TeknoBerita TeknologiFinTech

Apple Cuan Rp879 Triliun, Play Store & Steam Lewat!

Laporan terbaru Sensor Tower ungkap pendapatan App Store 2025 capai 52,5 miliar dolar AS, melampaui gabungan Google Play Store dan Steam.

Laporan terbaru dari platform analisis aplikasi seluler, Sensor Tower, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai peta kekuatan ekonomi digital global sepanjang tahun 2025. Pendapatan App Store milik Apple tercatat melampaui perolehan Google Play Store, bahkan jika angka tersebut digabungkan dengan platform PC raksasa, Steam.

Meskipun pertumbuhan pasar global cenderung melambat, Apple berhasil membukukan pendapatan sebesar 52,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp879,2 triliun. Angka ini memperkuat posisi Apple sebagai penguasa pasar aplikasi meskipun jumlah unduhannya lebih sedikit dibanding pesaingnya.


Perbandingan Pendapatan Apple vs Google vs Steam 2025

Perbandingan Pendapatan App Store vs Play Store vs Steam 2025
Apple Cuan Rp879 Triliun, Play Store & Steam Lewat! 3
PlatformPendapatan (USD)Total UnduhanPertumbuhan Pendapatan
Apple App Store52,5 Miliar7,8 Miliar+0,6%
Google Play Store30 Miliar42,4 Miliar(Melambat)
Steam (PC)11,7 Miliar(Naik 6%)+13%

Berdasarkan data yang dihimpun dari 9to5mac, ketimpangan pendapatan antar platform terlihat sangat jelas:

  • App Store (Apple): 52,5 miliar dolar AS (Rp879,2 triliun).
  • Google Play Store: 30 miliar dolar AS (Rp502,2 triliun).
  • Steam (Valve): 11,7 miliar dolar AS (Rp195,8 triliun).

Meski berada di posisi terbawah dalam hal total pendapatan, Steam justru mencatatkan pertumbuhan tahunan paling impresif sebesar 13 persen. Sebaliknya, App Store hanya mengalami kenaikan tipis 0,6 persen, menandakan pasar aplikasi iOS mulai mencapai titik jenuh.

Kuantitas vs Kualitas Pendapatan

Menariknya, dominasi finansial Apple tidak berbanding lurus dengan jumlah unduhan. Google Play Store masih memimpin volume unduhan global dengan total 42,4 miliar unduhan, jauh meninggalkan App Store yang hanya mencatat 7,8 miliar unduhan.

Namun, dari sisi produktivitas konten baru:

  1. Play Store: Menambahkan 150.000 game baru sepanjang 2025.
  2. App Store: Mengalami peningkatan 11,4 persen dengan kehadiran 55.300 game baru.
  3. Steam: Menunjukkan tren positif dengan kenaikan jumlah unduhan sebesar 6 persen.

Tahun 2025 juga mencatat fenomena unik di ekosistem Apple. Pengguna iOS kini lebih banyak menghabiskan uang untuk aplikasi non-game (seperti aplikasi berlangganan, produktivitas, dan hiburan) daripada game. Hal ini tetap terjadi meski total waktu bermain game secara global mencapai angka fantastis, yakni 444 miliar jam.


Data ini membuktikan bahwa pengguna produk Apple jauh lebih konsumtif dalam membeli konten digital daripada pengguna platform lain.

Bagi para pengembang aplikasi, ekosistem iOS tetap menjadi “ladang emas” meskipun Google Play Store unggul dalam jumlah pengguna. Pantau terus Dafunda untuk analisis mendalam seputar industri gaming dan teknologi!

Baca Juga: