Di tahun 2026, perangkat audio nirkabel semakin beragam dengan teknologi yang kian canggih. Mulai dari pekerja kantoran hingga atlet lari, kebutuhan akan kualitas suara dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Namun, banyaknya pilihan sering kali membuat konsumen bingung.
Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami jenis audio wearable wireless yang beredar di pasaran. Berikut adalah panduan lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, serta aktivitas yang cocok untuk masing-masing perangkat.
5 Jenis Audio Wearable Wireless
| Jenis Perangkat | Keunggulan Utama | Cocok Untuk |
| TWS (In-Ear) | Paling Ringkas & Praktis | Commuting, Kerja, Gym |
| Open-Ear | Telinga Tidak Tersumbat | Lari, Bersepeda, Outdoor |
| Over-Ear | Kualitas Suara Imersif (ANC) | Gaming, Edit Video, Pesawat |
| On-Ear | Baterai Awet & Nyaman | Musik Santai di Kantor |
| Bone Conduction | Getaran Tulang (Paling Aman) | Olahraga di Jalan Raya |
1. In-Ear True Wireless Stereo (TWS)
TWS terbaik 2026 tetap menjadi primadona karena ukurannya yang sangat ringkas. Perangkat ini terdiri dari dua earbuds terpisah yang masuk ke dalam liang telinga, memberikan isolasi suara yang maksimal.
- Fitur Unggulan: Active Noise Cancelling (ANC), mikrofon ganda, dan charging case.
- Kelebihan: Sangat praktis, ringan, dan fitur relatif lengkap.
- Kekurangan: Mudah hilang jika tidak hati-hati; daya tahan baterai terbatas tanpa case.
- Contoh Populer: Samsung Galaxy Buds Core, JBL Wave Buds, Xiaomi Redmi Buds 5 Pro.
- Cocok Untuk: Penggunaan harian, commuting (KRL/Bus), dan olahraga ringan.
2. Open-Ear Wireless (Air Conduction)

Berbeda dengan TWS, headset open-ear untuk olahraga tidak masuk ke liang telinga. Suara disalurkan melalui udara (air conduction) di dekat telinga, sehingga kamu tetap waspada terhadap suara lingkungan.
- Kelebihan: Sangat nyaman dipakai lama, sirkulasi udara baik, dan aman untuk outdoor.
- Kekurangan: Suara bass kurang nendang dan potensi suara bocor ke sekitar.
- Contoh Populer: Shokz OpenFit, Huawei FreeClip 2, Anker Soundcore AeroFit 2.
- Cocok Untuk: Lari jalan raya, bersepeda, dan aktivitas luar ruangan.
3. Over-Ear Wireless (Headphone)

Jika kamu mencari kualitas suara imersif, headphone over-ear adalah jawabannya. Dengan bantalan besar yang menutupi seluruh telinga, perangkat ini menawarkan pengalaman audio kelas profesional.
- Kelebihan: Kualitas suara paling maksimal (High-Res Audio) dan ANC sangat kedap.
- Kekurangan: Ukuran besar (memakan tempat di tas) dan bisa terasa gerah jika dipakai terlalu lama.
- Contoh Populer: Sony WH-1000XM5, Bose QuietComfort Ultra, Apple AirPods Max.
- Cocok Untuk: Traveling pesawat, kerja fokus (WFH), menonton film, dan gaming.
4. On-Ear Wireless

Perbedaan headphone over-ear dan on-ear terletak pada bantalannya. Tipe on-ear menempel langsung di daun telinga tanpa menutupinya sepenuhnya. Ukurannya lebih portable dibanding over-ear.
- Kelebihan: Suara lebih solid dibanding TWS kecil, baterai lebih awet.
- Kekurangan: Terkadang menekan daun telinga dan isolasi suara kurang maksimal.
- Contoh Populer: JBL Tune 520BT, Sony WH-CH520, Beats Solo 4 Wireless.
- Cocok Untuk: Kerja santai di kantor atau mendengarkan musik di rumah.
5. Bone Conduction Wireless

Teknologi bone conduction nirkabel adalah yang paling unik karena menghantarkan suara melalui getaran tulang pipi. Telingamu benar-benar terbuka lebar tanpa ada sumbatan sama sekali.
- Kelebihan: Tingkat keamanan tertinggi untuk olahraga di jalan raya.
- Kekurangan: Kualitas audio (terutama bass) adalah yang terlemah dibanding jenis lain.
- Contoh Populer: Shokz OpenRun, Philips A6606, AfterShokz Aeropex.
- Cocok Untuk: Lari maraton, bersepeda di traffic padat, dan kegiatan lapangan.
Sebelum membeli, pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan utama. Jika mobilitas adalah kunci, pilih TWS. Namun, jika mengutamakan kesehatan pendengaran dan keamanan saat berolahraga, tipe open-ear atau bone conduction adalah pilihan bijak.
Baca Juga:






