Iklan yang kerap muncul di smartphone telah lama menjadi keluhan utama bagi pengguna Xiaomi. Kabar baiknya, Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan fitur baru untuk sistem antarmuka HyperOS 3 yang bertujuan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna terkait iklan di ponsel.
HyperOS 3 sendiri baru tersedia di Tiongkok dan akan mulai digulirkan secara stabil pada Oktober 2025.
Bocoran dari sumber dalam industri mengindikasikan bahwa Xiaomi mungkin akan menawarkan empat opsi utama untuk mengelola iklan, yang akan menandai potensi perubahan besar dalam model bisnis perusahaan.

Opsi Pengaturan Iklan di HyperOS 3
Para pengamat berspekulasi bahwa Xiaomi kemungkinan menghadirkan opsi-opsi berikut di HyperOS 3, yang memungkinkan pengguna untuk menonaktifkan iklan sepenuhnya:
- Stop Iklan Sepenuhnya: Opsi untuk menonaktifkan iklan sejak hari pertama penggunaan ponsel.
- Paket Premium Bebas Iklan: Penawaran langganan opsional dengan biaya tertentu bagi pengguna yang bersedia membayar demi pengalaman bebas gangguan iklan.
- Pengaturan Berbasis Wilayah: Xiaomi mungkin menyesuaikan paparan iklan berdasarkan wilayah operasional perusahaan.
- Minimalisasi Iklan Sistem: Xiaomi akan meminimalisasi iklan di aplikasi sistem, menghasilkan antarmuka sistem (UI) yang lebih bersih dan minim gangguan.
Meskipun spekulasi ini beredar, perlu ingat bahwa saat ini iklan masih menjadi bagian dari UI Xiaomi. Sebelumnya, Xiaomi sudah melakukan beberapa upaya, seperti memberikan kontrol pengaturan iklan yang lebih spesifik dan opsi untuk keluar dari tampilan iklan saat menginstal sistem tertentu, namun dampaknya masih terasa minim.
Perubahan Model Bisnis dan Solusi Alternatif
Jika opsi bebas iklan ini benar-benar terealisasi, hal tersebut akan menandai perubahan signifikan dalam model bisnis Xiaomi. Selama ini, iklan pada sistem ponsel merupakan sumber pendapatan utama yang memungkinkan perusahaan menekan harga jual ponsel ke konsumen.
Untuk mengganti pendapatan dari iklan, rumor menyebutkan Xiaomi mungkin akan mencari pundi dana baru melalui alternatif seperti:
- Langganan Premium untuk layanan tertentu.
- Integrasi Mendalam di seluruh ekosistem Xiaomi.
- Menyediakan opsi penyimpanan cloud atau fitur tambahan lainnya.
Pengguna yang berlangganan dapat menikmati tampilan UI yang lebih bersih dan performa sistem yang lebih lancar tanpa perlu memproses iklan. Namun, semua opsi ini masih berupa rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Xiaomi.
Fitur Unggulan HyperOS 3
HyperOS 3, sebagai penerus HyperOS 2, telah diumumkan pada akhir Agustus 2025 di Tiongkok dan membawa sejumlah fitur baru berbasis Kecerdasan Buatan (AI), peningkatan desain, dan sistem keamanan yang lebih kuat.
1. Inovasi Berbasis AI
- Screen Circle: Fitur yang mirip dengan Circle to Search dari Google. Pengguna dapat melingkari teks atau gambar di layar untuk mencari informasi, menerjemahkan, atau membagikannya. Fitur ini memiliki dukungan dari asisten AI buatan Xiaomi, Super XiaoAI Assistant, yang mampu memahami konteks visual di layar.
2. Peningkatan Desain dan User Experience
- Super Island: Fitur yang menyerupai Dynamic Island di iPhone. Punch hole kamera depan akan melebar seperti kapsul untuk menampilkan notifikasi, timer, alarm, hingga status pemesanan makanan, dan mendukung lebih dari 70 layanan.
- Cinematic Lock Screen: Menawarkan opsi kustomisasi lebih luas, termasuk wallpaper dinamis berbasis AI.
3. Kinerja dan Keamanan
Dalam era digital yang berkembang pesat, teknologi HyperCore menjanjikan efisiensi energi yang lebih baik dengan pengurangan beban CPU sebesar 4% dan peningkatan efisiensi energi hingga 10%. Ini mempercepat gaming dan peluncuran aplikasi, menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Sementara itu, HyperOS 3 meningkatkan konektivitas dalam ekosistem Apple, memudahkan berbagi file antara iPhone dan MacBook serta akses layar ponsel melalui laptop.
Fitur keamanan canggih seperti autentikasi dua tahap dan kontrol izin aplikasi yang lebih rinci menjaga keamanan data, dengan pelacakan perangkat tetap aktif bahkan saat ponsel mati, menawarkan perlindungan tambahan di dunia yang rentan terhadap ancaman siber.
Baca Juga:




