Bekerja di depan layar komputer atau ponsel dalam waktu lama kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian, mulai dari pelajar hingga pekerja kreatif. Namun, di balik produktivitas tersebut, terdapat bahaya menatap layar terlalu lama yang mengintai kesehatan mata, misalnya CVS.
Keluhan seperti mata perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala sering kali dianggap sepele, padahal itu bisa jadi merupakan tanda Computer Vision Syndrome (CVS). Apa sebenarnya gangguan ini dan bagaimana cara mencegahnya agar produktivitas tetap terjaga? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Computer Vision Syndrome?

Menurut American Optometric Association, Computer Vision Syndrome atau digital eye strain adalah kumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang muncul akibat penggunaan perangkat digital seperti komputer, tablet, dan ponsel secara berlebihan.
Menatap layar secara terus-menerus memaksa mata bekerja ekstra keras untuk fokus pada jarak dekat. Hal inilah yang memicu tekanan berlebih pada otot mata. Kondisi ini semakin umum terjadi seiring meningkatnya durasi paparan layar di era digital saat ini.
Gejala Mata Lelah Akibat Layar Digital
Banyak orang tidak sadar telah mengalami CVS. Berikut adalah beberapa gejala mata lelah layar digital yang sering muncul:
- Mata terasa sangat lelah, kering, dan panas.
- Pandangan menjadi kabur atau tampak berbayang.
- Mata terasa perih atau seperti ada pasir di dalamnya.
- Sering mengalami sakit kepala setelah bekerja di depan komputer.
- Nyeri pada bagian leher, bahu, dan punggung akibat postur tubuh yang tidak ergonomis.
Risiko ini meningkat drastis jika menatap layar lebih dari 4–6 jam sehari tanpa jeda, terutama jika pencahayaan ruangan buruk atau resolusi layar tidak optimal.
Cara Mengatasi Mata Lelah dan Mencegah CVS
Agar kesehatan mata tetap prima di tengah tuntutan kerja, berikut adalah beberapa langkah cara mengatasi mata lelah dan mencegah dampak buruk CVS:
| Gejala yang Dirasakan | Solusi Cepat / Cara Mengatasi |
| Mata Kering & Perih | Paksa berkedip lebih sering atau pakai tetes mata |
| Pandangan Kabur | Terapkan Aturan 20-20-20 (Istirahat 20 detik) |
| Sakit Kepala | Atur jarak layar (40-70 cm) & kurangi brightness |
| Nyeri Leher/Bahu | Atur posisi layar sejajar atau sedikit di bawah mata |
1. Terapkan Aturan 20-20-20 Mata
Ini adalah metode paling efektif yang disarankan para ahli. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Aturan 20-20-20 mata ini berfungsi untuk merilekskan otot fokus mata yang tegang.
2. Biasakan Lebih Sering Berkedip
Saat menatap layar, frekuensi berkedip kita cenderung menurun. Padahal, berkedip sangat penting untuk menjaga mata tetap lembap dan mencegah iritasi akibat mata kering.
3. Atur Jarak dan Posisi Layar
Pastikan jarak layar dengan mata berkisar antara 40–70 cm. Posisikan layar sedikit di bawah garis pandang mata untuk mengurangi beban pada otot leher dan penglihatan.
4. Sesuaikan Pencahayaan dan Gunakan Filter Blue Light
Gunakan fitur night mode atau filter cahaya biru pada perangkat. Cahaya biru yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur dan mempercepat kelelahan mata menjadi penyebab Computer Vision Syndrome.
5. Rutin Periksa Kesehatan Mata
Lakukan pemeriksaan mata secara berkala ke dokter spesialis untuk menghindari CVS, terutama bagi kamu yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam sehari di depan perangkat digital.
Baca Juga:





