TeknoAIBerita Teknologi

Xiaomi MiMo-V2.5 Hadir, Siap Saingi Gemini dan Claude

Xiaomi MiMo-V2.5 resmi meluncur dalam versi reguler dan Pro. Model AI open-weight ini unggul dalam tugas agentic dan multimodal.

Industri kecerdasan buatan kembali dikejutkan dengan langkah besar dari perusahaan teknologi raksasa, Xiaomi. Melalui pengumuman terbarunya, Xiaomi resmi meluncurkan model AI generasi terbaru yang diberi nama MiMo-V2.5. Model ini hadir sebagai penerus yang membawa peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, MiMo-V2 Pro.

Sama seperti tren pengembangan AI global saat ini, MiMo-V2.5 hadir dalam dua varian utama, yaitu reguler dan Pro. Keduanya dirancang sebagai model AI open-weight. Ini berarti bobot model tersedia bagi publik sehingga pengembang atau perusahaan dapat menggunakannya secara mandiri.

Namun, perlu dicatat bahwa model ini tidak sepenuhnya transparan seperti model open-source murni, melainkan lebih fokus pada aksesibilitas bobot untuk implementasi lokal.


Spesifikasi Teknis Xiaomi MiMo-V2.5

Spesifikasi Teknis Xiaomi MiMo-V2.5
Xiaomi MiMo-V2.5 Hadir, Siap Saingi Gemini dan Claude 3

Salah satu keunggulan teknis yang paling menonjol dari MiMo-V2.5 adalah proses pelatihannya yang sangat masif. Model ini dilatih menggunakan 48 triliun token, jumlah yang sangat besar untuk memastikan pemahaman bahasa dan konteks yang mendalam.

Berbeda dengan model AI tradisional yang sering kali hanya berbasis teks, MiMo-V2.5 sejak awal dirancang sebagai model multimodal native.

Kemampuan multimodal native ini memungkinkan MiMo-V2.5 untuk memproses berbagai jenis input data, mulai dari teks, gambar, hingga video secara bersamaan dalam satu alur kerja. Berikut adalah rincian parameter untuk kedua varian:

  • Reguler: Memiliki total 310 miliar parameter, dengan 15 miliar parameter aktif yang bekerja secara dinamis.
  • Pro: Mengusung total 1,02 triliun parameter, di mana 42 miliar parameter aktif digunakan untuk menangani tugas-tugas berat.

Selain jumlah parameter yang fantastis, model ini mendukung satu juta token konteks. Kemampuan ini memungkinkan untuk “membaca” dokumen yang sangat panjang, menganalisis basis kode pemrograman yang kompleks, atau memahami video berdurasi lama dalam satu kali pemrosesan tanpa kehilangan memori informasi.


Keunggulan Agentic AI dan Skor Benchmark

Xiaomi memposisikan MiMo-V2.5 sebagai pemimpin dalam kategori agentic AI serta pemahaman multimodal. Agentic AI sendiri merupakan kemampuan model AI untuk bertindak sebagai “agen” yang bisa menyelesaikan tugas-tugas kompleks secara mandiri, seperti menulis kode, merencanakan jadwal, atau melakukan riset mendalam.

Untuk membuktikan klaim tersebut, Xiaomi membagikan hasil benchmark internal yang membandingkan MiMo-V2.5 dengan kompetitor berat lainnya seperti DeepSeek-V4, Kimi K2.6, Claude Opus 4.6, hingga Gemini 3.1 Pro. Hasilnya cukup mengejutkan, terutama dalam pengujian pengkodean atau pemrograman.

Pada benchmark MiMo Coding Bench, versi standar dari MiMo-V2.5 diklaim mampu menyamai performa versi Pro dengan skor masing-masing berada di angka 71,8 dan 71,5. Hal ini menunjukkan efisiensi luar biasa pada varian reguler untuk tugas-tugas teknis.


Pemahaman Video dan Gambar

Meskipun berstatus open-weight, performa MiMo-V2.5 dalam memahami konten visual diklaim setara dengan model closed-source berbayar seperti Claude Opus 4.6 dan Gemini 3.1 Pro. Hal ini terlihat jelas dalam pengujian pemahaman video.

Berikut adalah perbandingan skor pada beberapa benchmark utama:

  • DailyOmni (Video Understanding): MiMo-V2.5 mencatat skor 83,5. Angka ini lebih tinggi dari Claude yang berada di kisaran 80,5, meski masih sedikit tertinggal dari Gemini yang mencapai 84,2.
  • VideoHolmes: MiMo-V2.5 meraih skor 64,0, melampaui Claude yang mencatat 59,5 dan hampir menempel ketat Gemini yang berada di angka 64,2.

Skor-skor ini membuktikan bahwa Xiaomi berhasil menciptakan model yang tidak hanya cerdas dalam berlogika melalui teks, tetapi juga sangat intuitif dalam menganalisis detail visual yang kompleks.


Persyaratan Perangkat Keras dan Akses Publik

Bagi pengembang yang tertarik menjalankan MiMo-V2.5 secara lokal, kamu perlu menyiapkan perangkat keras dengan spesifikasi yang sangat tinggi. Mengingat jumlah parameternya yang besar, GPU konsumen pada umumnya saat ini dinilai belum memiliki kapasitas VRAM yang memadai untuk menangani model ini dengan lancar.

Xiaomi menyarankan penggunaan perangkat seperti Mac Studio dengan konfigurasi memori maksimal untuk bisa menjalankan MiMo-V2.5 secara optimal. Namun, bagi pengguna umum atau pengembang yang tidak memiliki perangkat keras tersebut, jangan khawatir.

Xiaomi menyediakan akses melalui platform AI Studio serta API resmi. Selain itu, file model ini juga sudah tersedia untuk diunduh melalui platform komunitas AI populer seperti Hugging Face.

Peluncuran MiMo-V2.5 menegaskan ambisi Xiaomi untuk menjadi pemain utama dalam industri kecerdasan buatan, bukan sekadar perusahaan pembuat gadget.

Dengan dukungan multimodal yang kuat, kemampuan agentic AI yang unggul, serta aksesibilitas melalui model open-weight, MiMo-V2.5 berpotensi menjadi standar baru bagi para pengembang di seluruh dunia.

Apakah kamu tertarik untuk mencoba kecanggihan model AI terbaru dari Xiaomi ini? Pantau terus Dafunda untuk mendapatkan update terbaru seputar perkembangan teknologi AI, gadget, dan berita sains menarik lainnya setiap hari!