Riset terbaru dari Kaspersky mengungkapkan data yang mengejutkan bagi pengguna internet di seluruh dunia. Dalam setahun terakhir, solusi keamanan mereka berhasil mendeteksi dan memblokir 6,7 juta serangan phishing yang meniru tampilan toko ritel dan platform pembayaran digital ternama.
Ironisnya, meskipun 97% responden (termasuk di Indonesia) mengaku sadar akan risiko keamanan siber, hanya 42% yang benar-benar menggunakan solusi perlindungan aktif. Sebanyak 65% pengguna merasa yakin mampu mengenali penipuan secara manual, namun pakar menilai bahwa kewaspadaan saja tidak cukup untuk menangkal teknik phishing terbaru yang semakin canggih.
6 Tips Menghindari Penipuan Saat Belanja Online

Para penjahat siber terus mengembangkan metode mereka dengan bantuan teknologi AI untuk menciptakan situs palsu yang sangat mirip dengan aslinya. Untuk melindungi data pribadi dan keuangan, terapkan praktik keamanan belanja online berikut ini:
1. Hindari Menyimpan Detail Kartu Kredit
Jangan pernah menyimpan informasi kartu kredit lengkap di situs web belanja, kecuali jika benar-benar perlu. Menghapus data kartu setelah transaksi dapat mencegah pencurian data jika situs tersebut mengalami kebocoran.
2. Gunakan Rekening Khusus Belanja Online
Pertimbangkan untuk menggunakan kartu debit atau rekening terpisah khusus untuk transaksi internet. Pastikan untuk mengaktifkan fitur peringatan transaksi (notifikasi real-time) agar bisa segera bertindak jika ada aktivitas mencurigakan.
3. Waspadai Promo “Flash Sale” yang Tidak Masuk Akal
Berhati-hatilah terhadap penawaran flash sale dengan diskon besar-besaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Sering kali, harga yang sangat murah digunakan sebagai umpan untuk mengarahkan pengguna ke situs phishing.
4. Perhatikan Kebijakan Penjual
Waspadai situs web yang menekanmu untuk membuat keputusan cepat melalui timer palsu. Selain itu, berhati-hatilah terhadap penjual yang menolak fitur pengembalian atau penukaran barang.
5. Gunakan Kata Sandi Unik dan 2FA
Pastikan untuk menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun. Sangat disarankan untuk mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun finansial.
6. Gunakan Solusi Anti-Phishing Berbasis AI
Terapkan solusi keamanan yang memiliki komponen anti-phishing kuat dan didukung oleh teknologi AI. Perangkat lunak keamanan modern dapat mendeteksi situs berbahaya bahkan sebelum kamu mengekliknya.
Sebagai kesimpulan, maraknya serangan phishing yang meniru platform digital menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk tidak lengah saat bertransaksi di internet.
Memahami berbagai modus penipuan belanja online dan menerapkan praktik keamanan siber yang ketat bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan di era digital ini.
Dengan tetap waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal serta menggunakan solusi perlindungan dari teknologi AI, kamu dapat menjaga privasi dan data finansial tetap aman dari ancaman peretas.
Baca Juga:





