Menurut laporan dari WCCFTECH, perusahaan AI bernama Zyphra resmi bekerja sama dengan AMD untuk menghadirkan platform cloud AI open-source terbaru yang disebut-sebut mampu menjadi pesaing baru bagi layanan seperti DeepSeek. Menariknya lagi, seluruh infrastruktur utama platform ini ditenagai penuh oleh hardware AMD, mulai dari GPU Instinct MI355X hingga prosesor EPYC generasi terbaru.
Platform bernama Zyphra Cloud ini dirancang khusus untuk kebutuhan inference AI modern dengan performa tinggi dan latensi rendah. Fokus utamanya adalah mendukung berbagai workflow AI generatif seperti agentic AI, deep research, hingga pemrosesan konteks panjang yang saat ini mulai menjadi standar baru di industri kecerdasan buatan.
Zyphra Cloud Hadir Sebagai Platform AI Open-Source Baru

Zyphra Cloud merupakan layanan inference AI yang dioptimalkan untuk menjalankan model open-weight frontier terbaru. Beberapa model besar yang sudah didukung platform ini antara lain DeepSeek V3.2, Kimi K2.6, dan GLM 5.1.
Berbeda dengan layanan cloud AI biasa, Zyphra tidak hanya mengandalkan hardware kuat semata. Mereka juga mengembangkan custom kernel sendiri, algoritma inference long-context terbaru, dan teknologi advanced parallelism untuk meningkatkan throughput sekaligus menjaga latensi tetap rendah.
Pendekatan seperti ini sangat penting karena model AI modern sekarang membutuhkan pemrosesan data jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu. Tidak sedikit model AI generatif terbaru yang mampu menangani konteks ribuan hingga jutaan token dalam satu sesi. Tanpa optimasi software yang tepat, performa sistem bisa langsung turun drastis walaupun menggunakan GPU kelas atas.
Karena itulah Zyphra mencoba memadukan kekuatan hardware AMD dengan optimasi software internal mereka agar platform cloud ini bisa digunakan untuk workflow AI berskala besar. Fokus mereka bukan hanya chatbot biasa, tetapi juga sistem agentic AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara otomatis dalam waktu panjang.
Selain itu, Zyphra juga ingin membuat layanan AI yang lebih terbuka dibanding platform tertutup milik perusahaan besar lain. Konsep open-source dan open-weight menjadi salah satu daya tarik utama platform ini karena memungkinkan developer dan perusahaan mengembangkan solusi AI mereka sendiri tanpa terlalu bergantung pada ekosistem proprietary.
Infrastruktur AI Raksasa Dengan GPU AMD MI355X

Salah satu hal paling menarik dari Zyphra Cloud adalah penggunaan infrastruktur AMD secara penuh. platform ini dijalankan melalui TensorWave, perusahaan cloud AI yang memiliki ribuan akselerator AMD Instinct di dalam data center mereka.
Untuk tahap awal, Zyphra memanfaatkan kapasitas komputasi sebesar 15MW yang berasal dari instalasi GPU AMD Instinct MI355X milik TensorWave. Angka tersebut tergolong sangat besar untuk kebutuhan inference AI modern, apalagi jika platform ini nantinya terus berkembang.
GPU AMD Instinct sendiri memang mulai menjadi pesaing serius NVIDIA di industri AI. Selama beberapa tahun terakhir, NVIDIA mendominasi pasar AI accelerator melalui seri H100 dan Blackwell. Namun AMD perlahan mulai mengejar lewat lini MI300 hingga MI350 yang dirancang khusus untuk workload AI skala besar.
WCCFTECH juga menyebut bahwa infrastruktur Zyphra nantinya tidak akan berhenti di MI355X saja. Platform ini sudah disiapkan agar bisa berkembang ke GPU generasi berikutnya seperti MI450 dan bahkan kemungkinan seri MI500 di masa depan.
Hal ini menunjukkan bahwa AMD dan TensorWave tampaknya memiliki rencana jangka panjang untuk membangun ekosistem AI alternatif di luar dominasi NVIDIA. Apalagi kebutuhan GPU AI saat ini terus meningkat sangat cepat seiring booming teknologi generative AI di seluruh dunia.
Dengan kapasitas komputasi sebesar itu, Zyphra berpotensi menjadi salah satu platform AI open-source terbesar berbasis AMD yang ada di Amerika Serikat saat ini.
Tidak Hanya Inference, Zyphra Siapkan Fitur AI Lebih Lengkap

