Banyak pengguna smartphone yang masih percaya bahwa mematikan fitur Wi-Fi dan Bluetooth adalah cara menghemat baterai HP yang benar. Faktanya, kebiasaan ini justru lebih banyak memberikan kerumitan daripada manfaat nyata.
Perkembangan teknologi perangkat keras modern telah mengubah cara radio nirkabel bekerja, sehingga anggapan lama ini kini menjadi mitos mematikan Wi-Fi dan Bluetooth yang perlu diluruskan.
Mengapa Mematikan Wi-Fi dan Bluetooth Tidak Efektif?

Ponsel pintar masa kini dirancang dengan dukungan teknologi hemat energi yang sangat efisien. Salah satunya adalah fitur Bluetooth Low Energy (BLE).
Teknologi ini hampir tidak mengonsumsi daya sama sekali saat berada dalam posisi aktif, asalkan tidak terhubung dengan perangkat lain seperti smartwatch atau earphone.
Berdasarkan pengujian oleh Makeuseof dalam kurun waktu 24 jam, muncullah fakta yang mengejutkan. Perbedaan konsumsi daya antara fitur nirkabel yang mati total dengan yang tetap aktif hanya berkisar 3,4 persen.
Angka ini membuktikan bahwa mematikan fitur tersebut secara manual tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan baterai harian.
Hasil Pengujian Wi-Fi vs Data Seluler
| Jenis Koneksi / Fitur | Konsumsi Daya (Estimasi) | Tingkat Efisiensi |
| Wi-Fi (Terhubung) | ~30mW | Sangat Tinggi |
| Bluetooth Low Energy (Standby) | ~1mW – 5mW | Sangat Tinggi |
| Data Seluler (4G/5G) | ~500mW | Rendah |
| Wi-Fi (Sinyal Lemah/1 Bar) | ~90mW – 120mW | Sedang |
| GPS (Aktif) | ~150mW – 200mW | Rendah |
Dalam pengujian menggunakan perangkat kelas atas seperti Samsung Galaxy Note 20 Ultra dan Galaxy Z Flip 6, daya yang terkuras saat Wi-Fi dan Bluetooth tetap aktif hanyalah sekitar 0,71 persen per jam.
Menariknya, penelitian ini juga mengungkap bahwa menggunakan koneksi Wi-Fi justru merupakan salah satu keuntungan mengaktifkan Wi-Fi di smartphone.
Koneksi melalui Wi-Fi hanya membutuhkan daya sekitar 30mW, jauh lebih efisien daripada menggunakan data seluler (4G/5G) yang memerlukan daya hingga 500mW. Jadi, berpindah ke data seluler demi menghemat baterai justru akan menjadi penyebab baterai HP cepat habis lebih cepat.
Kapan Baterai Benar-Benar Terkuras?

Penyebab baterai HP cepat habis biasanya terjadi karena kondisi sinyal, bukan karena fitur yang aktif. Berikut beberapa poin penting yang perlu kamu perhatikan:
- Sinyal Lemah
- Jika ponsel terhubung pada sinyal Wi-Fi yang sangat lemah (hanya satu bar), baterai bisa terkuras tiga kali lebih cepat karena perangkat bekerja ekstra keras mempertahankan koneksi.
- Akurasi GPS
- Membiarkan Wi-Fi aktif sangat membantu meningkatkan akurasi GPS tanpa membebani prosesor secara berlebihan.
- Fitur Pelacakan
- Bluetooth yang aktif sangat krusial agar fitur pelacakan perangkat (Find My Device) tetap berfungsi jika ponsel hilang.
Mematikan Wi-Fi dan Bluetooth hanya saat berada dalam kondisi darurat ekstrem, misalnya saat baterai sudah di bawah 5% dan kamu jauh dari pengisi daya.
Untuk penggunaan normal, biarkan fitur ini tetap aktif. Terapkan tips baterai HP awet 2026 lainnya seperti menurunkan kecerahan layar atau membatasi aplikasi latar belakang yang justru lebih efektif menghemat daya.
Baca Juga:





