Firma riset pasar ternama, Omdia, baru saja merilis laporan terbaru terkait kondisi pasar tablet dunia pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2026. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pengiriman tablet global saat ini berada dalam fase yang cenderung stagnan atau nyaris tidak tumbuh.
Menurut laporan tersebut, total pengiriman (shipment) pasar tablet dunia hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 persen secara tahunan (year-on-year).
Tercatat ada sekitar 37 juta unit tablet yang dikirimkan ke seluruh penjuru dunia pada tiga bulan pertama tahun 2026. Meski angkanya terlihat diam di tempat, persaingan antar vendor besar di dalamnya justru semakin memanas dengan pergeseran pangsa pasar yang cukup signifikan.
Apple Semakin Tak Terbendung di Puncak

Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, Apple masih mengukuhkan posisinya sebagai pemain paling dominan di pasar tablet dunia. Vendor yang bermarkas di Cupertino, California ini berhasil mengirimkan sebanyak 14,8 juta unit iPad sepanjang Kuartal I-2026.
Keberhasilan ini membuat pangsa pasar (market share) Apple melonjak dari 37,2 persen pada tahun lalu menjadi 40,1 persen di tahun ini.
Pertumbuhan Apple yang mencapai 7,9 persen secara tahunan ini kabarnya didorong oleh performa kuat dari lini iPad Air teranyar yang sangat diminati oleh segmen kreatif dan profesional. Dominasi Apple membuktikan bahwa ekosistem iPadOS masih menjadi daya tarik utama bagi konsumen global.
Tekanan Bagi Samsung dan Xiaomi
Di posisi kedua pasar tablet dunia, Samsung harus menghadapi realitas yang cukup pahit. Berbeda dengan rival utamanya, vendor asal Korea Selatan ini justru mengalami tekanan yang cukup besar. Pengiriman tablet Samsung dilaporkan merosot dari 6,6 juta unit pada Q1-2025 menjadi hanya 5,8 juta unit Galaxy Tab pada Q1-2026.
Penurunan ini berdampak pada market share Samsung yang turun dari 17,9 persen menjadi 15,7 persen. Omdia mencatat bahwa Samsung saat ini menghadapi tekanan harga yang sangat kompetitif, terutama dari produsen asal China.
Nasib serupa juga dialami oleh Xiaomi di posisi kelima, yang pengirimannya anjlok hingga 13,6 persen secara tahunan, membuat pangsa pasarnya menyusut menjadi 7,2 persen.
Kejutan Besar dari Huawei dan Lenovo
Salah satu sorotan utama dalam laporan pasar tablet dunia kali ini adalah performa luar biasa dari Huawei. Huawei berhasil mengamankan peringkat ketiga dengan mencatat pertumbuhan tertinggi di daftar lima besar, yakni sebesar 28,1 persen secara tahunan.
Pangsa pasar Huawei naik drastis dari 6,8 persen menjadi 8,8 persen pada periode Januari-Maret 2026. Omdia menyebutkan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari langkah agresif Huawei dalam memperluas kehadirannya di kawasan Asia Pasifik dengan perangkat yang memiliki spesifikasi tinggi namun harga bersaing.
Tak mau kalah, Lenovo di peringkat keempat juga mencatat pertumbuhan yang sangat positif sebesar 20 persen. Lenovo berhasil mengirimkan sekitar 3 juta unit tablet, di mana pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya permintaan dari sektor pendidikan dan peningkatan pengiriman perangkat pendukung produktivitas di berbagai wilayah.
Daftar 5 Merek Tablet Terbesar Dunia Q1-2026 (Versi Omdia)
Berikut adalah ringkasan data pengiriman dan pangsa pasar lima besar vendor tablet dunia:
| Merek Tablet | Shipment Q1 2026 | Market Share | Pertumbuhan Tahunan |
| Apple | 14,837 Juta Unit | 40,1% | +7,9% |
| Samsung | 5,796 Juta Unit | 15,7% | -12,6% |
| Huawei | 3,242 Juta Unit | 8,8% | +28,1% |
| Lenovo | 3,045 Juta Unit | 8,2% | +20% |
| Xiaomi | 2,653 Juta Unit | 7,2% | -13,6% |
Catatan: Data berdasarkan sell-in shipment per April 2026.
Mengapa Pasar Tablet Mulai Kehilangan Momentum?
Berdasarkan analisis Omdia, kondisi pasar tablet dunia saat ini mulai menghadapi tantangan struktural yang serius. Research Manager Omdia, Himani Mukka, mengungkapkan bahwa tablet kini mulai dianggap kurang prioritas oleh para vendor dibandingkan perangkat lain seperti smartphone dan PC.
Dalam kondisi pasokan komponen yang masih selektif, vendor lebih memilih fokus mengembangkan smartphone karena kontribusi margin keuntungannya yang jauh lebih besar terhadap bisnis mereka. Selain itu, konsumen juga semakin selektif dalam memilih perangkat mana yang benar-benar mereka butuhkan untuk jangka panjang.
Pada tahun 2026 ini, tren vendor di pasar tablet dunia diperkirakan akan lebih condong ke segmen premium. Hal ini dikarenakan permintaan di segmen menengah ke atas masih relatif stabil dibandingkan pasar entry-level.
Sebaliknya, tablet murah atau tablet kelas bawah justru menghadapi tekanan besar karena ruang untuk memberikan diskon semakin terbatas dan tidak adanya momentum pembaruan besar-besaran seperti yang terjadi di pasar PC.
Kesimpulan
Meskipun pasar tablet dunia secara umum terlihat stagnan di awal tahun 2026, dinamika di dalamnya menunjukkan bahwa inovasi dan segmentasi pasar yang tepat tetap menjadi kunci.
Apple tetap memimpin dengan jarak yang jauh, namun Huawei dan Lenovo membuktikan bahwa strategi harga dan fokus wilayah yang tepat dapat memberikan pertumbuhan yang eksplosif.
Tetap pantau informasi mengenai teknologi terkini, laporan pasar, dan berita gadget terbaru hanya di Dafunda setiap harinya!




