Startup Bakal Bangkrut, Pendiri WeWork Malah Dapat Kompensasi 23 Triliun Rupiah

in ,
Startup Wework

Salah satu startup office sharing, WeWork kabarnya akan mengalami bangkrut setelah kerugian yang dialami dan gagal IPO atau jualan saham. Sang pendiri, Adam Neumann katanya tidak serius dalam memimpin perusahaannya yang menjabat sebagai CEO. Walaupun begitu, Adam juga mendapat tekor yang besar.

Sebuah telekomunikasi raksasa Jepang, Softbank yang merupakan pendukung utama WeWork yang sudah memberikan suntikan dana hingga USD 10 miliar tidak menginginkan jika WeWork ambruk.

Mereka terus mencari langkah untuk menyelamatkan dengan cara mengambil alih perusahaan bermodal uang tambahan sekitar USD 9,5 miliar.

Harus Bayar Denda Rp 23 Triliun

Sign Logo WeWork | Photo by: Fortune

Neuman belakangan ini sudah dilengserkan dari jabatan CEO dan akan dikenakan kompensasi USD 1,7 miliar atau setara Rp 23 triliun. Selain itu diberikan syarat untuk melepaskan hak voting dan keluar seutuhnya dari WeWork.

Jika dirincikan Softbank akan ikut membayar untuk Neuman sebesar USD 970 juta untuk saham miliknya. Dimana USD 185 juta untuk biaya konsultasi dan USD 500 juta untuk membayar utang Neuman ke J.P Morgan Chase, UBS dan Credit Suisse.

JANGAN LEWATKAN •
Beginilah 2 Metode Untuk Mengukur Market Size Bagi Startup/Usaha, Mana yang Lebih Baik?

Kompensasi Neuman Dipertanyakan

Beberapa pihak mempertanyakan mengenai kompensasi besar yang dijatuhkan kepada Neumann. Mengingat hal yang membuat jatuhnya WeWork adalah dimana Neumann memiliki gaya hidup yang mewah. Namun perusahaan menilai ia pantas untuk mendapatkan itu semua.

“Rasa terimakasih dari kita kepada Adam karena dialah yang sudah membangun bisnis ini” ungkap Marcelo Claure, selaku Executive Chairman WeWork yang baru.

Langkah untuk membangun kembali performa WeWork yang sedang dilakukan adalah kabarnya ada ribuan karyawan akan di PHK. Claure juga meyakini jika WeWork saat ini sudah berada di jalan yang benar dan tidak akan mengalami hal yang tidak diinginkan, yaitu bangkrut.