Nama “Google” kini identik dengan internet, informasi, dan raksasa teknologi. Namun, di balik dominasinya sebagai situs web yang paling populer di dunia, asal usul nama Google tersimpan sebuah cerita menarik yang berakar pada ketidaksengajaan.
Google, perusahaan yang berdiri oleh Larry Page dan Sergey Brin, semula tidak terencana untuk bernama demikian. Kedua pendiri yang saat itu masih menjadi mahasiswa PhD di Stanford University, berniat menamai mesin pencari mereka dengan istilah “Googol”.
Dalam kesempatan kali ini, kita akan mengulas asal usul nama Google dan apa arti di balik kata Googol. Simak sampai selesai, ya!
Fakta Menarik di Balik ‘Googol’
Istilah “Googol” sendiri bukan ciptaan baru. Ini adalah istilah matematika spesifik yang merepresentasikan angka 1 diikuti oleh 100 angka nol, seperti di bawah ini:

Angka ini pertama kali tercipta oleh matematikawan Amerika, Edward Kasner, pada tahun 1938.
Bagi Page dan Brin, nama “Googol” sangatlah ideal. Nama tersebut secara sempurna mencerminkan ambisi dan misi utama mesin pencari mereka. Yaitu untuk mengorganisir dan menangani jumlah informasi yang luar biasa besar dan hampir tak terbatas yang ada di internet.
Dengan memilih nama yang melambangkan besaran tak terhingga, mereka ingin menunjukkan kapasitas mesin mereka dalam menata dan menyajikan data dalam skala global.
Lahirnya ‘Google’ karena Kekeliruan
Meskipun bermaksud menamainya “Googol”, saat proses pendaftaran domain terjadi, yang tercatat dan terdaftar justru adalah “Google”. Kisah pasti di balik kesalahan ejaan ini memiliki beberapa spekulasi yang beredar:
- Kesalahan Daktilografi
- Spekulasi paling populer adalah bahwa terjadi kesalahan ketik yang tidak sengaja oleh seseorang selama proses pendaftaran nama domain, mengubah ‘Googol’ menjadi ‘Google’.
- Ketersediaan Domain
- Ada kemungkinan bahwa nama domain
googol.comsudah terdaftar atau digunakan oleh pihak lain pada saat itu, memaksa mereka beralih ke varian yang tersedia.Kemudahan Pengetikan. - Spekulasi lain menyebutkan bahwa Page dan Brin mungkin sengaja memilih “Google” karena kata tersebut lebih simpel, unik, dan lebih mudah dalam pengucapan daripada istilah aslinya.
- Ada kemungkinan bahwa nama domain
Terlepas dari alasan pastinya, faktanya tetap bahwa “Google” adalah nama yang akhirnya terpilih.
Kesalahan tak sengaja ini justru melahirkan salah satu merek yang paling terkenal, paling berharga, dan paling berpengaruh di dunia digital saat ini.
Nama “Google” kini telah melampaui akar matematikanya dan menjadi kata kerja, mencerminkan bagaimana sebuah ketidaksengajaan historis dapat mengubah wajah teknologi global.
Baca Juga:





