Review Awal The Invisible Man, Kutukan Universal Akhirnya Pergi

in , , ,
Review Awal The Invisible Man Rt
source: Comicbook

Kutukan untuk Universal Pictures sepertinya sudah mulai berkurang. Pasalnya, Shared Dark Universe yang masih dilanjutkan setelah kegagalan The Mummy membuahkan hasil yang mengesankan.

Salah satu film terbaru yang baru saja mereka rilis adalah The Invisible Man. Film ini memang menceritakan kembali karakter manusia tak kasat mata tapi dengan cerita yang baru. Lalu, mengapa kami mengatakan film ini mendapatkan hasil yang mengesankan? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Bakal Bersertifikat Segar dari Rotten Tomatoes

Rating The Invisible Man Rotten Tomatoes
Rotten Tomatoes

Film ini sudah melakukan penayangan awal dan beberapa negara mulai menayangkannya di bioskop. Dari situ, tentu kita bisa melihat ulasan awal yang diberikan oleh para kritikus. Jika melihat dari situs agregat ulasan Rotten Tomatoes, The Invisible Man memiliki kekuatan yang cukup besar dengan rating 86 persen.

Sampai artikel ini dibuat, sudah ada sekitar 36 review yang masuk. Saat melihat perbandingannya, kritikus yang memberikan review positif berjumlah 31 orang sementara sisanya memberikan ulasan negatif. Untuk versi audiens sendiri masih tidak akan muncul karena film ini baru dijadwalkan tayang di bioskop domestik pada 28 Februari mendatang.

The Invisible Man cukup mengejutkan karena mendapatkan nilai tinggi dengan rating film untuk dewasa atau R-Rated. Penilaian yang didapatkan sangat jauh berbeda dari film reboot universal lainnya yaitu The Mummy. Film yang dibintangi oleh Tom Cruise itu gagal secara kritis dengan hanya mendapatkan nilai 16 persen versi kritikus dan 35 persen dari para penonton.

Isi Review The Invisible Man

The Invisible Man Review
Universal

Dari review awal ini, film ini mendapatkan beberapa ulasan Fresh dari top critics seperti The Guardian, The Warp, Variety, dan Hollywood Reporter. Kebanyakan dari mereka memuji cerita yang dibuat oleh sutradara Leigh Whannell.

William Bibbiani dari The Warp mengatakan, “Skenario cerdik milik Whannell tahu bahwa penonton akan mengikuti Cecilia, dan pengambilan gambar yang menyeramkan juga ada di dalamnya. Banyak adegan memperlihatkan daftar bingkai sinematografer Stefan Duscio, dengan tujuan yang jelas, ke satu sisi atau lainnya.”

Meski ini merupakan film horor yang menegangkan, kritikus lain mengatakan ada pesan yang disampaikan tentang sebuah hubungan sehingga ceritanya sangat mengesankan. The Invisible Man sendiri dijadwalkan rilis pada 26 Februari di bioskop Indonesia.

Dengan kesuksesan awal untuk The Invisible Man ini, semoga film shared universe milik Universal akan bangkit kembali dan bisa memberikan menghadirkan film-film berkualitas lainnya. Bagaimana menurutmu tentang film yang satu ini, apakah kamu tertarik untuk menontonnya? Jangan lupa berikan komentar di bawah ini.