Walaupun saat ini Zyphra Cloud difokuskan untuk inference AI, perusahaan tersebut ternyata sudah menyiapkan ekspansi fitur yang jauh lebih luas ke depannya.
Zyphra ingin mengembangkan cloud mereka menjadi platform AI terintegrasi penuh yang mendukung reinforcement learning hingga fine-tuning model AI. Artinya, pengguna nantinya tidak hanya bisa menjalankan model AI, tetapi juga melatih dan mengoptimalkan model mereka sendiri langsung di dalam platform.
Untuk mendukung hal tersebut, Zyphra juga akan memanfaatkan prosesor AMD EPYC terbaru serta akses ke cluster GPU khusus yang memang disiapkan untuk workload training AI berat.
Langkah ini cukup menarik karena banyak platform AI cloud saat ini biasanya memisahkan layanan inference dan training dalam infrastruktur berbeda. Zyphra justru mencoba menyatukan semuanya dalam satu ekosistem agar developer lebih mudah membangun produk AI mereka.
Selain itu, pendekatan seperti ini bisa membantu perusahaan kecil maupun startup AI mengurangi biaya operasional. Mereka tidak perlu membangun infrastruktur sendiri karena seluruh kebutuhan komputasi sudah tersedia di dalam Zyphra Cloud.
Dalam pernyataannya, Co-Founder dan Chief Growth Officer TensorWave, Jeff Tatarchuk, mengatakan bahwa kerja sama ini memang menjadi tujuan utama TensorWave sejak awal.
Ia menyebut bahwa TensorWave ingin memberikan akses komputasi AI berbasis AMD tanpa kompromi untuk perusahaan AI modern seperti Zyphra. Menurutnya, penggunaan infrastruktur MI355X untuk Zyphra menjadi contoh nyata bagaimana AMD kini mulai digunakan untuk deployment AI skala produksi.
Selain layanan cloud AI, Zyphra ternyata juga sudah memperkenalkan beberapa model AI buatan mereka sendiri.
saat ini ada tiga model utama yang telah diumumkan, yaitu ZAYA1-8B, ZAYA1-74B, dan ZAYA1-VL.
ZAYA1-8B merupakan model reasoning yang difokuskan untuk kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Model seperti ini biasanya dirancang untuk menangani tugas logika, coding, analisis data, dan workflow AI agent yang lebih kompleks.
Sementara itu, ZAYA1-74B adalah model MoE atau Mixture of Experts dengan total parameter hingga 74 miliar. Model MoE sendiri dikenal lebih efisien dibanding model tradisional karena hanya mengaktifkan bagian tertentu dari jaringan AI sesuai kebutuhan tugas yang sedang diproses.
Lalu ada ZAYA1-VL yang menjadi model vision-language pertama milik Zyphra. Model ini mampu memproses kombinasi gambar dan teks sekaligus, mirip seperti AI multimodal modern yang sekarang mulai populer di berbagai platform besar.
Kehadiran model-model ini menunjukkan bahwa Zyphra tidak hanya ingin menjadi penyedia cloud AI semata, tetapi juga ikut bersaing di pasar pengembangan model AI frontier.
AMD Mulai Jadi Ancaman Serius di Industri AI

Kerja sama Zyphra dan AMD bisa menjadi sinyal penting bahwa dominasi NVIDIA di industri AI mulai mendapat tantangan nyata.
TensorWave sendiri sebelumnya sudah mengumumkan rencana membangun salah satu cluster GPU AMD terbesar di dunia pada tahun 2025. Infrastruktur tersebut akan menggunakan GPU MI300X, MI325X, hingga MI350X dengan kapasitas komputasi multi-gigawatt.
Kini kapasitas tersebut mulai dimanfaatkan langsung oleh perusahaan AI seperti Zyphra untuk menjalankan workflow agentic AI dalam skala besar.
Jika tren ini terus berkembang, AMD berpotensi menjadi alternatif utama bagi perusahaan AI yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap ekosistem NVIDIA. Terlebih lagi, kebutuhan GPU AI global saat ini semakin sulit dipenuhi karena tingginya permintaan pasar.
Zyphra Cloud sendiri sudah tersedia mulai hari ini dan pengguna bisa langsung mengakses layanan mereka melalui situs resmi perusahaan untuk mencoba berbagai fitur cloud AI yang ditawarkan.




