IntermezzoTeknoTrivia

Mengapa Scrolling Media Sosial Bikin Otak Lelah? Ini Penjelasannya!

Kenali digital fatigue sebagai penyebab lelah setelah main medsos. Pahami dampak scrolling berlebihan bagi otak dan cara mengatasinya.

Pernahkah kamu berniat membuka media sosial untuk refreshing, namun setelah beberapa lama justru merasa kepala berat, fokus buyar, dan emosi sensitif? Kondisi ini bukanlah sugesti, melainkan fenomena psikologis yang nyata.

Meski terlihat seperti aktivitas santai tanpa tenaga fisik, otakmu justru bekerja sangat keras saat menatap layar. Inilah yang disebut oleh para ahli sebagai Digital Fatigue—bentuk kelelahan mental akibat stimulasi digital yang berlebihan.

Alasan Medis & Psikologis di Balik Kelelahan Digital

Digital Fatigue, Penyebab Lelah Setelah Main Medsos dan Cara Mengatasi Kelelahan Mental Digital
Freepik

1. Beban Kognitif dan Pengambilan Keputusan Mikro

Scrolling tidak sama dengan bersantai. Setiap kali kamu melakukan swipe, otak dipaksa mengambil keputusan mikro: Apakah ini menarik? Apakah saya harus like? Apakah saya lanjut menonton atau skip? Ribuan keputusan kecil ini dalam satu sesi memicu decision fatigue (kelelahan mengambil keputusan).

2. Perpindahan Emosi yang Terlalu Cepat

Dalam satu menit, konten media sosial memaksa emosi berpindah dari tertawa melihat video lucu, sedih mendengar berita duka, hingga merasa minder akibat social comparison (membandingkan diri dengan orang lain). Perpindahan konteks yang cepat ini sangat menguras energi mental.

3. Jebakan Dopamin Instan

Media sosial bekerja dengan sistem reward mirip mesin slot. Setiap kali menemukan konten menarik, otak melepaskan dopamin. Namun, dopamin yang datang instan juga akan habis dengan cepat, meninggalkan rasa hampa dan lelah setelahnya.

4 Jenis Fatigue Sebagai Dampak Scrolling Berlebihan

4 Jenis Fatigue Sebagai Dampak Scrolling Berlebihan
iptec

Laporan dari Mindful Tech Work merinci bahwa rasa “capek” setelah main medsos adalah kombinasi dari empat jenis kelelahan:

  1. Kelelahan Kognitif
    • Penurunan kemampuan konsentrasi dan ingatan kerja yang terasa kabur.
  2. Kelelahan Emosional
    • Munculnya rasa cemas atau sedih akibat doomscrolling (menonton konten negatif terus-menerus).
  3. Decision Fatigue
    • Menumpuknya beban keputusan dari setiap interaksi digital.
  4. Gangguan Ritme Tubuh
    • Paparan cahaya layar dan konten emosional mengganggu ritme sirkadian, membuat kualitas tidur memburuk.

Studi menunjukkan bahwa individu dengan screen time lebih dari 9 jam per hari berisiko tinggi mengalami penurunan skor atensi dan memori jangka pendek.

Cara Mengatasi Kelelahan Mental Digital

Cara Mengatasi Kelelahan Mental Digital
Istimewa

Kabar baiknya, kamu tidak harus melakukan “puasa media sosial” total. Berikut adalah langkah realistis untuk mengatasi digital fatigue:

  • Pindahkan aplikasi medsos dari layar utama agar tidak mudah dibuka secara impulsif. Gunakan fitur App Timer atau Focus Mode.
  • Saat merasa ingin scrolling tanpa tujuan, coba lakukan peregangan singkat atau membaca satu halaman buku untuk memberikan reward sehat bagi otak.
  • Alih-alih membuka ponsel setiap menit, tentukan waktu khusus (misal: 30 menit saat makan siang) agar otak memiliki batasan yang jelas.

Mengalami digital fatigue setelah berjam-jam menatap layar adalah sinyal bahwa otak membutuhkan istirahat yang berkualitas.

Dengan memahami bahwa penyebab lelah setelah main medsos berasal dari beban kognitif dan emosional yang tinggi, kamu bisa lebih bijak dalam mengatur durasi penggunaan gawai. Jangan abaikan dampak scrolling berlebihan yang dapat mengganggu kualitas tidur dan fokus harian.

Mulailah menerapkan cara mengatasi kelelahan mental digital secara konsisten, agar teknologi tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa harus mengorbankan kesehatan mental.

Baca Juga:

Enable Notifications OK No thanks