Hati-hati! Para Penjahat di Indonesia Mengincar Dompet Digital

in ,
Dompet Digital

Fraud atau dengan sebutan lain adalah tindakan penipuan di segi keuangan saat ini terbilang cukup tinggi. Banyak pelaku sudah pintar masuk ke berbagai celah yang ada di kartu kredit hingga yang saat ini sedang hits-nya akun e-wallet atau dompet digital.

“Angka penipuan fraud sangat tinggi. Namun sangat sulit untuk mencari posisinya. Singapura paling rendah, jika Indonesia bisa dikatakan sudah masuk antara top 3 dan 4″ ungkap Kevin Onggo, selaku Country Manager Indonesia CashShield.

Dompet Digital Rawan Penipuan

Tetapi terdapat adanya perbedaan antara fraud dengan kejadian di Indonesia dan negara lain. Seperti target yang berbeda. Jika di Eropa fraud lebih pada pelak yang menggunakan kartu kredit.

“Jika di Indonesia tergetnya kebanyakan ke e-wallet. Seperti penipuan lewat modus permintaan OTP kepada pengguna dompet digital” cetusnya.

“Namun credit card value nya sekarang tidak as precious as account. Jika account dalamnya terdapat saldo, maka gue bisa kena frad ke credit card gue kan, akun tersebut bisa digunakan orang lain. Tetapi jika credit card gue itu diambil, maka gue tinggal telpon aja ke bank. Tetapi jika account gue nelepon kan saldonya bisa ilang” tambahnya.

“Lalu di pihak lain, Justin Lie Founder & CEO CashShield menyebutkan jika perusahaannya masuk dalam bisnis yang memproteksi serangan fraud. Kami masuk berbagai celah e-wallet, dan sekarang fraud sudah lebih kompleks tetapi kami punya alat untuk mencegahnya” cetus Justin.

JANGAN LEWATKAN •
Ovo Tidak Lagi Gratis, Akan Kenakan Tarif Tranfer Bank Rp 2.500

Menariknya dari CashShield ini adalah pembacaan deteksi fraud melalui algoritma behavior atau dari kebiasaan. Sehingga sistem akan membaca mana yang masuk ke dalam frauders dan yang bukan, melalui pola-pola tertentu.

“Misalkan saya buka dompet digital Dana atau Ovo, kan disti banyak orang yang gunakan fake account untuk promosi, dulu ada promo Ovo kan beli pertama 100 % dapat cash back. Jadi jika gue buat akun fake 100 kali, gue akan dapat cash back 100 kali”Kevin menjelaskan dengan memberikan contoh untuk pencegahan yang mesti dilakukan.

Disamping akun fake, transaksi ilegal juga bisa difilter. Mulai dari algoritma yang membaca high-frequency tranding dan pemindai pola. Mereka bisa mendeteksi akan kemungkinan terjadi penipuan.

Bagikan jika kamu suka