Jarang Diketahui, Ternyata Menahan Kentut Akan Berdampak Buruk!

in , ,
Stop Lakukan Ini, Ternyata Menahan Kentut Akan Berdampak Buruk! Dafunda Gokil

Dafunda Gokil – Kalian pasti tahu, semua yang yang berhubungan dengan menahan sesuatu akan berdampak nantinya. Terkecuali menahan hawa napsu, tetapi menahan perasaan tentu saja tidak baik, begitu pula dengan kentut yang sering kita lakukan setiap hari bahkan dimana pun. Benarkah menahan kentut tidak baik? Berikut ulasannya akan kami berikan.

Kentut memang sangat baik, karena akan membuang sesuatu bakteri dan lainnya. Tetapi, menahannya tentu saja tidak baik untuk kesehatan kalian. Keuntungan yang kita dapat saat kentut seperti dapat mengurangi risiko berbagai penyakit yang mengancam kehidupan seperti kanker.

Tidak hanya itu, tetapi juga serangan jantung dan strok, mencegah arthritis dan demensia di usia tua, serta membantu melestarikan mitokondria yang mendorong produksi energi di sel pembuluh darah dan mengatur peradangan.

Meski demikian kentut umumnya dianggap sebagai aksi memalukan. Kentut kerap disangkal atau dikeluarkan secara diam-diam di situasi tertentu. Bahkan mungkin Anda pernah menahan untuk mengeluarkan angin yang cenderung memiliki bau tidak sedap tersebut.

Stop Lakukan Ini, Ternyata Menahan Kentut Akan Berdampak Buruk! Menahan Kentut

Menurut Clare Collins, seorang profesor di bidang nutrisi dan diet di University of Newcastle di New South Wales, Australia, menulis untuk The Conversation untuk menjelaskan apa kentut dan apa yang terjadi jika Anda menahannya.

JANGAN LEWATKAN •
30 Tahun Berlalu, Pria Bernama Kentut Sujud Syukur Setelah Berhasil Ubah Nama!

Menahan kentut juga bisa menghasilkan masalah yang lebih serius. Collins mengatakan, “Penelitian yang ada belum jelas tentang apakah peningkatan tekanan di rektum meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan kondisi yang disebut diverticulitis, kantong-kantong kecil berkembang di lapisan usus dan menjadi meradang–atau apakah tidak masalah sama sekali.”

Collins mengatakan gas yang diproduksi di usus berasal dari sumber yang berbeda. Gas secara otomatis terakumulasi sebagai akibat dari menelan udara ketika kita mengunyah atau berbicara. Penumpukan juga bisa disebabkan oleh akumulasi bakteri dalam usus dan karbohidrat yang belum dicerna dengan benar.