Kabar besar datang dari industri teknologi kebugaran di mana rencana IPO Strava 2026 kini resmi memasuki babak baru. Strava, yang terkenal sebagai aplikasi lari Gen Z paling populer, telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat.
Langkah strategis ini mengungkap valuasi Strava terbaru yang bisa mencapai miliaran dolar. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pesat dalam laporan keuangan Strava sepanjang tahun lalu yang memikat minat para investor global.
Menurut The Information, Strava telah menunjuk raksasa perbankan investasi Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama (lead underwriter). Jika proses berjalan lancar, rencana IPO Strava diprediksi akan digelar pada musim semi tahun ini, sekitar bulan Maret hingga Mei 2026.
Valuasi dan Pertumbuhan Bisnis Strava

Langkah go public ini sebenarnya sudah tercium sejak Oktober 2025. Saat itu CEO Strava, Michael Martin, menyatakan niat perusahaan untuk melantai di bursa guna mendapatkan akses modal tambahan untuk akuisisi strategis.
Berikut adalah potret laporan keuangan Strava dan profil bisnisnya:
- Valuasi
- Terakhir kali bernilai 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp36,9 triliun) pada Mei 2025.
- Pertumbuhan Pendapatan
- Mencatat kenaikan lebih dari 50 persen sepanjang tahun lalu, meski total pendapatan tahunan masih di bawah 500 juta dolar AS.
- Basis Pengguna
- Melonjak drastis menjadi 150 juta pengguna aktif pada 2025.
- Pendapatan Premium
- Konsumen menghabiskan lebih dari 180 juta dolar AS untuk paket berlangganan sepanjang 2025, menurut data Sensor Tower.
Fenomena “Media Sosial Alternatif” Gen Z

Salah satu pendorong utama IPO Strava 2026 adalah posisinya yang kini bergeser dari sekadar aplikasi pelacak lari menjadi media sosial utama bagi Gen Z.
Dalam laporan Year in Sport milik Strava, partisipasi klub lari global meningkat hingga 59 persen. Bahkan, Strava kini menjadi wadah mencari pasangan (kencan) bagi Gen Z yang jenuh dengan aplikasi kencan konvensional. Fitur interaksi seperti “Kudos” (acungan jempol) dan perbandingan catatan waktu telah menciptakan ekosistem komunitas digital yang sangat loyal.
Untuk memperkuat fundamentalnya sebelum melantai di bursa, Strava telah melakukan serangkaian akuisisi strategis pada tahun ini:
- Runna: Aplikasi pelatih lari asal Inggris untuk program latihan personal.
- The Breakaway: Platform pelatihan bersepeda yang terintegrasi ke fitur sosial Strava.
Langkah ini mempertegas ambisi Strava untuk menjadi super app kebugaran, di mana pengguna bisa mendapatkan program latihan profesional sekaligus membangun jaringan sosial di satu tempat.
Dengan dukungan investor besar seperti Sequoia Capital dan tren gaya hidup sehat yang terus meroket, saham Strava diprediksi akan menjadi incaran investor ritel maupun institusi.
Baca Juga:





