Berita FilmMCUMovie

Buntut Bungkamnya Disney, Marvel Studios Keluarkan Kecaman RUU LGBT

Marvel Studios belum lama ini menyatakan dukungan mereka kepada gerakan LGBT

Belum lama ini, Marvel Studios mengeluarkan cuitan yang berisikan dukungan mereka terhadap gerakan LGBT. Cuitan tersebut muncul akibat bungkamnya sang perusahaan induk, Disney akibat rancangan Undang-undang di salah satu negara bagian Amerika Serikat.

Florida, melalui jajaran senatnya mengumumkan RUU mengenai kebijakan sekolah untuk tidak membahas topik LGBT. Termasuk obrolan seputar orientasi seksual atau identitas gender.

Bungkamnya Disney Jadikan Marvel Langsung Mengambil Tindakan

Republika Marvel Studios Twitter
Cuitan Twitter Marvel Studios | Republika

Marvel Studios secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBT. Pernyataan tersebut muncul menyusul langkah perusahaan induknya, Disney yang bungkam terhadap rancangan undang-undang Don’t Say Gay di Florida, Amerika Serikat.

Menanggapi RUU Don’t Say Gay itu, Marvel yakinkan penggemar bahwa mereka sama sekali tidak mendukung segala aktivitas yang berbau anti-LGBT. Khususnya di Amerika Serikat. Menurut undang-undang tersebut, pihak pemerintahan negara bagian Florida melarang para guru sekolah untuk mendiskusikan topik LGBT.

“Kami mengecam keras setiap dan semua undang-undang yang melanggar hak asasi manusia komunitas LGBTQIA+. Marvel Studios melambangkan harapan, inklusivitas, dan kekuatan, dan kami dengan bangga berdiri bersama komunitas,” tulis Marvel Studios lewat sebuah pernyataan di Twitter pada 16 Maret lalu.

Bocornya Memo Sempat Bikin Karyawan Disney Lakukan Mogok Massal

Variety Disney Bob Chapek
Bob Chapek, CEO Disney | Variety

Pekan lalu, CEO Disney Bob Chapek mendapat kecaman setelah sebuah memo bocor. Isinya menjelaskan keputusan Disney untuk tetap diam tentang undang-undang kontroversial tersebut. Sementara itu, petinggi Disney menyatakan bahwa mereka dengan tegas mendukung karyawan LGBTQ+.

Perusahaan juga mencatat bahwa mereka menyumbang ke lembaga negara yang mendukung RUU tersebut. Namun menyusul reaksi internal dari karyawan, Chapek pada 14 Maret kemarin meminta maaf karena tidak mengambil sikap.

Sayangnya, karyawan-karyawan yang bekerja di Disney merasa jika pengakuan tersebut terlalu terlambat. Mereka sempat melakukan pemogokan untuk memprotes sikap Chapek yang mereka sebut tidak melakukan tindakan itu.

“Dengan mendukung para politisi yang membawa undang-undang ini dan tidak mengambil sikap publik untuk menentangnya. Chapek dan kepemimpinan (The Walt Disney Company) telah memperjelas bahwa mereka lebih dari bersedia untuk mengorbankan kesehatan dan kesejahteraan karyawan mereka demi laba perusahaan. Kami tidak akan mendukung ini lagi,” tulis penyelenggara demonstrasi dalam sebuah pernyataan.

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.