Seorang pengendara mobil sekaligus kreator konten asal Illinois, Amerika Serikat (AS), kini harus berurusan dengan hukum setelah terlibat dalam kecelakaan pengemudi mobil yang fatal. Tynesha McCarty-Wroten (43), dengan akun TikTok “Tea Tyme”, menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas saat ia sedang melakukan live streaming TikTok di balik kemudi.
Insiden tragis ini terjadi pada 3 November 2025 di persimpangan Zion, Illinois. Korban, Darren Lucas (59), sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya ketika mobil McCarty-Wroten menghantamnya dengan keras. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Lucas tidak tertolong.
Kronologi Kejadian

Berdasarkan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian, terungkap bahwa mobil yang Wroten kendarai memasuki persimpangan saat lampu lalu lintas masih berwarna merah. Penyidik menyatakan bahwa kendaraan tersebut sama sekali tidak melambat atau mencoba menghindar sebelum menabrak korban.
Dalam pembelaan awalnya, McCarty-Wroten mengklaim bahwa ia mengira lampu sudah hijau dan baru menyadari keberadaan Lucas saat jaraknya sudah terlalu dekat. Namun, fakta bahwa ia sedang melakukan siaran langsung TikTok menjadi poin krusial dalam penyelidikan kepolisian terkait bahaya bermain HP saat mengemudi.
Rekaman Live Streaming Menjadi Barang Bukti Kunci
Polisi berhasil mengamankan rekaman video saat insiden terjadi yang sempat pengguna TikTok lainnya bagikan ulang dalam video tersebut:
- McCarty-Wroten terlihat asyik berbicara ke arah ponselnya.
- Tiba-tiba terdengar bunyi benturan keras yang memutus percakapan.
- Wroten berteriak panik dan menjawab pertanyaan seorang anak di dalam mobil dengan kalimat, “Aku menabrak seseorang,” sebelum akhirnya mematikan siaran langsung tersebut.
Hasil analisis forensik elektronik mengonfirmasi bahwa aktivitas live streaming tersebut berlangsung tepat pada waktu kecelakaan terjadi.
Status Tersangka dan Dakwaan Pidana
Setelah mengumpulkan bukti yang kuat, pihak berwenang menetapkan McCarty-Wroten sebagai tersangka. Ia kini ditahan tanpa jaminan dengan dua dakwaan berat:
- Reckless Homicide
- Pembunuhan karena kelalaian berat.
- Aggravated use of a communication device resulting in death
- Penggunaan perangkat komunikasi yang mengakibatkan kematian.
Pengacara tersangka, Jed Stone, berargumen bahwa ini murni kecelakaan karena kondisi jalan yang minim penerangan dan korban mengenakan pakaian gelap. Namun, persidangannya pada 27 Januari 2026 akan menentukan apakah faktor kelalaian akibat bermain media sosial saat menyetir akan memberatkan hukumannya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para kreator konten tentang risiko besar menggunakan HP saat mengemudi. Satu detik distraksi untuk berinteraksi dengan pengikut di media sosial dapat berakibat pada hilangnya nyawa orang lain dan ancaman penjara bertahun-tahun.
Tragedi yang menimpa Tiktoker “Tea Tyme” membuktikan bahwa live streaming TikTok di dalam mobil bukan sekadar konten hiburan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Patuhi aturan lalu lintas dan tetaplah fokus pada jalan untuk menghindari kecelakaan serupa.
Baca Juga:





