Amankah Mengkonsumsi Makanan Bertopping Emas? Berikut Penjelasan Para Ahli

in , , ,
Makanan Berlapis Emas 2

Berkembangnya industri makanan di Indonesia membuat banyak produsen mengeluarkan jenis dan bahan – bahan makanan terbaru. Hingga saat ini sudah banyak jenis olahan dan campuran makanan yang beredar di masyarakat.

Bahkan yang menjadi perbincangan ialah bagaimana bisa emas dijadikan bagian dari makanan yang akan kalian konsumsi. Seperti yang kita ketahui bahwa emas adalah salah satu jenis perhiasan yang biasanya bukan untuk dimakan.

Beredarnya makanan dengan campuran emas membuat banyak orang bertanya “apakah aman makan dengan bahan campuran emas?”. Tentu jika secara normal kita akan berpikir tidak mungkin mengkonsumsi emas dan menjadikan itu campuran makanan apapun.

Makanan Berlapis Emas

Namun, yang terjadi saat ini banyak orang yang ingin mencoba bahkan menggemari makanan dengan campuran emas. Berikut beberapa hal yang bisa membantu kalian untuk menjawab apakah aman mengkonsumsi makanan dengan campuran emas.

Pertama, kalian harus tahu bahwa sejak dulu emas sudah digunakan sebagai campuran makanan, mulai dari makanan pesta, seperti kue tart yang bercampur emas di Eropa hingga campuran emas pada teh hijau di Jepang. Menurut para ahli, kegiatan atau cara mengkonsumsi emas yang benar tidak akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan kalian.

Tahukah kalian di saat kalian mengkonsumsi makanan dengan campuran emas biasanya emas tersebut mengandung 23-24 karat? Tentu saja yang digunakan bukan campuran emas asli yang mengandung racun dan berbahaya untuk tubuh.

Seorang ahli nutrisi dari New York, Alexander Oppenheimer, mengatakan emas 23 – 24 karat  itu sama saja seperti kalian memakan cincin emas sendiri. Namun, yang jelas makan yang bertopping emas bukanlah emas yang mengandung racun.

Makanan Berlapis Emas 1

Diketahui jika emas yang biasa digunakan untuk campuran makanan disebut E-175. Jenis ini didapatkan dari European Food Safety Administration yang menemukan kandungan emas pada makanan ternyata hanya sekedar pewarna makanan saja.

Sejak 1975, untuk pertama kalinya para ilmuwan melakukan uji kelayakan dan dilanjutkan lagi pada 2015 karena mulai marak lagi makanan dengan campuran emas.

Kandungan emas akan langsung dibuang tubuh sebagai limbah. Hal yang biasa kita ketahui adalah bagaimana makanan dicerna lalu melewati semua saluran pencernaan sehingga bisa diserap. Berbeda dengan emas, tubuh tidak akan menyerap kandungan ini dan langsung ditempatkan sebagai limbah.

Hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa banyak kalian mengkonsumsi emas karena semua bergantung dari jumlah, besar, dan lain sebagainya. Secara sederhana kalian tetap bisa mengkonsumsi emas dengan takaran dan pengolahan yang baik dan benar. Tentu saja emas jadi daya tarik tersendiri pada makanan tetap bisa kita konsumsi.

Bagaimana menurut kalian ? Apakah kalian pernah punya pengalaman mengkonsumsi emas?  Yuk tinggalkan komentar kalian di bawah ini !

Bagikan jika kamu suka