Minggu (7/2/2026) malam kemarin jadi malam yang tak terlupakan buat fans MLTR Indonesia. Grup legendaris asal Denmark, Michael Learns to Rock (MLTR), kembali manggung di Istora Senayan, Jakarta dalam acara The 90’s Intimate Second Edition yang dipenuhi vibe musik nostalgia 90-an.
Ribuan penonton dibuat bernyanyi bareng dari awal sampai akhir pertunjukan. Suasana makin intimate saat Jascha Richter, Mikkel Lentz, dan Kåre Wanscher ngobrol santai dengan penonton.
Mereka bahkan sempat roasting diri sendiri tentang asal nama band dan perjalanan musik mereka yang ternyata bukan murni rock seperti yang sempat direncanakan dulu. “Kami memilih nama Michael Learns to Rock dulu karena mau ngeluarin lagu rock, tapi akhirnya malah banyak bikin ballad yang melulu,” celoteh Mikkel dengan santai yang langsung bikin penonton tertawa ngakak.
MLTR di Jakarta: Kesan Mendalam & Terima Kasih Buat Fans

Melansir liputan6, penampilan MLTR di Jakarta bukan cuma sekadar konser para personel mengakui betapa besar peran fans MLTR Indonesia dalam karier mereka. Saat awal karier, band sempat down karena kontrak rekaman mereka berhenti.
Namun salah satu stasiun radio di Jakarta terus memutar lagu mereka, termasuk hit klasik “The Actor”, yang justru jadi titik awal kesuksesan mereka di Asia. Karena itu, mereka mengucapkan terima kasih besar kepada penggemar Indonesia yang terus setia.
Berdasarkan kabar dari berbagai media, penampilan MLTR berhasil meninggalkan kesan yang kuat bagi para penggemar yang menonton langsung. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap kesempatan bernyanyi bersama lagu-lagu populer MLTR sebagai salah satu pengalaman paling mengesankan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pertunjukan konsernya, MLTR membawakan sejumlah lagu klasik yang sangat dikenal dan dicintai para penggemar, seperti Someday, Sleeping Child, Complicated Heart, 25 Minutes, hingga The Actor.
Mayoritas penonton pun tak sekadar mendengarkan, melainkan turut menyanyikan lagu-lagu tersebut dari awal sampai akhir, menegaskan kedalaman hubungan emosional yang terjalin antara MLTR dan para penggemarnya di Indonesia.




