Transformasi Goku menjadi Super Saiyan pertama kali terjadi selama pertarungan melawan Frieza. Pada saat itu, rambutnya berubah menjadi warna emas yang berkilauan dan dikelilingi oleh aura yang menyala. Transformasi Super Saiyan dianggap sebagai bentuk kekuatan tertinggi dalam alam semesta Dragon Ball pada masa tersebut. Berikut ini merupakan rangkuman perubahan kekuatan paling signifikan dalam seri Dragon Ball.
Dragon Ball adalah sebuah waralaba anime dan manga yang sangat populer di dunia, diciptakan oleh Akira Toriyama pada tahun 1984. Cerita ini mengikuti petualangan Goku, seorang pejuang Saiyan dengan kekuatan luar biasa, dalam mencari Bola Naga yang legendaris, yang mampu mengabulkan permohonan apa pun.
Daftar Perubahan Paling Kuat di Dragon Ball
1. Orange Piccolo

Pada awal seri Dragon Ball, karakter Piccolo diperkenalkan sebagai salah satu ancaman utama, memegang peran antagonis dan menjadi lawan kuat bagi protagonis utama, Goku. Namun, memasuki periode Dragon Ball Z dengan munculnya karakter baru seperti Raditz, peran Piccolo mulai bertransformasi.
Meskipun tetap menjadi tokoh penting, terutama dalam kapasitasnya sebagai guru bagi Gohan, dalam banyak pertarungan besar, peluang kemenangan yang dimiliki Piccolo tergolong terbatas. Hal ini terlihat saat menghadapi karakter seperti Nappa dan Vegeta.
Di mana Piccolo cenderung berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, atau saat melawan Frieza, di mana kekuatannya tidak mencukupi. Dalam konteks konflik dengan Cell dan Buu, Piccolo berperan lebih sebagai pendukung daripada sebagai tokoh utama.
Perubahan signifikan terjadi dalam seri Dragon Ball Super: Super Hero. Dengan energi yang diperoleh dari Shenron, Piccolo mengalami evolusi baru yang disebut Orange Piccolo. Transformasi ini ditandai dengan pembesaran fisik yang signifikan, perubahan warna kulit menjadi oranye kemerahan, dan peningkatan aura kekuatan yang lebih padat.
Peningkatan ini tidak hanya bersifat kosmetik, melainkan sebagai sebuah lonjakan kekuatan yang substansial. Dalam bentuk Orange Piccolo, karakter ini berhasil mengalahkan Gamma 2 secara dominan dan menunjukkan kemampuan bertahan yang kuat melawan Cell Max, sebuah lawan yang biasanya sulit ditaklukkan oleh para pejuang Bumi tanpa bantuan Goku dan Vegeta.
2. Ultra Ego Vegeta

Dalam serial manga Dragon Ball Super, dua karakter utama, Goku dan Vegeta, menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan kekuatan mereka. Goku berfokus pada pencapaian ketenangan ilahi melalui teknik Ultra Instinct, yang menekankan pada refleks menghindar otomatis tanpa pemikiran sadar.
Sementara itu, Vegeta memilih jalur yang berbeda dengan berlatih langsung di bawah bimbingan Beerus, Dewa Kehancuran. Melalui pelatihan ini, Vegeta mempelajari kekuatan para Dewa Kehancuran dan berhasil mengembangkan transformasi unik yang dinamakan Ultra Ego.
Ultra Ego merupakan ekspresi dari karakter dan semangat Vegeta, memperlihatkan gaya bertarung yang kontras dengan Ultra Instinct. Vegeta tidak berusaha menghindar dari serangan, melainkan menghadapi dan merespons setiap serangan dengan keberanian penuh.
Dalam transformasi ini, kekuatan Vegeta justru meningkat seiring dengan semakin parahnya luka yang dialaminya; rasa sakit yang dirasakan menjadi pendorong pertumbuhan kekuatan lebih lanjut. Karakteristik ini mencerminkan sifat Vegeta yang penuh kebanggaan, agresif, dan berkeinginan kuat untuk membuktikan diri.
3. Full Power Super Saiyan Broly

Broly dalam seri Dragon Ball Super menampilkan karakter yang berbeda dibandingkan dengan versi Dragon Ball Z dari film era 1990-an. Karakter ini tidak digambarkan semata sebagai makhluk destruktif tanpa emosi, melainkan sebagai sosok yang tumbuh dalam kondisi sulit dengan sifat yang polos.
Ketika amarahnya mencapai puncak, Broly berubah menjadi Full Power Super Saiyan dengan ciri khas rambut berwarna hijau, yang dikenal sebagai “Legendary Super Saiyan” oleh penggemar. Dalam wujud tersebut, Broly kehilangan kontrol diri dan menunjukkan peningkatan kekuatan yang signifikan. Serangannya menjadi lebih agresif, ketahanannya meningkat, dan energi yang dimilikinya mengalir seperti kekuatan alam yang sulit dikendalikan.
Bahkan tokoh antagonis Frieza tidak mampu mengatasi kekuatannya. Dalam pertarungan terakhir, hanya Gogeta, hasil fusi antara Goku dan Vegeta, yang berhasil menandingi serta mengalahkan Broly. Namun, kekuatan yang besar ini juga membawa risiko bagi Broly sendiri, karena kehilangan kendali dapat membuatnya bertindak tanpa kesadaran dan tujuan yang jelas.
4. Gohan Beast

Sosok Gohan merupakan salah satu karakter Saiyan dalam serial Dragon Ball yang memiliki potensi kekuatan sangat tinggi. Pada arc Cell Games di Dragon Ball Z, kemampuan Gohan meningkat secara signifikan ketika ia mengalami dorongan emosi yang sangat kuat.
Dalam film Dragon Ball Super: Super Hero, kekuatan Gohan yang sebelumnya tersembunyi kembali muncul dalam bentuk baru, dikenal sebagai Gohan Beast. Transformasi ini ditandai dengan perubahan penampilan, seperti rambut yang berdiri tegak berwarna perak dengan bentuk meruncing ke atas, aura yang intens, serta ekspresi wajah yang tenang dan fokus.
Kekuatan Gohan dalam wujud ini dikatakan melampaui kemampuan Ultimate atau Mystic Gohan, yang sebelumnya dianggap sebagai bentuk kekuatan tertingginya tanpa perlu transformasi tambahan.
5. Goku True Ultra Instinct

Perkembangan karakter Goku dalam seri Dragon Ball Super terus mengalami peningkatan, dengan pencapaian terbaru berupa kemampuan True Ultra Instinct. Sebelumnya, kemampuan Ultra Instinct sudah dikenali dalam bentuk Perfected Ultra Instinct, yang ditandai dengan rambut putih.
Dalam kondisi tersebut, Goku mampu bertindak secara otomatis tanpa harus memikirkan setiap gerakan, dengan tubuh yang bergerak berdasarkan insting alami. Kemampuan ini membuatnya mampu menghadapi lawan kuat seperti Jiren dengan tingkat kesulitan yang signifikan.
Namun, penggunaan Perfected Ultra Instinct membutuhkan pikiran yang sangat tenang dan pengendalian emosi yang maksimal. Hal ini menjadi tantangan bagi Goku, karena sebagai Saiyan, kekuatannya biasanya tumbuh melalui dorongan emosional, seperti yang terlihat pada transformasi Super Saiyan pertama yang dipicu oleh kemarahan intens.
Dalam True Ultra Instinct, Goku mengadopsi pendekatan berbeda dengan menerima dan mengintegrasikan emosinya, tanpa mengorbankan kemampuan reaksi otomatis yang menjadi ciri Ultra Instinct.
6. Black Frieza

Terakhir Black Frieza adalah transformasi terbaru yang diperkenalkan dalam manga Dragon Ball. Frieza dikenal memiliki kekuatan alami yang sangat besar. Sebelum Saga Namek, Frieza tidak melakukan latihan serius, dan pada waktu itu para pejuang Bumi hanya mampu mengalahkannya berkat kemampuan Super Saiyan Goku.
Setelah Saga Namek, Frieza mulai berlatih untuk mencapai bentuk Golden Frieza, sebuah transformasi dengan kekuatan setara Super Saiyan Blue. Jika Frieza berlatih selama sepuluh tahun di lingkungan seperti Hyperbolic Chamber. Ia dapat mencapai transformasi Black Frieza, yang pertama kali muncul pada bab 87 manga.




