OtakuAnime & MangaOtaku ListTV

3 Pemilik Will of D. yang Masuk Angkatan Laut One Piece!

Pemilik Will of D. yang masuk dengan Angkatan Laut One Piece memiliki peran penting dan menyimpan misteri besar dalam perjalanan cerita.

Monkey D. Dragon, Monkey D. Garp, dan Jaguar D. Saul sama-sama pernah berdiri di bawah bendera Angkatan Laut, padahal nama “D.” di dunia One Piece justru sering diposisikan sebagai ancaman bagi para dewa. Itu bikin daftar ini terasa lebih seru daripada sekadar “siapa pernah masuk angkatan”, karena tiap tokohnya membawa benturan besar antara nurani, sistem, dan takdir keluarga. Berikut karakter pemilik Will of D. yang masuk angkatan laut One Piece.

Tiga nama ini penting buat dibahas karena mereka menunjukkan satu hal yang sering bikin fandom debat panas: apakah Angkatan Laut itu benar-benar wadah keadilan, atau cuma alat yang bisa dipakai buat melindungi rakyat sekaligus menutupi dosa Pemerintah Dunia?


Pemilik Will of D. yang Masuk Angkatan Laut One Piece

1. Monkey D. Dragon

Monkey D. Dragon
Monkey D. Dragon

Petunjuk bahwa Dragon pernah jadi prajurit Angkatan Laut sudah muncul sejak flashback Kuma di Egghead, tapi detail paling keras baru kebuka lewat kilas balik God Valley. Saat itu Dragon masih prajurit rendahan dan dipaksa melihat langsung manusia diburu Tenryuubito sebagai target “permainan” yang brutal. Bayangin saja, dari aparat yang katanya menjaga ketertiban, dia malah diseret buat ikut menangkap warga sipil.

Momen itu jelas bukan sekadar trauma biasa. Dragon juga gagal menyelamatkan bayi Shanks dan Shamrock, lalu nekat menodong atasannya sendiri demi memaksa kapal Angkatan Laut mengevakuasi para penyintas God Valley. Aksi itu berujung penjara, dan di situlah Garp diam-diam membantu dia kabur, meski Dragon sudah telanjur muak sampai terang-terangan bilang membenci ayahnya.

2. Monkey D. Garp

Monkey D. Garp
Monkey D. Garp

Kalau bicara pemilik Will of D. di Angkatan Laut, Garp masih jadi nama paling legendaris, dan jelas paling rumit. Dia tidak keluar seperti Dragon atau Saul, justru bertahan puluhan tahun di institusi yang dia tahu punya banyak kebusukan. Kenapa? Karena versi keadilannya bukan kabur dari sistem, tapi tetap ada di dalam untuk jadi tameng buat rakyat biasa dan anak buahnya sendiri.

Flashback Insiden God Valley di Elbaph bikin alasan itu terasa jauh lebih tajam. Setelah melihat kenyataan pahit God Valley dan sosok “monster hitam Pemerintah Dunia” yang merujuk pada Imu, Garp bahkan tidak langsung menertawakan ajakan Gol D. Roger untuk gabung ke kru bajak lautnya. Dia menolak bukan karena sok suci, melainkan karena kalau dia pergi, siapa yang bakal melindungi orang-orang kecil dari petinggi yang kejam?

Di titik ini, Garp jadi contoh paling liar dari “keadilan versi sendiri” di One Piece. Dia berkali-kali menolak promosi admiral karena tidak mau jadi anjing langsung Tenryuubito, tapi tetap tinggal di sistem sambil menjaga jarak dari permainan kotor Pemerintah Dunia. Menariknya, dia tetap pakai jalannya sendiri meski putranya jadi revolusioner dan cucunya jadi bajak laut.

3. Jaguar D. Saul

Jaguar D. Saul
Jaguar D. Saul

Saul datang dari kaum raksasa dan pernah naik sampai posisi vice admiral, jadi dia bukan tokoh kecil yang sekadar lewat. Dia punya kapasitas, punya pangkat, dan jelas paham cara kerja Angkatan Laut dari dalam. Tapi justru karena paham itulah dia akhirnya mundur saat menyadari arah institusi ini makin jauh dari keadilan yang manusiawi.

Titik balik Saul ada pada konsep Absolute Justice yang brutal, lalu meledak penuh saat Pemerintah Dunia memerintahkan Buster Call ke Ohara. Di situlah dia memilih menolong Nico Olvia dan Nico Robin, padahal tindakan itu otomatis menempatkannya sebagai pengkhianat di mata sistem. Kalau dipikir-pikir, Saul ini kayak karakter yang sadar metanya busuk, lalu memilih keluar sebelum jiwanya ikut kena nerf habis-habisan.

Yang bikin Saul penting bukan cuma karena dia pernah jadi vice admiral, tapi karena dia menunjukkan bahwa bahkan orang yang paling dekat dengan mesin kekuasaan pun masih bisa bilang “tidak”. Dia bukan sekadar berhenti, dia aktif melawan ketika sistem menuntut pembantaian atas nama “keadilan.” Itu yang bikin namanya tetap relevan sampai sekarang, apalagi buat pembaca yang suka melihat sisi paling getir dari dunia One Piece.

Tiga nama ini bikin satu pola kelihatan jelas: masuk Angkatan Laut tidak otomatis berarti tunduk selamanya. Dragon pergi karena muak melihat kebrutalan Pemerintah Dunia, Garp bertahan sambil melawan dari dalam, dan Saul memilih membelot demi menyelamatkan orang yang hendak dihancurkan sistem. Kalau daftar ini bikin satu hal makin jelas, itu adalah fakta bahwa “D.” di One Piece memang sering bikin tatanan langit kerepotan.