TeknoBerita TeknologiElektronik

Harga Router WiFi dan STB Terancam Naik 7 Kali Lipat Efek AI

Waspada! Harga Router broadband dan STB berpotensi naik drastis. Simak laporan Counterpoint tentang dampak krisis DRAM & NAND 2026 di sini.

Efek domino dari tingginya permintaan server Kecerdasan Buatan (AI) kini mulai merambat ke perangkat jaringan rumah. Setelah PC dan smartphone, kini giliran harga router broadband dan Set-Top Box (STB) yang berpotensi naik tajam dalam waktu dekat.

Pemicu utamanya adalah lonjakan harga komponen memori DRAM dan NAND yang dilaporkan meroket lebih dari 600 persen hanya dalam setahun terakhir.


Router Lebih Tertekan Daripada Smartphone

Harga router wifi dan stb naik 2026, lampaui smartphone
Counterpoint Research
Jenis PerangkatKenaikan Harga MemoriBeban Biaya Material (BOM)
Smartphone3x LipatMenengah
Router Broadband7x LipatSangat Tinggi (>20%)
Set-Top Box (STB)TinggiTinggi

Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai perbedaan dampak krisis pasokan memori pada berbagai perangkat konsumen:

  • Kenaikan Harga Memori: Jika memori smartphone naik 3 kali lipat, harga memori untuk perangkat broadband (router) justru melonjak hingga 7 kali lipat.
  • Biaya Produksi (BOM): Setahun lalu, komponen memori hanya menyumbang 3% dari total biaya material (Bill of Materials) sebuah router. Kini, porsinya membengkak menjadi lebih dari 20%.

Kenaikan ini paling terasa pada produk kelas menengah ke bawah (entry-level), di mana margin keuntungan produsen sangat tipis.

Dalam laporan Memory Price Tracker, para analis memprediksi bahwa tren kenaikan harga ini akan terus berlanjut setidaknya hingga Juni 2026. Meskipun harga diharapkan mencapai puncaknya pada paruh pertama tahun ini, kendala pasokan diprediksi tetap akan membayangi pasar global.


Alarm Bagi Perusahaan Telekomunikasi

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi operator seluler dan penyedia layanan internet (ISP) yang tengah gencar melakukan ekspansi:

  1. Ekspansi Terhambat
    • Pengadaan perangkat seperti CPE (Customer Premises Equipment) dan FWA (Fixed Wireless Access) menjadi lebih mahal.
  2. Tren Perangkat Berbasis AI
    • Operator mulai beralih ke perangkat broadband berbasis AI yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar, sehingga tekanan biaya semakin tinggi.
  3. Daya Tawar OEM
    • Produsen perangkat (OEM) kecil dengan daya tawar rendah menjadi pihak yang paling rentan terhadap fluktuasi harga ini.

Bagi kamu yang berencana melakukan upgrade jaringan rumah atau membeli STB baru, awal tahun 2026 mungkin menjadi waktu yang krusial sebelum penyesuaian harga pasar terjadi secara menyeluruh. Bagi industri telekomunikasi, memantau rantai pasok OEM adalah kunci utama untuk bertahan di tengah krisis memori ini.

Baca Juga: