’, mereka juga bisa jadi akan membuat kami selamanya di dalam list itu. Kami baik-baik saja tanpa mereka” ungkap Ren

Huawei Akan Tetap Bertahan Meski Tanpa Amerika Serikat

Seperti yang Dafunda Tekno kutip dari Phone Arena, Ren juga yakin jika Huawei adalah bagian dari negosiasi perdagangan antara AS dan China. Dengan begitu menurut Ren, Huawei sama sekali tidak ada urusan soal bisnis di AS.

Masuknya Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan AS mulai sejak Mei lalu. Pemerintah AS di sini tidak hanya memasukkan nama Huawei, ada sejumlah afiliasi Huawei yang juga ikut dimasukkan ke dalam daftar hitam yang disebut dengan ‘entity list’.

Seluruh perusahaan yang masuk ke dalam daftar tersebut dilarang untuk membeli segala komponen dari perusahaan AS tanpa izin dari pemerintah AS.

Jika Huawei berencana untuk membeli komponen milik AS, Huawei harus mengajukan izin kepada pemerintah AS saat pembelian tersebut.

Beberapa waktu terakhir ini pemerintah AS dibawah naungan Donald Trump secara agresif melobi beberapa negara untuk tidak menggunakan komponen milik Huawei. Khusunya untuk jaringan 5G yang saat ini sedang berkembang-kembangnya.

Departemen Perdagangan AS menyebutkan ketetapan kebijakan itu setelah Departemen Kehakiman AS mengklaim jika Huawei ada jalinan konspirasi dengan Iran. Huawei juga disebutkan ada hubungan dengan aktivitas yang dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Ayo mulai berdiksusi