MovieAnimasi

Trailer Toy Story 5 Dirilis, Pixar Bawa Konflik Mainan vs Teknologi

Pixar baru saja merilis trailer Toy Story 5. Woody dan Buzz hadapi ancaman teknologi di era digital.

Trailer Toy Story 5 akhirnya resmi dirilis. Dalam cuplikan terbarunya, Woody dan Buzz kembali bertemu setelah tujuh tahun sejak Toy Story 4 tayang. Film ini akan rilis di bioskop pada 19 Juni 2026.

Sekuel terbaru ini langsung mencuri perhatian sejak trailer perdananya rilis, terutama karena tema kali ini terasa relevan dengan kondisi anak-anak masa kini yang semakin lekat dengan teknologi digital.


Trailer Toy Story 5

Pixar/Youtube

Dalam trailer yang diunggah oleh Pixar Animation Studios, para mainan terlihat berjuang mempertahankan eksistensi mereka di tengah ketertarikan anak-anak pada gawai.

Bonnie, sang pemilik mainan, mendapat tablet bernama Lilypad (Greta Lee) yang langsung menyita perhatiannya. Situasi ini membuat Buzz dan kawan-kawan meminta bantuan Sheriff Woody, yang kembali hadir setelah perpisahan emosional di film sebelumnya.

Penampilan Woody justru menjadi sorotan utama. Saat membuka topi koboinya, terlihat bagian belakang kepalanya yang mulai memudar hingga tampak seperti botak karena catnya menipis. Pantulan cahaya di bagian tersebut bahkan menjadi detail unik yang mencuri perhatian penggemar.

Deretan pengisi suara lama pun kembali bergabung. Tom Hanks dan Tim Allen kembali mengisi suara Woody dan Buzz. Dengan tambahan Joan Cusack, Blake Clark, serta Tony Hale. Selain itu, Conan O’Brien turut meramaikan film ini sebagai karakter baru bernama Smarty Pants.

Dengan sutradara Andrew Stanton, film kelima ini tak sekadar menghadirkan konflik klasik, melainkan refleksi tentang perubahan zaman dan bagaimana teknologi memengaruhi masa kanak-kanak.

Ceritanya melanjutkan akhir Toy Story 4, ketika Woody memilih jalan hidup berbeda dari teman-temannya, meski belum kita ketahui seberapa besar dampak keputusan tersebut dalam sekuel terbaru ini.

Sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang waralaba ini, Toy Story 5 tak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menawarkan perspektif baru tentang perubahan zaman dan makna kebersamaan.

Dengan kembalinya pengisi suara legendaris serta tema yang relevan dengan era digital, film ini berpotensi menjadi babak penting dalam sejarah panjang Toy Story.

Baca Juga: