Ancaman keamanan siber di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 330 juta trafik anomali sepanjang 2025, di mana sekitar 514.000 di antaranya terindikasi kuat sebagai aktivitas serangan ransomware.
Menanggapi situasi ini, perusahaan keamanan siber global, ESET, resmi merilis fitur inovatif bernama Ransomware Remediation ke dalam platform ESET Protect. Fitur ini terancang khusus untuk membantu organisasi memulihkan data secara otomatis setelah ancaman berhasil terdeteksi.
Saat ini, pelaku kejahatan siber tidak hanya menargetkan infrastruktur besar, tetapi juga menyasar pengguna akhir dengan tingkat perlindungan rendah. Nilai tebusan pun kian melambung, bahkan menurut laporan, mencapai lebih dari 5.000 dollar AS (sekitar Rp84 juta) per korban.
Hadirnya fitur ini menjadi “napas lega” bagi perusahaan agar dapat meminimalkan dampak finansial dan operasional tanpa harus bernegosiasi dengan penjahat siber.

Bisa Deteksi Dini dan Pemulihan Instan
Fitur Ransomware Remediation bekerja secara proaktif dengan mengandalkan integrasi sistem yang cerdas. Berikut adalah cara kerjanya:
- Integrasi Ransomware Shield
- Mendeteksi perilaku mencurigakan yang menyerupai pola kerja ransomware di tingkat sistem secara real-time.
- Pencadangan Otomatis
- Saat aktivitas berbahaya teridentifikasi, sistem akan melakukan pencadangan instan terhadap file yang menjadi target sebelum sempat terenkripsi sepenuhnya.
- Pemulihan Pasca-Serangan
- Setelah ancaman dieliminasi oleh sistem keamanan siber ESET, file-file tersebut akan dipulihkan secara otomatis ke kondisi semula.
Dengan skema ini, perusahaan dapat memastikan keberlangsungan bisnis (business continuity) tetap terjaga meski berada di bawah serangan.
Membangun Ketahanan Sistem yang Berkelanjutan
ESET menekankan bahwa strategi keamanan siber di tahun 2026 harus bergeser dari sekadar pencegahan menjadi ketahanan sistem (resilience). Strategi ini mencakup tiga pilar utama: Deteksi, Respons, dan Pemulihan.
Selain fitur remediasi, ESET Protect juga dilengkapi dengan:
- Safe Web Guard
- Berfungsi mencegah masuknya malware melalui peramban web dengan memindai halaman sebelum diakses oleh pengguna.
- Pemantauan Celah Keamanan
- Membantu tim IT menemukan lubang pada sistem sebelum dieksploitasi pelaku.
Keamanan siber bukanlah solusi sekali pasang, melainkan proses berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi dari ESET, organisasi di Indonesia kini memiliki alat yang lebih tangguh untuk menghadapi serangan ransomware dan memulihkan data dengan cepat tanpa risiko kehilangan aset digital yang berharga.
Baca Juga:





