OtakuAnime & MangaOtaku ListTV

8 Anime Overrated yang Dinilai Terlalu Dilebih-lebihkan

Anime overrated adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anime yang dianggap mendapat pujian berlebihan.

Istilah “overrated” tidak selalu mengacu pada kualitas yang buruk. Banyak judul dalam daftar ini memiliki nilai hiburan yang cukup tinggi. Permasalahan utama terletak pada perbedaan antara ekspektasi yang dibangun oleh penggemar dan kenyataan yang disajikan dalam karya tersebut. Berikut ini adalah daftar anime yang overrated dan dinilai terlalu dilebih-lebihkan.

Anime adalah bentuk seni visual yang berasal dari Jepang, yang telah berkembang menjadi fenomena global dengan berbagai genre dan gaya yang unik. Dengan perpaduan warna yang cemerlang, cerita yang kompleks, serta karakter yang mendalam, anime mampu menyajikan pengalaman emosional yang kuat dan membawa penontonnya ke dalam dunia imajinatif yang kaya.


Berikut Daftar Anime Overrated

1. Kimetsu no Yaiba

Kimetsu No Yaiba | anime overrated yang dilebih-lebihkan
Kimetsu No Yaiba

Demon Slayer adalah sebuah anime yang diproduksi oleh studio ufotable yang mendapatkan banyak perhatian karena kualitas visualnya yang sangat tinggi. Anime ini menggabungkan teknik compositing yang canggih dengan animasi 2D dan 3D yang terintegrasi secara mulus, serta efek visual dalam adegan pertarungan yang memberikan kesan seperti menonton sebuah film berkualitas tinggi.

Namun, beberapa pengamat berpendapat bahwa aspek cerita dalam Demon Slayer tidak sekuat presentasi visualnya. Premis cerita yang diangkat cukup sederhana, yaitu tentang dua kakak beradik yang melawan iblis. Dengan perkembangan sang kakak yang semakin kuat dan menghadapi musuh yang semakin besar.

Formula seperti ini bukan hal yang baru dalam genre shounen. Selain itu, pengembangan karakter, terutama di luar tokoh utama Tanjiro dan Nezuko, dianggap kurang mendalam. Beberapa pihak menyatakan bahwa keberhasilan besar Demon Slayer mungkin sebagian besar didukung oleh kualitas produksi dari studio ufotable.

2. No Game No Life

No Game No Life
No Game No Life

Anime No Game No Life adalah sebuah serial yang mengangkat premis unik, yaitu dua kakak beradik dengan kemampuan luar biasa yang dibawa ke dunia alternatif di mana semua perselisihan diselesaikan melalui permainan.

Konsep ini menawarkan potensi yang menarik secara teori. Namun, dalam praktiknya, sejumlah penonton menganggap hasil cerita tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi tersebut. Kritik utama yang sering muncul mengenai serial ini adalah bahwa alur cerita dianggap kurang mendalam.

Karakter utama memiliki kekuatan yang sangat dominan sejak awal, sehingga mengurangi adanya ketegangan atau konflik yang berarti. Selain itu, pengembangan karakter dianggap terbatas, dan sebagian besar durasi tayang dipenuhi dengan elemen fan service yang dianggap kurang relevan dengan cerita utama.

Setelah 12 episode, beberapa penonton merasakan bahwa narasi tidak mengalami perkembangan yang substansial. Dari segi visual, serial ini menampilkan warna-warna cerah yang khas dan menarik, namun aspek tersebut tidak cukup untuk mengatasi kelemahan dalam struktur cerita.

3. Death Note

Death Note
Death Note

Anime Death Note merupakan salah satu anime yang dikenal luas dan memiliki tempat khusus dalam sejarah medium tersebut. Pada paruh pertama serial ini, Death Note menampilkan unsur thriller psikologis yang kuat, dengan interaksi antara karakter Light dan L yang memberikan ketegangan yang nyata dan menarik.

Namun, pada paruh kedua serial ini, sejumlah penonton melaporkan penurunan kualitas. Setelah peristiwa penting di tengah cerita, konflik utama dirasakan kurang tajam. Karakter baru dianggap kurang mampu menggantikan peran penting, dan alur keseluruhan tampak kehilangan fokus yang sebelumnya telah terbangun.

Walaupun demikian, Death Note tetap dianggap sebagai karya yang berpengaruh, meskipun tidak tanpa kritik terkait kesinambungan dan pengembangan ceritanya.

4. Re:Zero

Rezero
Rezero

Anime Re:Zero mendapatkan perhatian karena menampilkan protagonis dengan karakter yang berbeda dari pahlawan pada umumnya, yaitu Subaru, yang memiliki trauma psikologis dan tidak selalu berhasil dalam setiap situasi.

Serial ini menggunakan konsep pengulangan waktu (time loop) yang membawa konsekuensi emosional signifikan, yang dianggap cukup orisinal saat pertama kali diperkenalkan. Namun, seiring perkembangan cerita, beberapa penonton merasa bahwa pengulangan penderitaan protagonis menjadi terlalu sering dan berlebihan.

Beberapa bagian serial cenderung menitikberatkan pada penggambaran kesulitan yang dialami karakter utama untuk menciptakan efek dramatis. Dibandingkan dengan kemajuan cerita yang substansial.

Pendapat ini tidak disepakati oleh semua penggemar, namun terdapat sejumlah penonton yang merasa frustrasi dengan kurangnya perkembangan yang berarti meskipun Subaru menghadapi tantangan berulang.

5. Jujutsu Kaisen

Jujutsu Kaisen | anime overrated yang dilebih-lebihkan
Jujutsu Kaisen

Perdebatan mengenai serial anime Jujutsu Kaisen sering menyoroti peran kualitas animasi yang diproduksi oleh studio MAPPA dalam meningkatkan popularitasnya. Animasi pertarungan dalam serial ini, seperti duel antara karakter Nanami dan Gojo. Sering dipuji sebagai salah satu contoh animasi pertarungan terbaik dalam industri anime televisi.

Namun, jika aspek animasi dikurangi, cerita utama Jujutsu Kaisen mengikuti pola formula shounen yang relatif konvensional. Beberapa karakter pendukung kurang mendapatkan pengembangan yang memadai, dan terdapat bagian-bagian cerita yang tampak lebih mengandalkan efek visual dibandingkan pada kekuatan narasi itu sendiri.

Meskipun demikian, Jujutsu Kaisen tetap dianggap sebagai tontonan yang layak, meskipun penilaian sebagai “anime terbaik generasinya” dapat dipertimbangkan dengan lebih kritis.

6. Sousou no Frieren

Sousou No Frieren
Sousou No Frieren

Anime Sousou no Frieren mendapatkan tanggapan positif dari banyak penggemar di berbagai negara saat pertama kali dirilis. Cerita anime ini mengangkat premis yang unik, yaitu tentang seorang penyihir elf yang memiliki umur panjang melebihi rekan-rekannya dalam petualangan. Serta refleksi mengenai makna kehidupan dan perpisahan.

Atmosfer yang dihadirkan cenderung tenang dengan narasi yang puitis dan penyajian yang terkesan elegan. Namun, beberapa penonton menganggap bahwa tempo cerita yang lambat dan minimnya elemen konflik dapat membuat pengalaman menonton menjadi kurang menarik.

Meski demikian, anime ini tidak dianggap buruk, namun klaim sebagai “calon anime terbaik sepanjang masa” perlu dipandang dengan pertimbangan lebih lanjut.

7. Solo Leveling

Solo Leveling | anime overrated yang dilebih-lebihkan
Solo Leveling

Series Solo Leveling merupakan sebuah manhwa yang dikenal dengan sistem game yang orisinal, perkembangan karakter yang terstruktur dengan baik, serta ilustrasi aksi yang menarik secara visual. Namun, ketika diadaptasi ke dalam format anime, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan dibandingkan versi aslinya.

Beberapa penonton dan pembaca dari manhwa tersebut mengamati bahwa adaptasi anime tidak berhasil mempertahankan daya tarik yang dimiliki oleh karya sumber. Faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian ini meliputi tempo penyajian yang dinilai tidak seimbang, perubahan dalam presentasi yang dianggap kurang tepat.

Serta penggunaan musik latar yang dominan dalam membangun suasana dramatis. Meskipun anime ini menerima antisipasi yang tinggi, bagi mereka yang sudah familiar dengan manhwa aslinya. Adaptasi ini cenderung dianggap kurang berhasil dan tidak memenuhi ekspektasi sebagai peningkatan dari karya sumber.

8. Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation

Mushoku Tensei Jobless Reincarnation
Mushoku Tensei Jobless Reincarnation

Anime Mushoku Tensei sering dianggap sebagai salah satu anime isekai yang memiliki kualitas produksi yang tinggi. Dalam hal ini, aspek worldbuilding anime ini tergolong kuat, animasinya konsisten pada standar kualitas yang baik, dan perkembangan karakter ditangani dengan pendekatan yang lebih serius dibandingkan dengan anime isekai pada umumnya.

Namun, terdapat kritik terkait perilaku dan pemikiran tokoh utama, Rudeus, yang pada beberapa bagian, terutama di episode awal. Menunjukkan sifat-sifat yang dianggap kurang nyaman oleh sebagian penonton. Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa beberapa penonton mengalami kesulitan dalam menikmati serial tersebut.