TeknoTrivia

Daftar Negara Paling Rawan Penipuan Siber, Ada Rusia

Kenali daftar negara paling rawan penipuan siber dan waspadai kejahatan modus penipuan online global. Baca artikel berikut untuk selengkapnya,

Di era digital yang semakin canggih, ancaman keamanan tidak lagi hanya datang dari dunia fisik. Kejahatan siber global kini menjadi momok menakutkan bagi pengguna internet di seluruh dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari Analytics Insight, terdapat beberapa negara paling rawan penipuan siber yang terkenal sebagai pusat operasi para scammer kelas kakap.

Mengenali asal-usul serangan ini sangat penting sebagai bagian dari cara menghindari penipuan digital. Berikut adalah daftar negara yang perlu kamu waspadai karena memiliki aktivitas kejahatan siber yang sangat tinggi.


Negara Paling Rawan Penipuan Siber

Negara paling rawan penipuan siber dan Daftar negara sumber scammer dunia
Freepik

1. Nigeria

Nigeria secara konsisten menempati urutan teratas dalam daftar negara paling rawan penipuan siber. Modus penipuan online terbaru 2026 yang dilancarkan dari negara ini kian beragam, mulai dari love scam (penipuan asmara) hingga penipuan program pendanaan palsu.

Meskipun pemerintah setempat telah memperketat UU Kejahatan Siber, sindikat internasional di sana tetap sulit dibendung karena jaringannya yang sangat luas.

2. Rusia

Para penipu dari Rusia terkenal karena kemampuannya dalam menciptakan skenario yang sangat meyakinkan. Mereka tidak hanya menggunakan e-mail palsu, tetapi juga memanipulasi nomor telepon dan kanal komunikasi resmi lainnya.

Di tahun 2026, Rusia tetap menjadi ancaman besar dalam kejahatan siber global karena penggunaan teknologi enkripsi dan peretasan tingkat tinggi yang sulit terdeteksi oleh otoritas keamanan internasional.

3. China

China memiliki karakteristik penipuan yang berbeda. Para pelaku di sini sering kali berpura-pura mengelola toko online palsu dengan harga yang tidak masuk akal.

Selain itu, penggunaan teknologi deepfake untuk memalsukan wajah dan suara dalam panggilan video menjadi modus penipuan online terbaru 2026 yang sangat berbahaya. Hal ini membuat korban sulit membedakan antara interaksi asli dan rekayasa digital.

4. Amerika Serikat

Meski merupakan pusat teknologi dunia, Amerika Serikat juga masuk dalam jajaran negara paling rawan penipuan siber.

Penipu di AS sering kali menargetkan individu rentan dan pelaku bisnis melalui skema investasi bodong serta pencurian identitas. Kemajuan infrastruktur digital di sana justru dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk melancarkan serangan phishing yang sangat terorganisir.

5. Ukraina

Ukraina terkenal sebagai markas bagi para pembuat malware dan pengirim e-mail palsu yang sangat lihai. Mereka sering kali menargetkan instansi atau individu di negara Barat dengan tujuan pemerasan data atau pencurian aset kripto. Efektivitas serangan mereka terletak pada kemampuan teknis dalam menyusup ke sistem keamanan yang kuat.

Mengingat tingginya ancaman dari daftar negara sumber scammer dunia ini, selalu pastikan untuk tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan dan selalu gunakan otentikasi dua faktor (2FA) pada setiap akun digital.

Baca Juga: